
.
"Au!!,"
"hmmmm," Auliee baru saja keluar dari toilet guna membasuh mukanya.
"Lihat sini dong, dia itu siapa, dari tadi nempel terus sama papa," tanya Chaca menunjukkan ke arah Leo menggunakan bibirnya.
"Itu??,"
"Ihhhhh, iyaaaaa apaan tuh lagiiii," tanya Chaca.
"Nih lagi nyarik lipstick ku," mengambil tas lalu mengoles di bibir.
"ihhhh kau nih, lihat bentar lho Au,"
"Apaaaaaaaa???," tanya Auliee.
"Aku nanya itu siapa, nempel terus terusan sama papa Xerlan,"
" lho tuh kan Leo, Asisten nya Pak CEO,"
"Apa????!!!!!," teriak Chaca membuatnya dia menakup mulutnya sendiri.
"Maaf," Chaca memohon maaf karena membuat ribut.
"Au, kamu itu tau ngak kita lagi mau makan, tuh lipstik ngapa di pakai duluan," Auliee penepuk jidat nya karena lupa.
"Hahahahaah aku lupa saking happynya aku udah ketemu ama papa dan mamaku," balas Auliee santai.
"cieee cieee rindu ama papa mama atau anaknya," goda Chaca membuat semua ngakak.
" ihhhhhh kamu Cha," langsung mencubit lengan Chaca.
"awwww sakit,"
"Rasakan, wekkk," ejek Auliee.
" Sudah kalian, ayo makan keburu dingin nih," panggil mama Arlin.
Mereka duduk menikmati makanan yang dibeli oleh Leo. Chaca tidak banyak bicara hanya menikmati karena masih malu dengan tingkahnya kepada Leo.
__ADS_1
"Auliee, kamu pulang aja, istirahat aja ya..besok kamu kembali bekerja," pinta papa Xerlan.
"Iya sayang, pulang ya sekalian dengan temanmu, Leo kamu anterin ya mereka," perintah mama kepada Leo.
"Iya tante, arahan sentiasa diterima," ucap mengedip mata pada mama Arlin. Mama Arlin menunjukkan jempol.
"Aku pulang ya, aku harus ke toko, ngak enak lho dengan karyawan ku---," ucap Chaca pada Auliee.
"Sekalian aja," kata Leo memotong ucapan Chaca.
Chaca melirik ke arah Leo, namun Leo pura-pura tidak melihat. Terus tersenyum membalas lirikan mata Chaca.
" Sudah ayo, ma pa aku pamit ya, Assalamualaikum," langsung mencium kedua tangan pasangan yang baru mereka bertemu.
Ketika di parkiran, Leo membuka pintu buat Auliee di sebelah kemudi tetapi Auliee menolak tubuh Chaca untuk segera masuk. Chaca hanya menurut dengan muka cemberut.
"Hihihihihi," tawa Auliee setelah di jahilin Auliee.
Mereka pun terus menuju ke apartmen untuk menghantar Auliee.
"Terima kasih Leo, eh kamu ngapain keluar, tuh biar Leo antarin kamu terus ke toko, sono duduk,"
"Ngak aku bisa jalan, deket aja," kata Chasa santai.
"Hmm, iya," balas Chaca males mau berdebat.
"Bye Aulie jumpa sore nanti, istirahat ya, jangan mikir lagi," kata Chaca.
"Iya bawel, sana pergi itu Pak tampan udah nunggu,"
"Ihhhhhh,"
" Hihihihi, piissss," Auliee membentuk tangan seperti v. Kaya ginih✌️.
Setibanya di depan toko bunganya. Chaca langsung masuk tanpa pamit kepada Leo.
Leo hanya menggeleng dan tersenyum dengan tingkah Chaca.
"Sabar, nasi goreng terasi dengan telur mata sapi kau emang enak, hahahahahah, orangnya juga enak di lihat, waduh parah aku kayaknya," pikir Leo menepuk jidatnya dan terus menancap gas untuk langsung pergi ke kantor lagi.
...*****...
__ADS_1
Pagi yang indah. Setelah beberapa hari sejak peristiwa pertemuan dengan papa Xerlan dan mama Arlin, talah memberi semangat kepada sosok seorang gadis yang bernama Auliya Anggun.
Raut wajah yang segar memberi aura yang positive dan sihat untuk dirinya.
"hhhaahhhhhhhh," Auliee tarik nafas dan hembuskan guna menenangkan diri.
"Semoga hari ini adalah hari yang membahagia buat aku juga dirimu,"
"Kak Ardy aku rindu padamu kak, tak ku sangka kegelisahan saat berhadapan dengan mu itu adalah petunjuk,"
Setibanya Aulie di perusahaan, jantungnya berdetak laju. Masih gugup karena keadaaan Ben yang masih belum pulih.
"Waduh, payah nih jantung ngak bisa bersahabat, duh santai Au, bismillahirahmanirahim," pesan Auliee pada diri sendiri.
Segera Auliee menyibukkan diri dengan meneliti semua berkas dan kerja yang menumpuk agar menghilangkan rasa gugupnya.
Pada hari ini, papa Xerlan telah memberitahukan kepada Auliee bahwa Ben juga akan ke kantor bersamanya setelah beberapa hari di rumah.
Lagipula keadaan Ben sudah membaik dan dia sendiri juga memohon ingin kembali ke kantor.
Tanpa Auliee sadar Papa Xerlan bersama Pak Ben mendekat langsung Leo duluan menegur.
" Nona!!," Sedikit membuat Auliee kaget.
"Arrrrggghhh, ya ampun, Leo.. maaf," kaget Auliee dan Leo senyum lalu menunjukkan arah jari tunjuknya.
" Hihihi," Leo menyeringai.
"Oh my," terus Auliee bangun da bersiap menyambut pak Bosnya.
" Pa... pagi menjelang siang Pa... Pak Xerlan, Pa...pak Ben, " Gugup Auliee hanya sekilas pandang.
"Ya, terima kasih, duduk saja An--- Auliee, " singkat Pak Xerlan tersenyum ramah hampir keceplosan.
Ben hanya sekilas memandang Auliee, dan terus kedepan tanpa memandang lagi langsung ke ruangannya bersama papa Xerlan.
.
.
.
__ADS_1
bersambung 💕