CINTA AULIEE

CINTA AULIEE
33


__ADS_3

Mereka bergandengan tangan memilih ke cafe berhampiran. Disana mama membicarakan perihal risepsi pernikahan meraka yg hanya tinggal menghitung hari saja lagi. Tepatnya pada hari ahad di kediaman milik papa Xerlan.


Di kejauhan seseorang mengintip tidak jauh di mana Auliee dan calon mertuanya duduk bersama menikmati makan siang mereka di cafe itu.


"Woiiii ngintip siapa!!!," Teriak Leo menepuk pundak Ben yang memerhati seseorang dari jauh.


Mereka kebetulan lewat di situ setelah membuat pertemuan bersama rakan bisnesnya.


"Ihhhhh apaan sih," kaget Ben membalas pukulan di lengan Leo.


"Tuh kamu liat apa, hayo lagi ngintip siapa, ingat lho kamu itu udah mau nikah, jangan buat hal Ben," ngomel Leo.


"Ngaco kamu, tuh lihat bidadari syurgaku ada disana," jari Ben menunjukkan arah di mana Auliee dan mamanya berada.


Terobat sedikit kerinduan terhadap calon istrinya itu. Leo mengabaikan omongan Ben langsung Leo menarik lengan supupunya merangkap bos agar lebih cepat karena ada lagi beberapa menit untuk mereka rapat di perusahaan miliknya itu.


Ben terus melihat cintanya dari kejauhan dan dia terus ditarik paksa oleh Leo sehingga masuk ke dalam mobilnya.


" Kamu tuh gak sabaran ya mau nikah, semua wanita-wanita yang lewat kamu bilang itu non Auliee, sudah ah," ejek Leo kesal juga meladeni sepupunya.


"Aku beneran lihat dia bersama mama lho Le..., Tuh lihat---" Ben tunjuk ke arah meja yang di tempati oleh mama Arlin dan Auliee malah nihil.


"Duh makin galau dia," ucap Leo kasian melihat bosnya itu tapi dia terseyum karena bosnya udah baikkan tidak seperti dulu.


...😘😘😘...


Tiba di hari yang dinantikan oleh pasangan pengantin Auliya Anggun Derica dan Benjamin Ardy. 


"Cantik sekali mantuku, " puji mama Arlin membuat Auliee tersipu malu sehingga pipi Auliee bersemu merah.


"Biasa aja ma, mama juga apa kurangnya."

__ADS_1


"Alololo, pipi mu merah,"  goda Chaca menoel pipi Auliee lembut.


Auliee yang di goda semakin malu bertambah dengan degupan jantung yang berpacu hebat.


Hal yang dia tidak menduga sehingga bertemu dengan kekasih hatinya. Pertemuan yang sangat mengejutkan dirinya. Menjadi kenangan terindah buatnya.


Walaupun wajah sedikit berubah namun mata dan hati tidak bisa dipungkiri.


Bermacam-macam drama dan kesakitan yang di alami Auliee. Bersyukur takdir tuhan juga berpihak padanya.


Doa yang dia panjatkan Auliee diterima. Benar memilukan tetapi akhirnya membuat Auliee cukup bahagia.


Doanya lagi moga dipermudahkan segalanya.


"Woiii," Chaca memecah kesunyian dengan menepuk pundak Auliee yang sempat mengelamun.


"Cha apaan sih kamu, ntar aku mati ngak nyempat aku nikah gimana,"


"Aaaawwwwwww, sakit," Auliee mencubit lengan Chaca yang sengaja mengusiknya.


"Rasakan, weekkkk," Auliee menjulur lidahnya tanda protest.


Mereka berhenti beradu mulut saat mama mulai memanggil mereka untuk keluar dari kamar dengan segera karena majlis akan bermula.


Auliee di temani oleh mama Arlin di kanan dan Chaca di kirinya. Auliee melangkah seperti seorang putri peri menuruni tangga dengan perlahan.


"Bos lihat tuh bidadarimu bersama bidadariku hihihi," Ben perpaling ke arah yang di tunjukkan oleh Leo.


DEG


Saking kagetnya melihat wajah kekasihnya. Cantik. Jantungnya semakin hebat memompa seperti mau copot.

__ADS_1


Leo menyenggol Ben yang masih tertegun melihat Auliee. Kecantikkan Auliee terlihat sangat menonjol. 


Mungkin seminggu tidak ketemu membuat Ben menjadi rindu dan tidak sabaran.


Auliee duduk bersebelahan dengan calon suaminya. Acara dimulai dengan Bismillah.


"Sudah lihatnya nanti bisa lihat sepuasnya kalau udah halal," ucap salah seorang rakan bisnesnya itu membuat semua seisi tertawa.


"Boleh kita mulai," ucap pembawa acara. Ben dan papa Xerlan mengangguk.


Acara ijab dan kabul berlangsung dengan lancar dengan sekali lafaz. Akhirnya Cinta Auliee yang terkubur lama telah kembali bercambah semula dengan hadirnya sosok pria cinta hatinya


Auliee dan Ben bergandengan bertemu dengan papa Xerlan dan juga mama Arlin.


Kegembiraan mereka saat ini membuat papa Xerlan dan mama Arlin terlupa akan sesuatu yang mereka ingin targetkan.


"Maaf Pak Xerlan bukan kah ada lagi pasangan pengantin yang harus dinikahkan," kata bapak wakil kua itu.


Semua di ruang tamu yang menjadikan tempat risepsi pernikahan menjadi heboh. Mereka heran siapakah calon pengantin lagi yang akan dinikahkan.


Mama Arlin menepuk jidatnya.


"Ya Allah aku lupa,"


.


.


.


.

__ADS_1


.siapakah???????


__ADS_2