CINTA AULIEE

CINTA AULIEE
34


__ADS_3

Kegembiraan mereka saat ini membuat papa Xerlan dan mama Arlin lupa akan sesuatu yang mereka targetkan.


"Maaf Pak Xerlan bukan kah ada lagi satu pasangan pengantin yang harus dinikahkan saat ini," tanya bapak wakil dari pihak KUA itu.


Semua yang hadir acara nikah di ruang tamu yang di jadikan ruang risepsi nikah menjadi heboh. Mereka heran siapakah calon pengantin lagi yang akan dinikahkan.


Mama Arlin bangkit dan menepuk jidatnya. "Ya Allah kok aku bisa Lupa ya,"


Mama memerintahkan seseorang dari kamar tamu di lantai 2 untuk turun ke ruang tamu.


TAK


TAK


TAK


Bunyi sepatu hak tinggi milik seseorang yang menuruni setiap anak tangga dengan menunduk malu.


"Nak~~ jangan menunduk begitu, lihat kedepan kan manis, mau nikahan kok malu maluin" manggil mama Arlin kedengaran oleh semua hadirin di ruang nikah yang di siapkan megah dan mewah.


Mereka semua tertegun dan terkejut karena di dalam kartu jemputan hanya ada sepasang pengantin padahal hari ini ceritanya langsung dua pasang.


Leo menoleh karena cukup penasaran dan terbeliak matanya saat melihat sosok wanitanya yang di cintai menuruni anak tangga. Leo terkedu terus menghampiri mama Arlin.

__ADS_1


"Mam--- ma--mama, aa--pa se--mua ini" tanya Leo hampir pingsan.  Kerana kekasihnya seperti mau bernikah saat itu. Tapi dengan siapa pikirnya.


Leo menarik lengan mama Arlin menanyakan kenapa Chacanya terlihat seperti mau nikah dan jantung Leo benar- benar mau copot saat itu juga.


Hatinya gelisah tidak keruan. Pikirannya langsung melihat Chaca yang duduk siap untuk di nikahkan tanpa melihat dirinya. Heran baginya bukan.


Pasangan yang baru saja di ijab kabul mendekat pada mama Arlin dan meminta penjelasan.


"Kenapa kalian melihat mama begitu, mau kena tinju atau jewer kuping kalian ha???" Auto Leo dan Ben memegang telinga masing-masing membuat Auliee terkekeh ketawa melihat adegan kompak itu.


Papa Xerlan menggeleng kepala melihat tingkah ibu dan anak-anaknya. Tidak menunggu masa yang lama papa Xerlan memanggil.


"Udah candaannya mama, kasian Chaca itu udah lama menunggu" ucap papa Xerlan.


"Tapi paa--" belum sempat Leo menghabiskan kata-katanya, mama sudah menolak paksa Leo untuk segera ke meja akad nikah dimana Chaca berada.


Auliee hanya tersenyum senang melihat sahabatnya juga turut menikah. Membuat hatinya tenang tanpa takut meninggalkan Chaca keseorangan karena dia juga sudah ada pendamping yang amat mencintainya.


Leo menangis selepas di ijab kabul, tidak disangka ternyata dialah yang sangat bertuah pada hari itu. 


Mulutnya tak putus-putus mengucapkan terima kasih kepada mama Arlin dan juga papa Xerlan.


"Sudah Le, lihat menantu mama Chaca tuh sendirian di sana, kenapa pada ditinggalin ha??" Kata mama hampir menjewer telinga Leo namun dia dapat menghindar.

__ADS_1


Malam tiba saat risepsi, gaun indah milik Auliee dan Chaca melintasi karpet merah dan di sambut oleh pasangan masing.


Ucapan demi ucapan dari mama Arlin dan papa Xerlan dilontarkan. Bertambah terharu bila saat Auliee meluahkan segala yang dia pendamkan.


"Mama papa terima kasih karena sentiasa memberi kesempatan untuk aku yang banyak kekurangan ini sebagai menantu mu, maaf aku selama ini tidak mencarimu, sumpah aku sangat lemah dan aku bangkit karna ada Chaca temanku itu dialah memberi semangat baru untukku" menunjukkan arah teman kesayangnya. Sambungnya lagi.


"Kak aku pernah berjanji gak akan mencintai orang lain selain darimu, aku setia menunggu mu sampai kapan pun, karna aku dapat merasakan kamu sentiasa ada dan selalu datang menemani setiap malamku" pegangan tangan Ben semakin kuat bagi menenangkan istrinya.


"Kak aku sayang banget sama kamu, percayalah kak Cinta Auliya Anggun Derica ngak pernah pudar" mengambil tangan suaminya mencium lembut. Ben membalas kecupan di dahi sangat lama sehingga di tegur oleh Leo.


"Ehemmm, cieeee yang udah halal ngak lihat tempat, hihihi " Leo berdehem dan bercanda malah di siku oleh Chaca.


Semua yang melihat godaan Leo ketawa sambil masing-masing mengelap air mata yang mengalir akibat ulah Auliee yang meluahkan isi hatinya di panggung penikahan mereka.


Di akhir acara semua tamu undangan mengucapkan selamat kepada dua pasang pengantin.


Maily yang hadir bersama orang tuanya menyalami Auliee penuh dengan rasa bersalah.


"Nona cantik, ma--maaf kan aku atas segala kesalahan ku," mohon Maily pada Auliee.


"Non Maily jangan begini kesal ya emang aku kesal, tapi semua yang terjadi sudah di gariskan, semoga non benar-benar insaf ya non" kata Auliee langsung memeluk Maily dan memaafkan kesalahan kemarin.


Maily akan berangkat ke Singapura pada ke esokkan harinya. Itulah yang telah sepakat dan tidak akan mengganggu gugat keluarga Benjamin Ardy.

__ADS_1


Akhirnya Auliee bersyukur dipertemukan kekasihnya hatinya, menemani setiap malam, setiap derap langkah kakinya. Juga pendamping hidup buat selamanya.❤️


Tamat


__ADS_2