
"Nona Auliya Anggun Derica,"
DEG
"I--iya, maaf kak, aaapppp," terus Auliee menutup mulut dan langsung membayangkan wajah kak Ardynya masa lalunya ketika Auliee terlalu grogi seperti saat ini, dia akan banyak bertanya yang membuat kak Ardynya sering menggoda dan mencubit pipi nya.
Dia tersadar.
"Ma--af Pak," Auliee tersadar panggilan yang barusan dia katakan.
Auliee kaget karena hanya kak Ardynya saat lalu sering menyadarkan dia dengan nama lengkap itu.
"Siapa yang kamu keingat terus saat ini Auliee ???," tanya Ben sadar akan tingkah laku Auliee yang gugup.
DEG
"I--tu---," Auliee gugup, Ben hanya tersenyum.
Auliee tidak bisa menjawab pertanyaan bosnya itu dan dia langsung melihat ke luar jendela mobil. Auliee menunduk menutup wajah sedihnya.
Saat ini, Ben mengerti perasaan kekasihnya, Ben hanya mengamati Auliee yang tidak duduk diam sambil memainkan kelima jari kedua tangannya.
Suasana tenang sepanjang perjalanan yang mereka lewati. Auliee baru menyadari bahwa mereka tidak berada ke arah kafe yang seharusnya mereka tuju..
Menoleh kearah sampingnya dan Auliee mula bersuara lagi.
"Pak, hmmmm, pak kita ini mau kemana, tadi bapak bilang kita ada pertemuan?," Tanya Auliee.
Ben menoleh sejenak.
"Menurutmu kapan ya aku memberitahumu kemana kita harus pergi hmmmm, sepertinya ngak ada kan, cuma aku kabari kamu supaya temani ku saja," sahut Ben sambil membuat gaya memikir.
"A---atauu, ba--bapak mau nyulik sa--saya," Ben diam dan tidak menghiraukan lalu mengerling singkat ke arah kekasihnya.
__ADS_1
"Kamu kira aku mau culik kamu, hmmm, tapi kalau aku culik kamu ngak pa pa kok, lagian kamu cukup cantik," ucap Ben tersenyum dan menaikkan alis matanya.
"Canda pak, lagi diem," lalu Auliee bermain dengan kelima jarinya karena gugup apabila Ben menggodanya.
"Pak, pak Leo di-----,"
"Apa kamu ingat aku ni harus nempel terus sama si Leo itu...aaaa ngaco kamu, " ucap Ben.
"tapiiikan Pak Ben lagi ngak sehat-----..."
"Ngak pa pa non, aku udah sehat.. lihat nih... sudah... jangan kamu khawatir ya, nurut aja," kata Ben menenangkan Auliee.
"Tapi, Kita lagi kemana ya Pak," tanya Auliee lagi.
"Pak Pak Pak...Auliya Anggun, boleh ngak kamu hanya panggil ku dengan namaku saja..jangan berembel-embel pak...uuuffffff," kesal Ben hanya pura-pura.
"Ta----tapi kan kamu itu atasan ku, ngak enak lho,"
"Tapi tapi dari tadi, di mobil ini hanya ada kita berdua non, bukan di kantor, geli telinga ku mendengarnya bila kamu yang memanggilku kayak gitu," jelas Ben membuat gaya.
"aaaa mmmm......pa....emmm...Ben ..kita mau kemana nih,"
"Nanti kamu tau, tenang aja dong,"
"Ta------taapi-----,"
...💕💕💕...
Di toko bunga Vinnacha, Leo dan Chaca sama-sama saling diam-diam menikmati sarapan yang dimasak oleh Chaca sendiri.
Leo sangat keasyikan makan sehingga tanpa dia sadari makanannya licin di piringnya. Leo melihat piring Chaca yang masih ada bersisa separuh dan tanpa meminta Leo mengambilnya tanpa segan silunya memakan lebihan dari Chaca.
Chaca yang baru menyadari terkejut, Leo mengambil makanannya.
__ADS_1
"Leo i---itu kan lebihan ku," kata Chaca.
"Kenapa???, dari mubazir dosa tau," ucap Leo tanpa melihat wajah Chaca yang merah menahan malunya.
"Ta-tapi Leo itu kan-----,"
"Ngak ada racun kan sayang, diam aja aku lagi makan nih, ntar keselek, gi mana???," Jawab Leo terus melanjutkan makannnya.
"Iya maaf,"
Tidak berkata apa-apa lagi, Chaca menandaskan air teh hangatnya sambil menatap Leo yang sangat menikmati makanannya. Sungguh dia terharu.
TAP
TAP
TAP
Bunyi sepatu dari seorang wanita cantik masuk ke toko milik Chaca dengan hati yang senang. Melihat keliling toko yang dipenuhi bunga kembang berwarna indah.
Wanita itu terkejut dengan sosok lelaki yang sedang makan dengan lahapnya.
Tanpa mereka sadari seseorang datang mendekati mereka.
"Assalamualaikum,"
"Waalaikumusalam," sahut mereka berdua langsung menoleh.
"Mama??,"
"Tan---tante!!??
Serempak mereka terkejut dengan kedatangan tamu yang menjadi pelanggan tetap di toko bunga milik Chaca.
__ADS_1
.
.