
"Tidak seorang pun bisa call atau chat tentang kedatangan kita, inget ya kalian, kalau Ardy ketahuan aku habisin kamu Leo," perintah mama Arlin.
"Siap Nyonya," ucap Leo menatap ngeri ke arah mama Arlin.
"Iiihhhhh, bilang juga pada papa mu, dan share location dimana kita nanti, ngerti!!!!??,"
" Iya Nyonya,"
"Duhhhh kayaknya masih kesal tuh," ucap Leo menggaru lehernya.
...🚗🚗🚗...
Setelah satu jam di jalan. Auliee terkejut dan menatap iba ketika mereka berhenti di tempat dimana dia dan kak Ardynya bertemu pada masa lalu.
Ben keluar dari mobil memutar arah kemudian membuka pintu untuk Auliee. Auliee memandang Ben dan Ben mengangguk menghulurkan tangannya membantu Auliee keluar dari mobil.
Pantai. Sungguh membuat Auliee terdiam. Apa mungkin kak Ardy sudah kembali ingatannya. Akhirnya AUliee bersuara dari keheningan.
"Ben," panggil Auliee.
"Kemari, " kata Ben menepuk tempat kosong disebelahnya.
Ben mulai biacaranya dengan memerhati pantai yang bergitu tenang menceritakan curahan hatinya.
"Aku mau cuhat bisa ngak non," kata Ben tersenyum dan Auliee mengangguk. Ben kembali berbicara.
"Kamu tau, aku pernah kesini bersama seseorang yang aku sayang waktu lalu,"
Deg
Auliee memandang seketika di wajah Ben dan mengalihkan pandangannya semula ke arah pantai untuk menenangkan jantung yang mulai memompa laju.
"Aku merindukan seorang gadis cantik dan manis yang amat ku sayangi, yang menjadikan setiap saat ku hanya memikir dia. ....lalu...kamu tau...Dada ku sesak....disini," kata Ben menunjukkan jarinya ke arah dadanya.
"Merindui dirinya tanpa mengenal..... hanya sosok gadis buram bermain di mindaku dalam tempoh masa yang panjang,"
"Sehingga mengganggu setiap malam-malam ku, jelas sekali aku amat mencintainya," mata Ben mula berkaca-kaca.
__ADS_1
"Nona, aku cinta banget sama dia, tapi aku ngak tau siapa dia malah aku terus sakit dan sakit kamu tau,"
"Sumpah aku selalu mencintai dia, menyanyangi dia, malah aku ngak tau siapa dia, sakit banget," Ben mula menangis tanpa rasa malu.
Tidak terkecuali Auliee juga turut sedih langsung mendekati Ben lalu memeluk tanpa dia sedari Ben juga membalas pelukkan. Ben mulai bicara lagi.
"Nona, Kamu tau siapa dia yang selalu ada dalam hati ini dan ngak pernah pergi walau aku amnesia, menemaniku setiap malamku,"
"Yang amat aku cintai,"
"Dan berjanji akan setia selamanya mencintai sehingga mati memisahkan kami," Auliee menunduk dan jantungnya semakin laju.
Auliee melepaskan pelukkan tetapi Ben menarik semula dan memeluk kembali kekasihnya.
"Anggun."
DEG
"Anggun,"
"Aku rindu sama kamu, kamu Ang," belum sempat Ben menyudahkan perkataannya Auliee memeluk dengan erat dan menangis semahunya.
"Hiksss hikssss ngak, ngak perlu kata maaf kak.....kak Ardy tidak bersalah hikssss hikssss, semua ini takdir kak, jangan lagi tinggali aku ya kak hikssss hiksss," pinta Auliee terus menangis.
"Iya, ngak akan, kamu juga jangan lagi nangis kayak gini, sakit hatiku melihatmu begini, ntar manismu hilang sayang," Auliee senyum menepuk dada Ben yang sempat menggoda nya.
"HhhMmmmm Sayang, aku ada sesuatu yang harus aku ,"
"Apa itu?"
"Anggun emmm..."
Auliee terus menatap mata yang lama dia rindukan. Menunggu setiap kata yang akan diucapkan oleh kekasihnya. Walau wajah Ben sedikit berubah namun matanya tidak.
"Anggun aku ngak sanggup lagi kita berpisah," lalu Ben mengambil sesuatu yang dia simpan di sakunya. Lalu melutut di depan Auliee.
"Sayang mahu kah kamu menjadi pendampingku menjadi istri dan menjadi bunda kepada anak-anakku, "pinta Ben tulus dengan sisa air mata yang masih diwajahnya.
__ADS_1
"Hiks hiks hiks.. aku....aku mau, "sahut Auliee lalu memeluk Ben dengan erat.
"Tapi mama sama papa, gimana?,"
"Akan aku kabari hal ini kepada mereka setelah kita pulang,"
"Mereka tau gak kakak udah sembuh??," Ben menggeleng dan memikirkan apa yang akan dia terima setelah ini karena tau sikap mamanya.
Saat mereka sedap berpelukkan di bawah pohon mengadap ke arah laut yang tenang masih belum di penuhi pengunjung itu.
"Cie cieeeeee yang dilamar sama bos amnesia," goda Chaca.
Mereka berdua terkejut dengan kedatangan Chaca dan Leo.
"Kamu chaaa..," chaca merentang tangannya dan Auliee memeluk temannya.
"Congratulation," ucap Chaca terharu melihat temannya happy.
"Bos congret ya," ucap Leo
"hemm,"
"Setelah ini aku ngak ada teman lagi, siapa yang menemai makan makanan yang aku masak nanti, " sedih Chaca.
"Aku ada!!," kata Leo hanya menatap seketika gadis periang itu.
"Kamu ? ah ngaco," balas Chaca menghindar terus.
"Hahahahaha," tawa Leo menarik lengan Chaca dan merangkulnya.
Tiba-tiba...
"Apa semua ini????,"
DEG
.
__ADS_1
.
.