CINTA AULIEE

CINTA AULIEE
29


__ADS_3

Saat dan ketika ini emosi Maily terbelenggu oleh perasaan amarah yang berada di tahap paling tinggi dan tidak mempeduli apa akan berlaku kemudiannya.


SREEEEEEETTTTTTTTT


DDDOOMMMMMMM


"AAARGHHHHHHHHHH,"


"AULLLIIIEEEEEE,"


"ANGGGUNNNN,"


"BEEENNNNN,"


"ARRRRDYYYYYY,"


Mama Arlin, papa Xerlan, Leo serta Chaca berteriak serempak melihat Ben dan Auliee di datangi mobil yang kelajuannya maksima. 


Nasib mereka beruntung karena mereka berdua di selamatkan oleh dua orang bodyguard yang memata-matai setiap gerak-geri Maily.


Kedua orang bodyguard itu sebenarnya di upah oleh Pak Derman ayah kepada Maily supaya tidak ada lagi kesalahan yang di buat oleh anaknya.


Tetapi ayah Derman tidak sepenuhnya percaya bahwa sikap anaknya bisa saja berubah yang selalu akan mempengaruhi emosi ayah Derman.

__ADS_1


Dengan gerak cepat kedua orang bodyguard yang tadinya ditugaskan memantau anaknya itu terus menarik tubuh Auliee dan Ben dengan cepat penuh hati-hati.


"Terima kasih, kalian siapa??," Tanya Ben kepada keduanya.


"Maaf Pak Ben, bu, kami telah di tugaskan untuk berjaga-jaga Dan akan menyelesaikan masalah ini secepatnya. Bos kami akan menghubungi anda Pak Ben dan kami harap anda tidak membuat sebarang tindakan apa apa terlebih dahulu, biar kami yang mengurus semuanya, maaf lagi, kami pamit," mohon dari salah seoang bodyguard menunduk hormat dan meminta izin segera pergi.


Salah seorang bodyguard itu menelepon Pak Derman dan memberitahu bahwa Maily telah membuat olah. Bodyguard itu terus menghantar rakaman CCTV yang telah merekam kejadian itu.


Mama Arlin berlari ke arah Ben dan Auliee sambil menangis dan hampir pingsan. Mama Arlin memeluk meraka dan bersyukur karena mereka berdua tidak kenapa-kenapa.


Papa ingin segera ke polisi dan juga menghubungi orang-orang bawahnya namun dicegah oleh Ben.


"Kenapa Ar kamu kenal siapa yang ingin menabrak kalian??," Tanya papa Xerlan.


"Iya pa, sepertinya aku mengenalinya, papa tenang aja, mereka akan menghubungi ku," jelas Ben menenangkan papanya.


Auliee masih dalam keadaan terkejut dan masih kuat menggenggam tangan Ben sehingga telapak tangannya berkeringat.


Ben coba menenangkan dengan membalas genggaman tangan Auliee.


...😔😔😔...


Papa Xerlan dan mama Arlin terus pulang kerumah mereka bersama supir dan menelpon ART untuk menyiapkan makan siang untuk semua.

__ADS_1


Auliee bersama Ben mengikut mobil yang di kemudi oleh supir papanya di ikuti oleh mobil milik Leo di belakangnya. Mereka langsung ke rumah keluarga Samurda.


Hampir satu jam lamanya setelah mereka terjebak macet, satu per satu mobil berbagai merek memasuki pekarangan rumah agam itu.


Mobil berjejer cantik di area parkir yang telah tersedia. Sungguh Chaca yang tidak pernah melihat rumah yang sepertinya bukan rumah biasa melainkan rumah yang luar biasa berdiri gah di antara kediaman-kediaman lainnya..


Auliee yang baru saja keluar dari mobil mendekat dan menepuk pelan temannya itu.


"Udah kagumnya, yuk masuk," ucap Auliee kepada Chaca membisik di telinga.


"Hihihi, maaf," malu Chaca mengikuti Auliee dibelakangnya.


Mama Arlin melihat Auliee dan Chaca masih di teras, kemudian dia memanggil dengan lantang.


Mereka terkejut dan tersenyum langsung menghampiri mama Arlin. Perasaan takut dan panik hilang begitu saja setelah calon menantunya juga anaknya dalam keadaan baik-baik aja.


Tetapi tidak pada Ben, emosi Ben masih lagi terkawal di hadapan mama dan kekasihnya agar tidak ketahuan bahwa dirinya masih belum puas dan ingin segera mengetahui siapa dalang disebalik rencana mencelakai dirinya dan Auliee calon istrinya.


"Aku akan pastikan tiada ampun untuknya," ucap Ben perlahan sambil mengepalkan tangannya karena marah.


Papa melihat itu menepuk pundak Ben dan berkata. "Kita bicara di ruang kerja setelah makan siang nanti, sekalian Leo,"


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2