
.
Ternyata sekali tidak sampai 10 menit mama Arlin tiba di ruang kantor CEO langsung masuk tanpa mengetuk pintu.
"Assalamualaikum sayang, pa....ngapain, apa yang penting banget sampai manggil aku kemari,"
"Waalaikumusalam, yuk sayangku, aku punya sesuatu untuk ditunjukkan padamu," ucap papa Xerlan menarik lengan mama Arlin ke kamar di ruangan itu.
"Isskkkk paaaa.... mau ngapain dikamar, tu lihat ada Leo, ngak ada malunya apa," mama mencoba melepaskan tautan tangan papa Xerlan.
"Ya tuhan ku, sayang, kesitu mulu mikirnya, hahahahahahaah,"
"Terus---,"
CEKLEK
"Tuh lihat di sana," ucap papa Xerlan langsung membuat mama kaget dan memukul lengan papa Xerlan tanpa menunggu penjelasan lebih lanjut.
"Aduhhh ma, kenapa mukul aku terus," tanya papa heran dengan perilaku mama Arlin.
"Itu kamu lagi gatel ..... berani berselingkuh," terusan memukul membuat Leo yang berada disitu langsung ngakak.
"Ya Allah Sayang, mana berani aku selingkuh, sudah, sakit nih ma,"
" Terus kalau bukan selingkuh itu siapa!!??," teriak mama langsung laju tangan mama Arlin mencubit pinggang papa Xerlan.
"Aaawuuuuuwwww, sakit ma...sudah...denger dulu papa mau bilang nih, lepas tanganmu,"
Perlahan mama Arlin melepaskan cubitan nya. Membuat papa lega.
"Ayo cepetan bilang siapa dia, sebelum aku lempar tas ku," mama Arlin mengambil tasnya dan coba melemparkan kearah papa Xerlan.
"Hahahahahahha," tawa Leo pecah langsung menutup mulut nya.
"Iya iya sabar sayang, duduk dulu, itu bukan siapa-siapa, dia sebenarnya Anggun sayang putri kita," Jelas papa Xerlan.
"Apaaaa, yang benar pa, gimana bisa,"
"Iya ma, begini,"
Papa Xerlan mulai bercerita dari awal sejak kedatangan pagi tadi dah Leo mengiya kan setiap perkataan papa Xerlan katakan.
"Jadi aku belum sempat ngomong dia udah pingsan duluan," jelas papa lagi.
"Ya Allah, Anggun," ucap mama Arlin.
__ADS_1
Tiba-tiba pintu di ketuk dari luar ruangan kantor. Muncul dokter wanita membawa tas khas dokter.
" Maaf lambat lagi macet Tuan, hmmmm siapa yang sakit," dokter Reana menatap satu per satu namun semua nya sehat.
"Ngak pa pa dokter, mari saya tunjukkan siapa yang sakit," senyum papa Xerlan ngerti pemikiran dokter itu.
Setelah masuk di dalam ruangan kamar pribadi CEO ,dokter melihat Auliee terbaring terus mendekat dan melihat detak jantung juga segalanya yang harus dia atasi.
Mama Arlin juga turut mengikut masuk dan duduk di sebelah Auliee, memegang tangan Auliee dan berkata.
"Mama rindu sama kamu sayang," Mama menitikkan air matanya karena terlalu rindu dengan Auliee.
Ayah serta ibu Auliee telah lama meninggal saat usia Auliee masih SD. Mama dan papa Xerlan telah menganggap Auliee seperti putri mereka sendiri.
"Cantik banget kamu sayang....," Ucap mama Arlin mengusap pipi Auliee.
Saat mama Arlin berbicara dengan Arlin yang masih terbaring, terdengar suara gaduh di luar kamar.
"Kamuuuu???!!!!," Ucap mereka serentak sedikit teriak membuat kesemua yang berada di ruangan mengarahkan pandangan ke arah Leo dan Chaca saat pintu dibuka oleh mama Arlin.
"Kamu apakan temanku hahhh??!!!!, dimana dia, " jari telunjuk Chaca sudah berada tepat di wajah milik asisten itu.
"A---aku ngak-----," Ucapan Leo telah dipotong langsung oleh mama Arlin.
"Chaca????,"
"Kemari Cha, kamu temannya Anggun ya Cha," Tanya mama Arlin.
Baru dia teringat akan tujuannya kesitu.
"Anggun??? oh Iya tan, gimana keadaan dia tan, adakah dia baik-baik aja, kenapa dia bisa pingsan,"
"Tenang ...kita tunggu ya, dokter masih di dalam, dia ngak pa pa,"
"Oooh ya, kok tante di sini ya, apa hubungan nya," tanya Chaca.
"Duduk dulu Chaca," pinta mama Arlin.
"Dia siapa tan, kenapa dia juga disini, ohh iyaa... kemarin...oke oke, sungguh semuanya kebetulan, eh tunggu, tante mau cerita apa ya,"
Leo hanya menggeleng dengan tingkah laku wanita yang dia mulai ada rasa itu. Kemudian dia terseyum.
Dalam 10 menit dokter Reana keluar dari kamar ruangan pribadi itu dengan alat medisnya.
"Tuan Xerlan, putri anda ngak pa pa cuma kelelahan, ngak ada asupan makanan dan mungkin stress atau kaget akan sesuatu," Jelas dokter.
__ADS_1
Dokter juga menjelaskan mungkin nona Auliee mengalami stres dan kerap insomia.
"Pak Xerlan ini daftar obat yang perlu anda beli di apotek, saya permisi dulu yang Pak , nyonya," dokter Reana mundur dengan hormatnya. Papa Xerlan mengucapkan terima kasih.
"Pa kasian Anggun,"
"Iya ma, kita harus menyatukan mereka,"
"Pa ini temannya nak Anggun," mama memperkenalkan pada papa Xerlan dan Chaca menghulirkan tangan lalu mencium seperti sebelumnya dia menyalami mama Arlin.
" Tuan, saya Chaca temannya Auliee,"
" Ngak usah lah bertuan tuan nak, ikut selesa kamu aja, papa pun bisa,"
"Ohh iya, baiklah"
Chaca melihat kondisi Auliee sangat menyedihkan. Chaca menanyakan pada Pak Xerlan apa yang berlaku.
"Papa Xerlan, apa sebenarnya yang terjadi dengan Auliee, apa yang membuatnya pingsan, maaf pa, saya banyak bertanya," tanya Chaca yang amat khawatir dengan kondisi Auliee sejak lama.
"Ngak pa pa nak, boleh papa tau sejak kapan kamu berteman dengan Anggun, bagaimana kondisi dia selama ini, apa dia sakit atau bagaimana?" tanya Papa Xerlan serius.
"hmmmm, gimana ya"
Chaca duduk di sofa luar ruangan kamar pribadi Pak Xerlan. Mama Arlin duduk bersebelahan Chaca. Menunggu Chaca bicara.
Leo masih setia menemani Bos Besarnya . Chaca mula berbicara santai.
"Papa, mama aku kenal dengan Auliee sejak di SMA, aku juga kehilangan orang tua ku saat kecil. Saat aku bertemu Auliee dia selalu murung dan menggemgam kalung di lehernya itu. Aku mulai dekat dengannya saat dia jatuh pingsan di kelas,"
"Sejak saat itu, aku dekat dengan Auliee, makan dan minum dia aku sering ingatkan,"
"Dia mula menceritakan seorang pria yang dia sayang telah pergi meninggalkan dia, dan kalung yang ada dengannya adalah pemberian dari orang yang dia cinta "
"Auliee sering menangis, dia ada insomnia, tapi mulai berkurang, namun setiap malam sebelum tidur dia akan selalu keingat akan kak Ardynya," jelas Chaca sambil menahan iba.
Mama Arlin memeluk Chaca dan mengucapkan terima kasih telah merawat Auliee. Mama Arlin menceritakan siapa dia dan papa Xerlan.
"Kami orang tua kepada Ardy juga orang yang Anggun rindui itu,"
"Apaaaaa!!!???" saking kagetnya Chaca. Tapi bukan saja Chaca tapi Leo juga.
.
.
__ADS_1
.