
.
"Dia menegurku," Auliee tersenyum bahagia sekali, apabila Ben mulai menegurnya.
Auliee membereskan semua pekerjaan ya, hati dan jiwanya sangat senang ketika mendapat sapaan dari seorang yang di cintainya.
Auliee pulang sambil menebarkan senyuman pada semua rekan kerjanya saat mereka bertemu sama lain. Sungguh senang.
...☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️...
Segar pagi memberi keceriaan buat pesona seorang pria ganteng yang sedang bersiap untuk ke kantor nya.
Setelah tiga hari libur, atas instruksi dokter yang merawatnya. Ben kembali semula ke kantor.
Dia akan berperan sebaiknya agak tidak ketahuan bahwa dia sudah pulih ingatan. Hanya dokter Kay saja yang sudah mengetahui.
Meskipun Ben sangat merindukan Auliee... Namun, Ben tetap dengan perannya sebagai seorang amnesia.
Ben telah ditunggu oleh asisten nya Leo. Breakfast bersama dan segera ke kantor.
"Waow, anak ganteng, mau kemana," Tanya mama Arlin.
"Mahu nongkrong ma, tuh di warung pojok tuh sana," jelas Ben membuat mama mendekat dan menjewer telinga Ben.
"Aaaawwwww, maaaaaa sakittttttt," teriak Ben dan Leo yang melihat menggeleng dan tertawa.
"Rasakan, bila di tanya itu, jawabnya yang benar,"
"Ya tau kan aku lagi mau ke kantor, lagi ditanya-tanya," ucap Ben menahan sakit di kupingnya.
"Pintar berkata-kata," kesal mama Arlin melepaskan jeweran itu langsung memukul pundak Ben dengan tangannya.
"Duh!!! ganas mamaku,"
"Biarin!!!, Udah sana kerja, Leo kamu awasi dia ya,"
"Iya tan, arahan diterima," kata Leo membuat Ben memutar bola matanya melihat mereka berdua.
...✨✨✨✨✨✨...
"TING"
Pintu lift terbuka dan Ben serta Leo melangkah penuh gaya arrogant .
"Selamat Pagi Pak..," ucap karyawan yang berpapasan.
" Pagi," balas Leo.
Ben hanya memandang sekilas karyawannya meskipun dia memang jutek dan dingin tapi dia penuh wibawa. Ben terus keruangannya bersama Leo yang sentiasa bersamanya.
"Pagi Pa..pak b... Ben, "kata Auliee gugup saat mata bertemu.
Deg deg deg..
"Pagi, buatkan kopi saya nona...," pinta Ben setenang mungkin. Jantung Ben tak kalah laju.
"Baa baik pak," sahut Auliee langsung ke ruang pantry .
Leo hanya menggeleng melihat tingkah mereka berdua kemudian tersenyum.
"aaaaaaa Ya Allah, napa aku begini .....tenang Au tenang bikin kopi..ya kopi.... adehhh aku kok getar gini tanganku"
"Bu Auliee mau saya bantu bu ,"pinta OG yang bernama Nini yang baru masuk ke pantry.
"Ngak usah mbak, biar aku aja," ucap Auliee tersenyum manis. Lalu Auliee pergi membawa kopi.
__ADS_1
☕☕☕☕☕☕☕
Auliee segera pergi ke ruang kantor Ben. Menyerahkan kopi. Setelah itu Auliee membentangkan segala jadwal dan rapat yang lama tertunda dengan setenang mungkin.
" Itu saja pak untuk hari ini," kata Auliee tanpa menatap Ben.
"Baik, terima kasih," sambil mencicipi meminum kopi buatan ratu hatinya.
"Ermm masih sama enaknya, "ucap Ben dalam hati sambil tersenyum.
" Kamu boleh keluar nona, saat rapat siang nanti kamu ikut aku, sekalian makan siang, Leo kamu siapkan semua berkas," jelas Ben datar.
"baik bos"
"Baik pak"
Sahut mereka serentak. Jelas raut wajah Auliee gelisah dan salah tingkah. Auliee terus jalan keluar ke ruangan dan ke mejanya.
"Aku harus apa ya gimana ni aku harus setenang mungkin. Jantung ku aja ngak bisa diam, aaaaaa yakin aku bisa..bismillah," menenangkan hati nya.
"Nona.....hahahhaha......kok pucet .... tenang non ...bos ngak makan orang," ucap Leo menggoda Auliee.
"Cie cie ada yang senang tuh di ajak kekasih rasa deg degan tuh...hahahahah, " goda Leo lalu mengambil berkas yang akan di tanda tangan oleh pak Ben.
Auliee hanya mengerling tajam pada Leo dan memegang dadanya yang masih laju memompa.
Dia terus melakukan rutin kerja nya sebelum berangkat bersama Ben juga Leo.
...🚗🚗🚗🚗🚗...
Usai rapat. Auliee masih saja seperti biasa sekretaris yang lain. Meneliti setiap isi rapat.
Dari dalam mobil sehingga la rapat Auliee sebisa mungkin untuk tenang, namum jantungnya masih memompa laju.
Saat makan siang, Auliee menunduk saat makan hanya sesekali Leo berbicara dengannya dan dia akan menoleh tanpa melihat Ardynya.
Ben pula kerap mencuri pandangannya ke arah si Anggun miliknya itu.
Mereka makan dengan tenang di dalam ruang VVIP. Setelah makan mereka meninggalkan cafe itu, mereka langsung menuju ke kantor.
Namun macet menemani setiap manusia yang menggunakan jalan dan tujuan yang sama.
"Bos mama bos sudah di kantor," kata Leo saat di dalam mobil memecah kesunyian.
"Buat apa mama datang ke kantor jam kerja, mau apa lagi, jangan bilang mau di jodohin segala, ngak akan sampai kapan pun!!!," jelas Ben membantah, kerap saja mamanya akan menyuruh dia menemani mamanya bertemu teman arisannya.
Leo hanya mengangkat bahu. Lalu mengerling di spoin kaca memerhati Auliee yang hanya diam.
Tiba di kantor Ben terus ke ruangnya tanpa peduli Leo dan Auliee yang aneh dengan kelakuan Pak bos mereka.
"Cieeeee ada yang cemburu nihh, "goda Leo terus terus membuat Auliee memukul menggunakan tasnya.
"Auuwww......sakit..."
"Rasakan..wleee, "geram Auliee ngak terima di goda terus terusan.
Tiba di ruangan, mama Arlin duduk dengan cantik di sofa ruangannya.
"Mamaaaaaa, ngapaiiinnn disini, aku udah sehat dong ma, atau jangan jangan mama mau ngajak aku ke tempat arisan mama, apa benar??,"
"Apa mama ngak bisa ketemu anak ganteng mama ha!!, Hahahahah iya setelah ini emang mama mau ketemu teman arisan mama, mau ikut???,"
"Ngak akan!!," Tegas Ben langsung duduk di kursi kebesarannya.
"Iya iya, tenang,.mama hanya saja menunggu teman mama menjemput disini bentar lagi, saja mau ngintai kamu, hihihi," jelas mama senyum semringah.
__ADS_1
"Mama nih bikin aku emosi aja," Ben khawatir kalau Auliee cemburui dia.
Auliee kembali ke ruang mejanya. Meneliti setiap berkas yang akan di serahkan kepada Pak Ben.
Tiba-tiba dia di dantangi gadis cantik yang baru ketemu beberapa hari kemarin di tempat yang sama.
"Hai cantik," panggil Maily.
"Ya mbak Maily, boleh saya bantu, apa mbak mahu ketemu sama Pak Ben, "tanya Auliee lembut.
"Iya, Bennya ada,"
"Ada tapi Pak Ben lagi ada tamu, Ibunya Nyonya Arlin di dalam," jelas Auliee.
"Oh ya, bagus, aku mau ketemu mamanya sekalian, "kata Maily tanpa permisi terus masuk keruangan Ben.
CEKLEK
"Mbakkk tunggg..."
"Maaf Pak.. Nyonya, saya sudah halang." kata Auliee ketakutan karena tidak izin dulu sebelum tamu lain masuk.
"Kamu boleh keluar Nona Auliee," jutek Ben geram pada Maily.
"Kamu kenapa ngak tahu malu terus masuk tanpa izinku, kamu siapa nya denganku," marah Ben.
"Kamu mau apa lagi, sudah jelas kan selama ini aku memberitahu mu. Aku hanya berteman denganmu, titik."
"Tapi kak aku sayang sama kamu kak," rayu Maily mengabaikan mama Arlin.
"Nak kamu siapa ya....Ardy jelasin, "tanya Mama Arlin serius.
"Dia juga anak teman arisan mama, mama lupa saat itu ada salah seorang teman mama membawa dia,"
"Ooooo iya," Mama ngerti dan meneliti pakaian gadis itu.
"Ma ini bukan seperti yang mama pikir, dia juga hanya temanku saat kuliah, mama boleh tanya dengan Leo, dia tau semuanya," jelas Ben pergi ke luar dari ruangannya.
" Kakkkkk," Panggil Maily memegang lengan Ben.
"Lepaskan....aku bilang," Ben melepaskan tangan Maily kasar dan langsung meninggalkan ruangannya terus keruangan Leo.
Ben keluar dari ruangannya dan melewati juga memandang sekilas sosok orang yang ia cinta mati.
"Sabar ya sayang," pinta Ben bergumam dalam hati.
"Tante, tolong aku tan," kata Maily manja Auliee yang melihat adegan itu rasanya mau muntah.
"Maafkan tante nak, tante ngak mau terlibat," jelas mama Arlin lembut dan meninggalkan Maily sendirian di depan Auliee.
Auliee tidak menghiraukan keberadaan Maily dan langsung melakukan rutinnya.
"Keras hatimu ya Ben, aku akan datang lagi, tunggu," pungkas Maily tidak putus asa.
"Aku mendengarnya mbak, berani dekat dengan kak Ardyku, akan ku pintal lehermu," tegas Auliee dalam hati sambil mencucuk-cucuk pen di atas kertas kosong.
Di kejauhan, Ben melihat Auliee sepertinya cemburu. Ben tersenyum dan menutup kembali pintu ruangan kantor milik Leo.
"Ngintip siapa???," Tanya Leo.
.
.
.
__ADS_1