CINTA AULIEE

CINTA AULIEE
21 - TUNGGU AKU


__ADS_3

.


"Ngintip siapa???," Tanya Leo.


"Ngak siapa-siapa," sahut Ben datar.


"Alahhh, anehhhh kenapa kamu di sini, lagi main petak umpet apa,??," Tanya Leo yang masih berkutik dengan kerjaannya karena pastinya Ben akan ada hal mustahak yang harus segera di tuntaskan.


"Aku bos di perusahaan ini suka aku mau kemana-mana," balas Ben duduk berdepan yang terhalang meja kerja Leo."


"Sombong, aku tau ada maunya, apaan?," Tanya Leo masih dengan kerjanya.


Setelah pertemuan singkat dengan Maily, Ben mulai merasa tidak nyaman dengan kehadiran Maily, Ben perlu melakukan sesuatu agar Maily tidak lagi menggangunya.


"Leo aku mau segera buat pertemuan aku dengan Pak Derman di kafe XX jam 5,"


"Lho kenapa aku??, Auliee kan bisa,"


"Lakukan aja dong, aku mah bos, lupa??, maunya kamu yang kamu yang urus," sombong Leo sengaja.


"Hmmm, mula deh, Orang tua Maily?, mau apa bos,"


"Aku mau dia kurung anaknya, bikin pusing saja,"


"Baik bos , ada yang takut kehilangan ni .....hemm, hahahahaah," goda Leo melihat kegelisahan bosnya , iyalah takut di cemburui Anggunnya.


Ben mengerling tajam dan melontar ball pen nya kearah Leo.ย 


"Hahahahha, ngak kena,"


"Diam kamu, cepat buat panggilannya,"


Ben telah menceritakan semuanya kepada Leo dari awal sebelum kejadian kecelakaan danย nowย dia ingat semuanya. Hanya Leo yang tau.


๐Ÿš—๐Ÿš—๐Ÿš—๐Ÿš—๐Ÿš—๐Ÿš—๐Ÿš—๐Ÿš—


Di kafe xx. Ben bersama Leo serius menatap Pak Derman yang hanya santai menikmati kopi orderannya.


"Assalamualaikum Pak Derman"

__ADS_1


"Waalaikumsalam Pak Ben, sepertinya ada hal mustahak, ada masalah apa ya pak apa itu masalah kena mengena dengan perjanjian kita. Ada perlu di ubah?"


"Ya dan tidak," ucap Ben datar.


"hah????," Pak Derman keheranan.


"Ada apa sebenarnya pak Ben.... Pak Leo," tanyanya.


"Begini Pak Derman, Pak Ben mahunya anak Pak Derman menjauhi dia dan kalau mau perjanjian kita di teruskan" Jelas Leo datar dan meletakkan surat perjanjian mereka.


Walaupun berkas telah di tandangani namun keputusan sepenuhnya di tangan Ben karena perusahan Samurdalah yang akan membantu perusahan Pak Derman yang hampir bangkrup.


"Apa Mai buat olah lagi, Pak,??" Tanya Pak Derman menunduk kepala malu dengan tingkah anaknya.


"Iya Pak, malah Nona Mai sering menggangu Pak Ben di kantor," kata Leo membuat Pak Derman menggeleng kan kepala.


"Baiklah dan maafkan anak saya, akan saya urus dia secepatnya," pamit Pak Derman dan izin terus keluar dari kafe menuju ke mobilnya.


"Leo, pastikan Maily tidak lagi datang ke kantorku,"


"Baik bos, arahan di terima,"


"Yuk pulang," ajak Ben.


"Hahahahahah mau ketemu calon pacar nihhhh, iya Kan??,"


" Ahhhhh biarin," kata Leo meninggalkan Ben keseorangan di cafe itu.


"Lho aku ditinggalin nih, woii tunggu!!," teriak Ben pada Leo yang telah keluar dari kafe itu.


"Lambat, hahahahahah,"Leo ngakak meninggalkan bosnya yang suka ngelamun sendirian.


BUK


"Sakit bego!!!,"


"Rasakan Le, kamu itu ngak kasian apa, ninggalin aku, mana mobil aku ngak bawa,"


" Yuk Pak bos, aku hantarin kerumahmu, puasss!!," kata Leo mengusap perut yang ditinju oleh Ben.

__ADS_1


" Thank you," Ben tersenyum lebar.


...๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ ...


Tiba di rumah dua lantai milik Pak Derman. Langsung masuk tanpa ucapan salam.


Tanpa aba-aba Pak Derman langsung menampar anaknya yang berada di ruang tv bersama istrinya.


PUK


"MASSSSS!!!, kenapa sih tiba-tiba, pulang terus nampar anak!!," teriak ibu nya Maily.


"Ibuuuu sakittttt, hisk hikss hiksss," nangis Maily sambil memegang pipinya yang mermar akibat tamparan tangan ayahnya.


"Aku bagi warning pada kamu Mai, sekali lagi kamu ganggu Pak Ben ayah akan hantar kamu ke tempat kakek,"


"Tapi Yah, aku suka sama Ben," mohon Maily.


" Kamu mau perusahaan kita ambruk!!, kamu inget ya," Tegas ayah Derman pada anaknya.


"Hiks hiks hiks," Maily terisak.


"Sudahlah nak, masih ramai pria diluar sana, udah jangan diganggu lagi," ucap mama memujuk. Langsung Maily memeluk Ibunya.


"Bu, aku mencintai dia," ucap Maily pada ibunya.


"Sudah sayang, saat nanti kamu akan ketemu dengan pria yang benar-benar mencintai kamu," ucap ibu memberi nasehat buat Maily.


"Ngak bu, ngak, aku akan cari punca kenapa dia selalu menghindariku," batinnya berkata penuh emosi.


"Kalau aku bukan milikmu, maka tidak ada yang lainnya," bisik hatinya dengan perasaan dendam Maily terhadap Ben.


"Tunggu aku Ben, aku akan membuatmu jatuh ke tangan ku,"


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung ๐Ÿ’•...


__ADS_2