
.
"Hmmmmm, iya, janji, moga berjalan dengan lancar semuanya," doa Chaca mengharapkan teman baiknya bisa bahagia setelah banyak mengharungi kerinduan.
"Iya doa untuk kita juga, Vinnn, dengar aku sekali lagi, aku ngak maksa untuk kamu menerimaku saat ini tapi aku benar-benar sudah jatuh cinta dengan kamu sayang, aku nunggu kamu, moga ada sedikit rasa buat ku,"
"Ihh baru aja mau terima, kamu udah bilang gitu ya udah yuk pulang," langsung Chaca bangkit dan tiba-tiba lengan dia tarik oleh Leo.
BUGH
Chaca jatuh ke tubuh Leo.
"Kamu bilang apa yank??," saat ini Leo sudah pun memeluk Chaca dan wajah Chaca sangat dekat dengan wajah pria yang begitu dia puja.
"A---ku terima kamu sebagai pa--pacarku," ucap Chaca gugup, dengan susah payah menelan salivanya dan menunduk malu menutup wajahnya yang merona merah.
CUP
"Terima kasih yank, aku sangat mencintaimu," ucap Leo setelah mendaratkan kecupan singkat di kening Chaca.
...ššš...
05.05 pagi. Dingin. Saat ini seorang gadis manis bangun menatap jam di dinding. Mendengar suara bising di luar kamarnya. Bukan di luar kamarnya tapi di dapur.
"Chaaaaaaaa," Auliee berteriak memaanggil temannya dan berlari keluar dari kamarnya.
"Woiiii, Chaaaa, aku manggil kok ngak sahut, budeg ya,"Ā
"Saja, soalnya aku lagi masak, males ngeladeni, ntar ngak siap masakanku," jawab Chaca.
" Uuuuiiiiiiiii banyak masaknya, untuk siapa, hari ini kan aku lagi libur ya Cha, ehhh bentar jangan bilang ini untuk karyawanmu, hmmmm tapi kok banyak ada keramaian apa Cha," mikir Auliee seketika.
"Alah ninggalin kamu di rumah aja banyak makannnya, saja aku bikin lebih," senyum Chaca teringat pesan Leo untuk menemaninya di tokonya di waktu pagi.
"Senyum-senyum gitu, sepertinya orang jatuh cinta, hmmmm, ada yang aku ketinggalan nih kayaknya, Chaaaa, cepat bilang .... Kamu udah jadian ya sama Leo,"
"Kepo amat,"Ā
"Cieee cieee yang udah ada ayankkk,"Ā goda Auliee.
"Auuuuu," malu Chaca membuang wajahnya ke samping.
"Hahahahahahahahahha, merah pipi mu," Auliee segera memeluk temannya tanda turut senang.
__ADS_1
Saat mereka bercanda ria, ponsel Auliee berdering. Mereka menatap bersama. Chaca melihat screen hp yang mengeluarkan cahaya dan nama pemanggil.
"Pak.....ehh... kak Ardy is calling!!!!," Ucap Chaca sedikit teriak.
"Cie cie....lagi berdeg degan....cieee liat liat wajahmu ya Allah pipimuuuuu.....kok merah Au.... hahahahah kaburrrrrrrr ," kali ini Chaca menggodanya. Lalu Auliee mengambil bantal kecil di sofa membanting pada chaca.
"Hahahhaahha,"
Auliee bangkit bergegas ke kamarnya dan terus menjawab panggilan dari Pak bosnya eh kak Ardynya.
"Hallo Pak,"
"Assalamualaikum, Auliya Anggun,"
"Waalaikumusalam, hihi....ya Pak...maaf,"
"Santai Nona, aku mau kamu menemaniku hari ini, kamu lagiĀ freeĀ ngak,"
Auliee terpaku saat Ben mahu bertemu dengannya. Gaya bahasa yang lebih ramah..kaget Auliee.
"Apaan ini coba?, Ngajak Aku kluar??," ucap Auliee dalam hati.
"Nona,Ā hallo, are u still there?"
"Iya Pak, maaf, rasanya ngak ada meeting maupon pertemuan dengan......"
"Eh?," heran Auliee.
"Kok dimatiin, ini paksaan," kesal Auliee.
"ciee kak Ardy ku sayang ngajak kencan.... hahahha... kabur.......auuuwwwww..," Auliee terus mencubit lengan temannya sebelum Chaca kabur lagi.
"Rasakan udah sana keluar aku mau bersiap," ucap Auliee sedikit kesal karena terpaksa dan namun dalam hatinya cukup senang.
Mengambil handuknya, terus ke dalam kamar mandi melakukan rutin Mandi.
"Ada apa ya kak Ardy mau aku menemaninya, mau kemana, aku rasa kalau weekend aku ngak pernah usul apa-apa meeting, ahh dia bos bisa jadi ada meeting mendadak," pikir Auliee.
TOK
TOK
TOK
__ADS_1
"Aaaaa apa Chaaaa," Auliee menyahut ketukan pintu kamar mandinya.
"Aku duluan ya, Leo sudah di depan, bye Auuuu," sedikit teriak dari Chaca.
"Iya iya bye," Auliee meneruskan membilas sabun di tubuhnya.
Setelah keluar dari kamar mandinya. Dia membuka pintu lemari mencari baju yang cocok dan sopan.
Dia pikir saat ini dia bersama dengan seorang CEO dan harus menjaga citra dirinya dan bosnya.
"Aku doakan kamu kak moga kamu cepat sembuh kak dan ingat semua kisah cinta kita, aamiin," baru sahaja siap mengoles lipstick, poselnya bergetar.
š„Kak Ardy: 10 menit lagi aku sampai.
š¤ Auliee : iya pak.
Auliee menatap ponselnya, sudah saatnya dia harus ke luar dari apartmen nya.
Mengambil tasnya dan kedengarkan bunyi klakson mobil.
Auliee menarik napas dan hembuskan nafas untuk menghilangkan grogi dalam dirinya.
"Ya Allah bisa jantungan nih kayaknya," gumamnya.
Tiba di mobil, Ben mendekat dan mencapai ikatan rambut Auliee lalu melepaskan rambut dan dibiarkan terurai menutupi leher jinjang milik Auliee.
"Jangan dibiarkan leher kamu itu di lihat orang," mohon Ben dan mengarahkan agar Auliee masuk ke dalam mobil.
Auliee terkejut hanya mengangguk malu mengiyakan permintaan bosnya itu dan terkejut karena hanya mereka berdua.
Bertambah terkejut nya, bila dia saat itu duduk di samping pengemudi.Ā
"Maaf Pak, mau nanya, dimana Le--," ucapan Auliee di potong.
"Masakan kamu ngak tau dia kemana," tanya Ben.
"Ooohhhh tapi kan kita ada meeting, ngak ada dia gimana??,"
"Nona Auliya Anggun Derica,"
"I--iya, maaf kak," terus Auliee menutup mulut dan terbayang wajah kak Ardynya saat dulu ketika Auliee terlalu grogi dia akan banyak bertanya yang membuat Ben akan mau rasanya mencubit pipi Auliee.
"Maaf Pak,"Ā
__ADS_1
"Siapa yang kamu keingat terus saat ini Auliee ???," tanya Ben.
"I--tu---,"