
.
Leo menemui Auliee dan memberitahu bahwa Ben sudah sepenuhnya sadar.
Dokter Kay sudah berangkat pulang setelah membuat pemeriksaan dengan seksama kepada Ben.
"Non Auliee, Pak Ben sudah sadar, mau ketemu ngak,"
"Ngak lah aku lagi banyak kerjaan, ngak pa pa kan??,"
"Ngak, cuma hmmm ngak rindu??,"
" Iskk kamu sama aja dengan Chaca, saja mau goda aku,"
"Iya sama lah dia kan sudah ada di dalam hatiku,"
" Hahahhaha muat???," Canda Auliee bagi menghilangkan rasa getar dihatinya.
"Hahahahhahaha, ngak lah, lagian hatinya emang buatku,"
"Gombal dengan orang yang salah, hahahahahahah,"
"Biarin, lagian kamu itu temannya," ucap Leo pada Auliee.
...💕💕💕💕...
Auliee termenung saat mengingat apa yang mama Arlin pinta saat bertemu sebelum Ben kembali semula ke perusahaan.
" Anggun, "panggil mama Arlin. Langsung Auliee menatap mama dengan senyuman manis dan menyahut.
"Ya ma, ada apa,"
"Begini Ang, kita tau kan gimana keadaan Ardy, jadi mama mau kamu anggap bahwa kamu sama sekali ngak kenal seperti di awalnya ya, maaf kan mama Ang bukan bermaksud mau kamu hindari tapi---" mama menunduk mencoba untuk tidak menangis tapi apabila saat tangannya disentuh oleh Auliee air matanya tidak bisa menahan dari mengalir. Terusan lolos. Mama meneruskan ucapannya.
"Tapi Mama hanya mikir kesehatan Ardy, biar dia perlahan coba untuk mengingat, jadi ia ngak bakalan memaksa dirinya, kamu ngerti Ang, kita sama-sama membantu Ardy untuk pulih, sebisa mungkin ya, "jelas mama Arlin.
"Iya ma, aku ngerti, kita sama-sama pulihkan dia, aku sayang padanya ma," balas Auliee senang lalu memeluk mama dengan tangisan deras.
"Mama tau,"
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Ben yang juga dipanggil Ardy oleh orang tersayangnya membuka kelopak matanya perlahan. Mengingat kembali semula sebelum dia sakit dan pingsan lagi.
__ADS_1
Dia melihat keliling ruang yang masih didalam kantor kamar peribadinya. Ada mama Arlin dan juga papa Xerlan.
Nyeri di kepala nya masih tersisa. Dia bangkit dan bersandar di sisi kasur.
" Ma, kapan mama sampai ma, aku kan cuma sakit dikit aja kok kemari,"
"Dikit apa dikit, hampir 2 jam kamu ngak sadar, ngak tau diri kita lagi khawatir, dia bilang dikit aja, " kesal mama.
"Iya ma, maaf ya, kalau bikin kalian repot," ucap Ben saja menduga orang tuanya.
"Kamu itu bikin mama kaget tau ...gara-gara kamu pingsan mama ngak jadi pergi ke shopping sama temen-temen arisan mama tau, " ngambek mama jelas hanya bercanda.
"Maaaaa, "sahut papa Xerlan.
"Iya iya.....aku bercanda pa....syukur kamu ngak pa pa.....yuk kita pulang ini udah jam pulang"
"Papa sama Mama pulang duluan.. aku sama Leo aja. "Jelas Ben bangkit terus ke kamar mandi.
" Eh anak ini, enak sekali, kita datang mau bawa dia pulang malah kita yang di nyuruh pulang, ada-ada saja," kesal mama Arlin langsung menarik papa Xerlan keluar ruangan kantor.
"Udah ma, biarin, syukur ma dia ngak pa pa," kata papa Xerlan lega.
Ben membersihkan dirinya yang merasa lemes dan berkeringat kemudian Ben bergumam.
Ya dia sudah kembali pulih . Namun masih memerlukan kekuatan emosi untuk mengungkapkan kembali kata-kata cinta.
Membutuhkan rasa percaya diri.
Kerinduan yang hadir membuat sesak di dadanya. Ben tidak mahu bertindak tergopoh. Lalu Ben tersenyum dan bersyukur.
"Alhamdulillah thank you Allah," Ben bersyukur karena dirinya sudah pulih ingatan.
Dia membayangkan sosok gadis yang dia amat sayang saat lalu. Auliya Anggun.
Ben sangat bersyukur.
...🌹🌹🌹🌹...
"Yuk Leo, kok ngelamun, mikir apa??, Cewek ya???,siapa???," Berbaris pertanyaan dari sepupunya itu.
"Iya pasti lah cewek, lagian ngak mungkin cowok!!,"
" Hahahahahah iya juga ya, hmmm, siapa kamu nafsir... siapa Le????, Jangan bilang itu temannya non Auliee," tanya Ben kepada Leo.
__ADS_1
"Hmm, Kamu nih kayaknya udah sehat ya, udah pintar nebak-nebak segala,"
"Aku sakit kah????,"
"Males ngeladeni kamu, yuk mau kemana, pulang atau ngopi??,"
"Kamu itu memang ngerti aku, apa lagi kita release tension yuk, ngopi di cafe favorite ku,"
" Ayo!!!, Ehhhh wait!!, sejak kapan kamu ngopi di cafe, jangan-jangan kamu???," Leo penasaran terus menatap muka Ben untuk meneliti apa benar sangkaannya.
"Udah jgn mikir terus, yuk ahhh, kita santai-santai tenangkan dirimu"
"Kok aku sih, kamu itu yang sakit"
"Sakit-sakit, aku udah sehat gini, ganteng lagi, malah dibilang sakit, udah ayo cepetan," Ben menolak tubuh kekar milik Leo ke arah pintu.
"Iya iya, nolak nolak segala,"
Mereka keluar dari ruangan CEO melewati Auliee yang masih dengan pekerjaan nya.
"Non Auliee kami pulang duluan, kamu mau nebeng ngak??, Hihihi," ajakkan Leo membuat Auliee salah tingkah.
"Eng.....enggak Pak Leo, aku sudah di tunggu oleh Pak ojek," ucap Auliee gugup tapi tidak memandang ke arah sang CEO.
"Sudah sekarang waktu pulang nona Auliee, jangan kelewatan pulang," kata kata Ben membuat Auliee berdeg degan.
"I--ya Pak, terimakasih,"
"Yuk Leo," panggil Ben langsung penepuk pundak Leo untuk segera berangkat keluar.
" Hmmm, bye non Auliee, oh ya kirim salam ku pada Vannicha ya, nih bekas kosongnya, makasih lagi," ucap Leo langsung meninggal Auliee.
"iya Leo," . Diam sejenak
"Dia menegurku," mikir Auliee.
.
.
.
Bersambung 💕💕
__ADS_1