
Imma tersadar dari pingsannya, matanya melihat suaminya sedang di sampingnya dengan wajah lelah.
"Mas.. kamu ga ke kantor?" tanyanya lemah.
Karena Imma sangat mengetahui bagaimana sifat suaminya yang gila kerja dan perfect.
"Tidak imma..hari ini aku cuti!" jawab Daniel.
"Kenapa kau tidak memberitahukan penyakitmu kepadaku? kita bisa segera mengobatinya tidak terlambat seperti sekarang!" tanya Daniel lagi.
"Maafkan Imma mas.. aku hanya tidak mau mas mengkhawatirkan aku karena tahu mas sangat sibuk" balas Imma.
"Imma.. walaupun pernikahan kita dengan perjanjian saling menguntungkan dan tidak ada cinta , tetapi kamu tetap istriku yang sah di mata hukum dan agama jadi sudah kewajibanku menjagamu" kata Daniel dingin.
"Maafkan aku mas..Imma sangat sedih mendengar kata suaminya, di saat sakit seperti ini dia sangat mendambakan di cintai suaminya seperti istri orang lain dan perkawinan yang normal tapi dia sadar dan menerima takdirnya."
Imma menghela nafas dan dengan tubuhnya yang lemah dan kurus dia meraih tangan suaminya, dia ingin suaminya mengabulkan harapannya yang terakhir.
Di sisa umurnya yang tidak lama lagi dia berharap suaminya yang dingin, tetapi dia tahu sangat menyayanginya walaupun tidak mencintainya tapi sebenarnya hangat.
__ADS_1
Hanya saja belum ada yang bisa membuka hatinya , dan dia sangat berharap Novi mau mengabulkan permintaannya menikah dengan suaminya ini dia ingin suaminya bahagia agar bisa tenang di alam sana.
Novi orang yang tepat untuk membuka hati Daniel karena sifatnya yang keras kepala, ceria, periang dan tidak mau diperintah siapapun.
Dari cerita Novi kepadanya Imma mengetahui walaupun Novi membenci sifat Daniel ,tetapi ada rasa tertarik kepada suaminya itu.
"Mas aku tidak pernah meminta sesuatu kepadamu, tapi aku mau kamu berjanji sebelum aku pergi agar aku bisa tenang meninggalkanmu karena ada yang merawat dan menjagamu juga mencintaimu.
Aku ingin kamu menikah dengan Novi mas karena hanya dia yang aku percaya untuk menjagamu, dan aku percaya kalian akan saling mencintai suatu hari nanti" kata Imma.
Daniel terkejut tidak menyangka Imma memintanya menikah dengan Novi.
"Mas aku merasa umurku tidak lama lagi berjanjilah kepadaku..!" air mata mulai menetes di pipi Imma.
Daniel yang tidak tega langsung mengusap air mata istrinya"
Baiklah aku berjanji dan sekarang fokuslah pada pengobatan "
Imma menganggukkan kepalanya , dia senang suaminya mau mengabulkan permintaannya sekarang hanya perlu memanggil Novi.
__ADS_1
"Mas tolong telp Novi kemari mas aku ingin bicara sama dia.."kata Imma semakin lemah nafasnya semakin sesak.
"Baiklah tapi jangan bicara lagi kau makin lemah!" kata Daniel.
Daniel menelepon Novi menggunakan handphone Imma karena dia mengetahui kalo memakai handphonenya Novi tidak akan mengangkatnya.
"Halo...Imm " terdengar suara di seberang" hati Daniel tiba-tiba terasa berdebar mendengar suara Novi.
"Novi ini aku, Imma lagi kritis di rumah sakit Harapan, dia mau bertemu denganmu!" kata Daniel setelah bisa menguasai hatinya.
"Apa mas..baiklah Novi segera ke sana!!! Novi sangat terkejut karena terakhir bertemu dengannya Imma baik-baik saja.
Sesampainya di rumah sakit Novi melihat Daniel di ruang tunggu dan segera melangkah ke sana.
"Mas kenapa dengan Imma apa yang terjadi?" tanya Novi sendu.
"Imma kena kanker stadium 4 dan sudah menyerang organ vitalnya harapan sembuh 10% saja."kata Daniel sedih.
Novi hampir pingsan mendengarnya" Tidak mungkin Imma kena sakit itu hiks..hiks" Novi tidak tahan lagi air matanya jatuh di pipinya dia menangis.
__ADS_1
"Ayo dia sudah menunggumu!" kata Daniel menarik tangan Novi keruangan Imma berada.