Cinta Bagai Disangkar Emas

Cinta Bagai Disangkar Emas
Keributan


__ADS_3

"Tanganku bersih dan aku yang melihatnya pertama kali dan berniat untuk membelinya, atas dasar apa kau merebut kalung yang ingin kubeli? ", tanya Novi.


Mendengar kata-kata pramuniaga tadi sudah melampaui batas kesabaran dirinya, dan dia sungguh tidak sabar lagi melabrak pramuniaga ini yang ingin dia masukan cabe sebanyak-banyaknya dalam mulutnya.


" Membelinya.. kalung ini seharga 100 juta apa anda sanggup membayarnya? ", tanyanya sambil melirik Novi dari atas sampai bawah.


" Nyonya saya ingatkan jangan sok kaya di sini nanti akan mempermalukan diri anda sendiri", katanya.


"Oh ya kita lihat saja siapa bakal malu", balas Novi.


Kalung tadi langsung di berikan Nona Ling dan di bawa kasir oleh pramuniaga yang tadi, dia sudah membayangkan bonus yang besar nanti dari penjualan kalung ini.


" Maaf nona apa ada kartu yang lain ini sudah limit ", kata kasir memecahkan keheningan.


" Bagaimana mungkin bisa limit , itu kartu dengan limit tidak terbatas yang di berikan oleh ayahku", teriaknya marah.

__ADS_1


"Mohon maaf nona transaksi decline tolong kartu yang lain atau anda biarkan nyonya itu membayar lebih dahulu", kata kasir lagi.


Ling memberikan kartu yang lain namun tetap tidak bisa di pakai, lalu dia menelepon ayahnya untuk bertanya karena dia sangat malu apalagi banyak mulai berhenti untuk melihat apa yang sedang terjadi.


Orang-orang yang melewati toko mendengar keributan itu, dan segera berhenti untuk melihat tontonan gratis itu.


Daniel sudah sampai namun dia ingin melihat bagaimana istrinya bertindak, dia dari tadi menonton pramuniaga itu mempermalukan istrinya namun dia yakin istrinya punya cara sendiri.


Dia akan muncul setelah istrinya puas menghukum pramuniaga itu, kata-katanya tadi sangat tidak pantas dan melecehkan istrinya.


Namun dia masih membiarkan Novi yang mengatasi sendiri, karena tadi dia yang di rugikan biarkan Novi yang menghukumnya sendiri.


"Ayah kenapa kartu kreditku tidak bisa di pakai belanja? ", tanya Ling begitu terdengar sahutan ayahnya di sebrang.


" Ayah sengaja membekukan kartu kreditmu karena kau berbelanja terlalu over budget, apa kau tidak mengetahui situasi keuangan keluarga kita lagi bermasalah masih shoping saja kerjanya kapan kau menjadi dewasa? ", teriak ayahnya.

__ADS_1


" Tapi ayah membuat aku malu... ,"telepon langsung di tutup sebelum dia menyelesaikan bicaranya.


"Bagaimana ini nona apa jadi diambil tetapi tidak bisa dibatalkan karena sudah di input? ", tanya kasir.


" Maaf tidak jadi kartu saya di blokir", sahutnya dengan malu.


Semua langsung bergosip di dekatnya dan tersenyum melecehkan, pramuniaga tadi sudah nampak pucat karena bisa jadi dia harus bertanggungjawab untuk pembayarannya.


"Saya yang ambil bayar saja pakai kartu saya dan ini kartu debit bukan kartu kredit, nona lain kali sebaiknya anda mengecek limit anda dulu sebelum anda keluar"


"Sayang sekali kalau anda yang bertingkah sombong dan meremehkan justru di permalukan, tolong komisi bonus kasih pramuniaga yang melayani saya tadi", katanya kepada kasir.


" Panggil juga manajer yang mengatur toko ini untuk masuk ruangan bos, suami saya menunggu dia di sana.


Juga pramuniaga ini saya tidak mau besok masih melihat dirinya , kata-katanya mencerminkan seorang yang tidak berpendidikan saya tidak butuh orang seperti itu", sahut Novi.

__ADS_1


Daniel tersenyum melihat istrinya mengatasi masalah dengan baik tanpa emosi, rupanya istrinya sudah bisa menahan emosinya.


__ADS_2