Cinta Bagai Disangkar Emas

Cinta Bagai Disangkar Emas
Suami kaya


__ADS_3

"Ya untung aku mempunyai suami kaya jadi bisa membalas dendam dengan mudah, apalagi baru tahu pemilik Mall ini maka aku langsung membalas penindasan mereka."


"Kau kan mengetahui dengan jelas bahwa aku tidak suka menyimpan dendam, jadi mereka yang menindasku langsung di bayar hari itu juga", senyum Novi sambil memeluk lengan suaminya.


" Iya memang cocok jadi isteriku tidak mudah di tindas orang, jangan khawatir lakukan apapun aku akan membereskan sisanya", balas Daniel.


" Apa kau sudah selesai memilih?


kalo sudah kita bisa makan di restoran Jepang apa hongkong bukannya mau makan dimsum? ", tanyanya.


" Sudah ayo kita ke sana perutku sudah lapar", ajak Novi.


Selagi suaminya ada waktu menemani seharian dia akan memanfaatkannya biar asisten Daniel yang mengurus kantor, sementara asisten Daniel sudah bersin dari tadi haha...


Mereka memasuki restoran hongkong dan memesan semua varian dimsum yang best seller, juga teh oolong buat minumnya serta air putih dan semangkuk bubur beitan.


Novi makan dengan lahap dimsum merupakan salah satu menu favoritnya, sehingga dia bisa makan dengan lahap apalagi sedang hamil nafsu makannya jadi meningkat.

__ADS_1


Walaupun terkadang masih mual namun untung bayinya hari ini tidak rewel, mungkin dia mengerti lagi berjalan bersama ayahnya sehingga tenang saja di dalam sana.


"Mau ke mana lagi habis ini? ", tanya Daniel.


" Mau lihat baju bayi aja", kata Novi.


"Bukannya masih kecil dan kita belum tahu jenis kelaminnya pamali nanti kata orang", kata Daniel.


" Kok mas tahu juga pamali? ", canda Novi.


" Pegawaiku pernah bilang begitu, jangan mempersiapkan apapun sebelum perut besar mau lahir ", kata Daniel.


Namun buat kebahagiaan Novi apa saja boleh karena dulu dia tidak menemani saat Novi hamil, sekarang waktunya menebus semuanya selagi dia di beri kesempatan.


" Tetapi kalau istriku ingin kita bisa pergi saja ", kata Daniel.


" Ya kita lihat-lihat saja tidak perlu membelinya ", kata Novi.

__ADS_1


Karena dia sudah mempunyai anak lelaki dia berharap kali ini anaknya perempuan, namun apapun itu dia akan menyayangi anaknya baik lelaki maupun perempuan.


Daniel membayar makanan mereka dan memeluk pinggang Novi, pergi area toko pakaian bayi dan perlengkapan lalu dia duduk di sofa membiarkan Novi melihat pakaian bayi.


Dia membaca koran sambil melihat berita keuangan dan saham, juga mengecek handphone siapa tahu asistennya menghubunginya namun karena tidak ada panggilan berarti semua berjalan lancar.


Jack memang bisa diandalkan dia sangat senang mempunyai asisten cekatan sepertinya, sehingga tidak perlu khawatir meninggalkan perusahaan Jack bisa mengatasinya dengan mudah.


Dia melihat ke arah Novi yang sedang memegang gaun bayi berwarna pink lembut, rupanya istrinya menyukai anak perempuan memang mereka sudah mempunyai matthew jadi lebih baik kalau kali ini bayi perempuan.


Memikirkan bayi perempuan lucu mirip istrinya, mau tidak mau Daniel tersenyum membayangkannya.


Semoga Matthew tidak iri dengan kehadiran adiknya, karena biasa seorang kakak takut kehadiran adik akan membagi kasih sayang orang tuanya.


Tetapi Matthew anak yang pengertian dan Novi akan melibatkan anaknya nanti agar tidak cemburu kepada adiknya dan bisa saling menyayangi.


Novi meraih gaun pink yang sangat lucu , ketika tiba-tiba seseorang mengambil dengan kasar dari tangannya.

__ADS_1


"Hei kau kasar sekali.. ", kata Novi.


__ADS_2