Cinta Bagai Disangkar Emas

Cinta Bagai Disangkar Emas
Waktu bersama keluarga


__ADS_3

Mereka makan malam sambil mengobrol bercerita keadaan masing-masing, menikmati waktu bersama keluarga yang sangat jarang novi rasakan sejak menikah.


Membuatnya menumpahkan kerinduan kepada orangtuanya, mereka bercanda seperti dulu ketika masih berkumpul.


"Ma, apa baso langganan novi masih berjualan?" tanya novi mengingat baso enak favoritnya sejak skul.


Baso itu memang jualan di pinggir jalan, tetapi biar pinggiran rasa enak dan murah banyak langganan datang sehingga cepat tutup.


Cak mad yang punya baso sudah menganggap novi adik sendiri, sehingga tiap datang novi bebas mengambil sendiri pesanannya.


"Masih sayang, apa kau mau beli?" tanyanya.


"Ya ma, kangen sama baso seenak itu langka di Jakarta" kata novi.


" Hahahaha... "mama novi tergelak mendengar kata putrinya.


"Masa kota sebesar itu tidak ada baso yang enak?" kata mama novi.


"Penjual banyak ma, tetapi tidak ada yang seenak cak mad." sahut novi.


"Ya sudah kalian pergi sana cari cak mad, biar mattew kita jaga, ya kan pa?" mama novi menoleh kearah suaminya.

__ADS_1


"Ya tentu saja kita juga senang merawat mattew, kapan lagi bersamanya " sahut papa novi.


"Terima kasih pa,ma, novi sayang papa sm mama" kata novi tersenyum sambil memeluk orangtuanya dan mencium pipi mereka.


"Sudah sana, suamimu sudah menunggu itu jangan biarkan lama di sana kau bukan anak manja lagi tapi seorang ibu ubah sifat kanak-kanakmu " sahut mama novi.


"Ya apa salahnya manja sama orangtua" kata novi.


Orangtuanya menggelangkan kepala dan tidak menyangka kalau anak mereka masih saja kayak anak kecil biarpun sudah mempunyai anak.


Novi memang tidak nampak seperti orang sudah menikah dan mempunyai anak, wajahnya yang baby face membuat orang mengira masih muda dan sekolah.


Mereka berjalan keluar dan mengambil mobil papa novi untuk di pakai jalan cari baso, sedang mattew asyik memakan jari jempolnya.


"Ayo mas" ajak novi.


"Penuh kayaknya kita pasti tidak kebagian tempat" kata Daniel sambil melihat sekelilingnya.


"Tenang saja, ayo!" novi menarik tangan suaminya.


"Cak mad woyyy" teriak novi.

__ADS_1


"Wah siapa yang datang ini kira sudah lupa sm aku" kata cak mad senang melihat novi.


"Aku mengajak suamiku kesini menikmati baso mu tetapi tidak dapat tempat" kata novi.


"Tenang khusus buatmu aku selalu kasih tempat yang tidak boleh ditempati orang lain sana ke mejamu baso mu akan diantar " kata nya.


"Baiklah memang cak mad the Best" kata novi sambil mengacungkan jempolnya.


"Wah kau akrab sekali sama dia" kata Daniel melihat istrinya sangat gembira dengan ketemu baso saja membuat dia heran.


"Ya dulu kalau novi belum gajian ngutang sama dia yang sudah seperti kakak bagi novi" kata novi menjelaskan.


"Apa dia sudah menikah?" tanya Daniel.


"Sudah tetapi istrinya meninggalkan dia karena kecantol duda kaya" kata novi.


"Kasihan " kata Daniel.


"Ya waktu itu masih kecil warungnya tidak kayak sekarang " kata novi.


"Dulu cak mad tidak sengaja menolong kakek- kakek korban palak, lalu mengantar pulang karena tidak mau di kasih uang jadi dia dikasih tempat agak luas milik kakek tersebut yang ternyata kaya raya" jelasnya.

__ADS_1


"Istrinya pasti menyesal melihat mantan sukses" kata Daniel.


"Ya semoga cak mad ketemu jodoh" sahut novi.


__ADS_2