
Santi mendengar handphone nya berbunyi nyaring, dan melihat siapa yang menelepon dia sangat gembira dan langsung mengangkatnya.
"Halo asisten direktur apa kau menelepon untuk bilang besok datang? " sahutnya.
"Maaf bos kami baru menelepon dan kau tidak jadi kami kontrak karena bos sudah mempunyai kandidat sendiri yang lebih cocok " sahut asisten Daniel dari seberang.
"Apa.. asisten pasti ini ada salah bukannya kau sendiri bilang kalau.." belum selesai dia bicara langsung disela suara dari sebrang dengan tidak sabar.
"Maaf ini mutlak keputusan bos kami " lalu telepon ditutup.
Santi merasa lemas dan jatuh terduduk dikursi membayangkan tagihan kartu nya yang membengkak nanti karena dia terlanjur belanja barang branded.
Dia pun melangkah pulang, dan menyesali kesombongan yang dia pamerkan kepada novi tadi.
Sementara itu novi yang kesal mengoceh karena tadinya dia ingin menikmati baso gara-gara santi merusak selera makannya.
"Sudah jangan kesal ayo kita kehotelku gimana kita bisa bersenang-senang dan spa disana?" ajak Daniel.
"Baiklah.. " senyum novi.
__ADS_1
Daniel menelepon mertuanya dan menanyakan mattew yang tenang dan sedang tertidur dengan pengasuh jadi dia merasa tenang.
Lalu Daniel menelepon resepsionis menyiapkan kamar hotel yang biasa dia tempati ketika berkunjung kekota ini.
Sesampainya disana mereka masuk ruang spa dan menikmati spa bersama, tubuh novi yang kejang mulai rileks dan lentur dia pun tertidur pulas.
Daniel tersenyum dan tanpa membangunkan istrinya dia menggendong novi masuk dalam kamar mereka.
Dia mencium kening istrinya dan mulai membuka laptop untuk bekerja, tadi dia menelepon pegawainya mengantar laptop buatnya.
Daniel menikmati secangkir kopi dan memesan makanan buat mereka karena tadi makan baso tidak membuat mereka kenyang apalagi Daniel berniat membuat istrinya berolahraga malam ini.
Daniel memeriksa laporan perusahaan dan setelah selesai dia pun mandi, lalu dengan santai menonton televisi chanel olahraga favoritnya.
"Wah aku ketiduran, apa kau yang mengangkatku kemari mas?"
"Menurutmu siapa lagi?" tanya Daniel tersenyum.
"Kenapa kau tidak membangunkan aja aku mas kan malu dilihat orang" kata novi dengan wajah merah.
__ADS_1
Daniel mendekati istrinya dan memeluknya.
"Kenapa harus malu kan aku suamimu" kata Daniel mengelus pipi istrinya dengan mesra.
"Ya kan banyak orang mas" sahut novi.
"Hahahaha.. aku dari dulu tidak pernah menghiraukan kata orang terhadapku" kata Daniel.
"Ya pasti deh kalah sama kamu kalo berdebat" kata novi.
"Aku mandi dulu mas gerah tadi habis dipijat" kata novi.
"Ya cepatlah aku sudah memesan makan malam" balas Daniel.
"Makasih mas kau memang terbaik love love you more" kata novi kiss jauh.
Daniel geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya yang kekanakan itu, wajah muda dan dengan rambut ikat kuda seperti itu pasti banyak mengira belum menikah.
Tadi saja banyak melihat istrinya membuat dia cemburu tetapi tidak diperlihatkan kepada istrinya, karena bahkan tidak menyadari tatapan para pria ditempat baso tadi karena hanya fokus kepada baso yang dia makan.
__ADS_1
Dia melihat novi tersenyum sudah bahagia baginya keluarga sekarang no satu, pekerjaan banyak dilimpahkan kepada wakil yang dia percaya karena tidak ingin berpisah dengan istrinya itu.
Dia tidak mau mengulang masa lalu melihat istrinya menangis hatinya ikut sakit karena itu dia akan berusaha melindungi keluarga yang dia cintai.