
Daniel selesai mandi duduk di sofa memeluk Novi, mereka nonton drakor favorit Novi penthouse yang lagi booming itu.
Walau dia tidak suka nonton kecuali berita dan olahraga , tetapi melihat istrinya nonton lama kelamaan dia ikut nonton dan akhirnya ikut menikmati drakor juga.
Dia memakan camilan puding lapis, es buah dan brownis yang disediakan Novi untuk menemani nonton drakor.
Saat nonton berdua tanpa di ganggu anaknya membuatnya serasa lagi pacaran, karena dulu mereka tidak sempat pacaran tetapi langsung menikah karena keadaan .
Cinta mereka menguat seiring berjalannya waktu, apalagi ada buah hati hasil cinta mereka berdua. Drakor lagi seru-serunya, pandangan Novi serius kedepan sambil berceloteh sendiri.
Daniel tersenyum mendengar istrinya seakan terbawa suasana, dan sibuk memakan camilan nya.
"Sayang, malam ini masak apa? ", tanyanya.
" Beef steak , lengkap dengan sayuran dan jagung serta telur mata sapi setengah matang favorit mu", balas Novi sambil matanya tetap menatap layar di
depannya.
"Wah sayang waktu kita berdua sangat langka dan aku dicuekin", Daniel berpura-pura cemberut.
__ADS_1
Novi menoleh dan memeluk suaminya lalu mencubit pinggangnya" kamu cemburu sama televisi? ".
" Iya soalnya istriku lebih suka melihat televisi daripada suaminya yang tampan ini", balas Daniel.
"Ih narsis amat ", Novi tertawa.
" Tapi benar kan suamimu ini sangat tampan", katanya.
"Ya memang tampan sedunia, aku beruntung kamu kayak es jadi wanita lain tidak berani melirikmu", Novi tertawa.
Daniel mengacak rambut Novi dengan gemas, " karena aku hanya milik istriku, hatiku ,tubuhku semuanya buat istriku tercinta".
"Lah kok di pipi sih, sini sayang ", Daniel menunjuk bibirnya.
" Ogah nanti jadi keterusan", Novi menjulurkan lidahnya.
"Hahaha... tahu aja istriku", kata Daniel.
Mereka bercanda sambil menonton drakor bahkan seringkali Novi menggelitik pinggang suaminya sehingga berguling-guling di atas sofa.
__ADS_1
Bercanda ria sambil nonton tanpa ada yang mengganggu mereka, semua pelayan juga beristirahat di ruang pelayan.
Tidak ada yang muncul bila tidak di panggil sangat menghargai privasi tuan dan nyonya mereka, nenek sofi tidur di kamar cucunya yang sangat dia sayangi.
Walaupun bukan nenek kandung tapi sudah seperti nenek kandungnya sendiri, nenek sofi sangat menyayangi mattew bagai cucu kandung.
Daniel dan Novi juga sudah menganggap bi ijah dan nenek sofi keluarga mereka jadi nenek mattew juga, mereka sangat bahagia tuan dan nyonya mereka tidak menganggap rendah mereka.
Karena itu sebisa mungkin mereka menjaga mattew agar tuan dan nyonya mereka punya waktu berduaan, karena Novi bila ada mattew perhatiannya ke putranya itu.
Mereka juga berebut mattew karena sangat senang memeluk cucu gembul itu serta tingkah nya yang lucu dan celoteh riangnya.
"Sayang, gimana kalau kita memberi adik buat mattew? ", bisik daniel.
" Ogah untuk sekarang cukup mattew dulu sampai dia agak besar baru pikirkan kembali", balas Novi santai .
Novi memang mengerti Daniel anak tunggal pasti dia tidak ingin putranya seorang diri seperti dirinya, Diam-diam Novi tidak memakai kontrasepsi tetapi mulutnya bicara lain seakan cuek.
Daniel mengira Novi pasti memakai alat kontrasepsi karena tidak ingin menambah anak, sebenarnya dia tidak masalah Novi mengandung sekarang karena putra mereka juga sudah agak besar bentar lagi di sapih tetapi Daniel tidak ingin memaksa istrinya walaupun dia sangat menginginkan anak lagi.
__ADS_1