Cinta Bagai Disangkar Emas

Cinta Bagai Disangkar Emas
Menikah


__ADS_3

"Aku akan menjaga suamimu Imm, aku berjanji akan selalu mencintainya seperti kau juga mencintai nya..walaupun aku tidak tahu apakah kami cocok, karena sifat kami sangat berbeda dan selalu bertengkar tiap bertemu" janji Novi berniat memenuhi janjinya kepada Imma.


"Nov waktunya makan malam!" seru Daniel dari luar pintu.


"Iya..aku keluar" jawab Novi.


Mereka makan dengan diam lalu setelah makan Daniel mengajak Novi bicara di ruangan kerjanya.


" Nov aku tahu hubungan kalian sangat dekat dan kau sangat kehilangan sama sepertiku, tapi kita juga harus move on dan jalankan rutinitas seperti biasa."Daniel menggenggam tangan Novi.


" Nov aku tahu kau tidak suka kepadaku apalagi berniat menikah denganku, tetapi aku sudah memikirkan semuanya. Aku juga telah merusak masa depanmu karena merenggut kesucianmu, jadi aku akan melakukan wasiat Imma untuk menikah denganmu di samping memenuhi janji ku jg bentuk tanggung jawab ku kepadamu" kata Daniel.


"Iya mas aku juga sudah memikirkannya meskipun kita bagai kucing dan anjing tiap bertemu, tetapi Imma sudah meminta kita bersama dan kalo setahun kita tidak merasakan kecocokan kita bisa berpisah setidaknya kita sudah mencoba mas hidup bersama" kata Novi pelan.


"Meskipun kita selalu bertengkar tapi kita mempunyai sedikit kecocokan" bisik Daniel di telinga Novi.


"Apa maksudnya mas" tanya Novi tidak mengerti.

__ADS_1


" Ini maksudnya.. "


Daniel langsung mencium


Novi dengan lembut, dan karena kesedihan Novi juga larut dalam ciuman Daniel.


Mereka saling menumpahkan rindu tangan Novi berada di leher Daniel dan hampir lupa diri kalo Daniel tidak mengakhirinya.


Novi menunduk malu pipinya terasa panas dia heran, kenapa berciuman dengan Daniel saja bisa membuat nya lupa diri.


"Aku berniat menikahi mu secara sederhana karena suasana masih berkabung , dan kita akan menggelar resepsi setelah kau siap."kata Daniel.


" Terserah mas saja sekarang aku istirahat dulu mas" pamit Novi menuju kamarnya.


Sebulan kemudian mereka sah menikah di catatan sipil, Novi merasa kecapekan dan berganti baju tidur sambil menunggu suaminya.


Novi masih menempati kamarnya di kamar tamu yang biasa dia tempati , sebelum dia menikah dengan Daniel.

__ADS_1


Daniel memasuki kamar Novi dan berkata kepada istrinya itu.


"Nov aku ingin kau pindah di kamar Imma karena ada pintu tembusan ke kamarku" kata Daniel.


"Maksudnya kita tidak sekamar mas?"tanya Novi.


"Nov kita berpisah kamar tapi karena ada pintu tembusan semua tidak ada curiga, Kalo berjauhan begini orang akan mikir macam-macam.


"Mas di manapun suami istri itu tidur seranjang , dan aku tidak mau tidur di kamar Imma aku juga punya selera sendiri", kata Novi.


"Nov aku suka kamarku yang aku desain dan aku juga kasih kebebasan buat kau mendesain kamar mu sendiri jadi kita pisah ranjang tapi aku akan tetap masuk kamar mu melakukan itu.." kata Daniel.


Novi menghela nafas sanggupkah dia seperti ini terus, dia bukan Imma yang mau mengalah dia lebih suka dengan pikiran sendiri.


"Aku tidak mau mas pindah bagiku ini kamarku dan kamar Imma biar jadi kamar tamu saja, lagian banyak kenangan di sana aku tidak mau kau tidur dengan ku tapi membayangkan sedang bersama Imma." kataku ketus.


"Mana ada suami menyuruh istrinya tidur sendiri kalo bukan manusia es ini yang super langka di dunia" batin Novi.

__ADS_1


__ADS_2