Cinta Bagai Disangkar Emas

Cinta Bagai Disangkar Emas
part2 ngidam


__ADS_3

Novi mencium aroma nasi langsung perutnya terasa kayak ada mau keluar langsung mual, segera dia berlari ke wastafel dan muntah- muntah.


Daniel nampak khawatir langsung memijat punggung , dan mengelap butir keringat di dahi istrinya itu dengan penuh kasih sayang wajah Novi nampak pucat dan bibirnya bergetar.


"Apa kau baik-baik aja sayang? ", tanya Daniel.


Novi menganggukkan kepala dan terasa kepalanya pusing, sehingga duduk di sofa sambil memijat kepalanya. Daniel membawa air hangat dan semangkuk sup buat menghangatkan perut Novi.


" Minumlah dikit-dikit agar perutmu agak baikan dan tidak mual lagi," kata Daniel.


Novi duduk bersandar sambil Daniel menyuapi sup dikit-dikit, bila mau muntah dia stop minum sup nya karena di teruskan percuma saja bila keluar lagi dan Daniel tidak memaksanya.


Yang penting bagi Daniel perut istrinya kemasukan makanan, karena asupan sangat penting bagi bayi dan ibunya agar selalu sehat karena trimester awal memang rentan.


"Nanti kita periksa dokter ya mau? ", tanyanya.

__ADS_1


" Nanti saja masih awal juga", balas Novi.


Sebenarnya dia malas keluar-keluar kepalanya sangat pusing dan berjalan saja seperti melayang dia tidak sanggup lagi berjalan , maka sambil berbaring di atas sofa dia menonton drakor favoritnya.


Untung Mattew masih tidur tidak mengganggunya jadi dia lumayan santai , apalagi Daniel hari ini tidak pergi ke kantor demi menemaninya dia akan bekerja di rumah.


Novi meminum seteguk demi seteguk teh hangat agar perutnya tidak mual , dan mulai memakan kue brownis dengan perlahan untung mual nya sudah hilang.


" Mas.. bisakah cari gado-gado nanti aku pengen memakannya? ", tanya Novi.


" Mas aku mau kau yang membeli sendiri ", kata Novi cemberut.


Daniel menghela nafas perlahan-lahan mungkin istrinya lagi ngidam gado-gado pikir nya..


"Baiklah aku akan pergi setelah mengerjakan proposal ini , dan mencarikan gado-gado terenak buat kau dan anak kita", kata Daniel sambil mengelus rambut Novi.

__ADS_1


Novi mengangguk senang melihat suaminya cukup sabar dan menurutinya, sungguh sudah berubah cukup banyak dari sikapnya yang dulu kepada Imma.


Kalau saja dulu Imma memperoleh kasih sayang cinta Daniel pasti sangat bahagia.. pikir Novi sambil melamun menatap suaminya yang sedang serius bekerja di depan nya.


Sebenarnya di rumah ini ada ruang kerja sendiri, cuma Daniel ingin menjaga istrinya agar tidak banyak bergerak dulu sehingga memilih bekerja sofa.


Daniel meminum kopinya dan lanjut mengerjakan proposal dengan serius, karena akan dipakai meeting siang nanti dan asisten yang menggantikan dia meeting hari ini.


Segala sesuatu yang masih bisa di handle asisten terpercaya dia akan serahkan kepada asisten itu, buat apa dia menggaji mahal bila tidak becus dan tidak bisa mengatasi masalah pikirnya...


Novi sangat kasihan dengan asisten suaminya itu nanti dia harus memberikan bonus karena sudah di susahkan oleh Daniel, meskipun sudah menjadi tugas asisten mewakili Daniel di kantor karena dia tangan kanannya.


Semua masalah di tangani cukup baik dan membuat Daniel puas, meskipun kadang dia menggerutu karena asistennya sering mengganggu waktu bersama istrinya itu.


Namun Daniel sadar dia penentu keputusan final dalam pilihan proyek dan lainnya tentunya tangan kanannya harus berdiskusi dengannya agar tidak salah melangkah dan mengambil keputusan.

__ADS_1


__ADS_2