Cinta Bagai Disangkar Emas

Cinta Bagai Disangkar Emas
Chef Dika dan Ina saling jatuh cinta


__ADS_3

Ina melirik ke arah chef Dika yang dari tadi menghidangkan makanan dan mengetahui bila belum sempat istirahat makan , sehingga dia pun kasihan dan diam-diam mengambil makanan di piring buatnya.


Chef Dika yang sedang duduk di meja dapur tiba-tiba di depannya ada sepiring makanan , dia terkejut dan melihat siapa yang meletakkan piring itu untuknya.


"Makanlah aku tahu dari tadi kau belum sempat makan, apalagi ada kedatangan mak Lampir itu", kata Ina.


Chef Dika cukup terharu ada yang perhatian kepadanya setelah mendiang ibunya, kehilangan sosok ibunya dia mendambakan wanita seperti mendiang ibunya.


" Terima kasih atas perhatianmu, apa kau sudah makan kalau belum ayo makan bersama", ajaknya sambil tersenyum.


"Huh siapa yang perhatian kepadamu aku hanya takut tugasku bertambah bila kau sakit aku juga repot", sungut Ina sambil berkata dengan nada ketus menyembunyikan perasaan sebenarnya.


Namun mendengar suara yang ketus itu chef Dika tidak tersinggung, karena dia tahu sebenarnya Ina cukup baik hanya dia menyembunyikan perasaannya.


Ina makan sambil menunduk namun diam-diam melirik ke arah chef Dika, sebenarnya dia suka bicara ketus karena dia tidak ingin tertarik oleh pesona Dika namun perasaan dia tidak bisa di bohongi.


Chef Dika memegang tangan Ina dan berkata perlahan-lahan, dia selama ini mengamati Ina untuk menyakinkan perasaannya sebelum dia yakin Ina juga membalas perasaannya.

__ADS_1


"Ina aku tahu aku tidak kaya dan anak yatim piatu yang tidak layak mendampingi gadis secantik dirimu, aku tidak punya harta dan kekuasaan tetapi aku berjanji kepadamu bila kau mau hidup bersama denganku aku akan selalu menjaga dan membiayai semua kebutuhan dirimu karena aku jatuh cinta kepadamu", katanya.


Ina malu dan memerah pipinya namun dia senang akhirnya perasaannya berbalas, ternyata chef Dika juga mencintainya dan dia tersenyum sambil mengangguk menatap chef Dika.


"Aku bersedia karena aku juga mencintaimu, harta bukan utama bagiku cukup kau mencintai dan bertanggung jawab itu sudah cukup ", katanya.


Chef Dika senang dan langsung memeluk Ina.


" Terima kasih Ina aku berjanji tidak akan mengecewakan mu", balasnya.


Ina membalas pelukannya dan suara deheman di belakang membuat Ina langsung melepas pelukan Dika.


Wajah Ina memerah sangat malu mendengar kata Bi Ijah.


" Apaan sih bi kita ga bermesraan kok ", katanya.


" Buat apa malu bibi senang bila kau menemukan suami seperti nak Dika, bibi merestui kalian dan segeralah menikah bibi juga mendoakan kebahagiaan kalian."

__ADS_1


"Bibi Terima kasih sudah merawat Ina bagi Ina bibi adalah pengganti orang tua Ina", peluk Ina.


" Sudah tuan menunggu kalian ada yang mau di bicarakan", katanya menepuk punggung keponakan yang sudah dia anggap sebagai putrinya sendiri.


Mereka lalu berjalan ke ruang makan di mana Daniel dan Novi sedang menunggu.


"Tuan memanggil kami? ", tanya Chef Dika.


" Duduklah kalian", kata Daniel.


Setelah melihat mereka semua duduk Daniel menatap mereka berdua dan mulai berbicara maksudnya.


"Aku tahu kalian diam-diam saling menyukai dan berniat menikahkan kalian bila setuju, dan restoran itu aku berikan kepadamu Dika kau layak mengurusnya", katanya.


Dika terkejut dan menatap Ina


" Tapi tuan.. ", belum selesai bicara Novi sudah memotong.

__ADS_1


" Terima saja Dika jangan menolak niat baik kami karena kalian sudah seperti saudara bukan bawahan kami, lagipula memberikan restoran itu tidak membuat tuanmu bangkrut haha..".


__ADS_2