
Novi merasa tidak habis pikir sikap suaminya yang susah membuka hatinya bahkan terhadap istrinya sendiri, kemarin siang dia sudah senang suaminya tidur bersamanya tetapi malam hari suaminya tetap tidur dikamar nya sendiri.
"Sungguh heran imma dulu mampu bertahan dengan dia "batinnya.
Novi yakin bisa menaklukkan hati suaminya itu perlahan, karena membuat dia betah bersamanya siang kemarin sudah cukup bahagia.
Dia harus bisa menerima kekurangan suaminya, tetapi bila sudah tidak sanggup lagi dia akan meninggalkan suaminya biar introspeksi diri.
Hari ini dia mempunyai kegiatan baru sebagai seorang istri, karena tidak bekerja lagi dia akan merasakan kebosanan bila tidak melakukan sesuatu.
"Bi ijah..tolong siapkan bahan membuat cake brownis hari ini saya akan membuat cake itu" kata Novi.
"Baik nyonya..oiya tuan suka brownis yang di atas nya ada kacang mede nyonya"kata bi Ijah.
"Kalo gitu bi ijah goreng kacang mede nya dulu buat toping nanti, saya akan membuat cake nya" kata Novi.
"Jangan sampe gosong yan bi Ijah!"lanjutnya.
__ADS_1
"Siap nyonya" balas bi Ijah lalu mulai menggoreng mede.
"Apa tuan sangat suka kacang mede bi?" tanya Novi.
"Iya nyonya" balas bi ijah.
"Kalo gitu sisanya nanti kita buat camilan masukin toples kasih bawang putih dan garam, terus ambil beberapa buat kita masak sama ayam masak kunpao"katanya.
"Baik nyonya" sahut bi Ijah menyiapkan semua yang di minta bersama pelayan lain.
"Bibik ikut lama sama tuan?" tanya Novi.
"Oo gitu jadi apa sikap tuan selalu dingin begitu ya Bik?" tanya Novi.
"Tuan seperti itu karena dulu nyonya besar meninggalkan tuan besar juga anaknya, untuk hidup bersama lelaki lain dulu tuan sangat ramah, periang bahkan kita semua dianggap keluarga.
Lalu pertengkaran kedua orangtuanya dan setelah kepergian nyonya besar , membuat kondisi tuan besar sangat terpuruk akhirnya jatuh sakit dan meninggal .
__ADS_1
Membuat tuan yang jadi pewaris dadakan bersikap jadi lebih angkuh ,dan membatasi jarak dengan semua orang. Aslinya tuan sangat baik percayalah, dan sejak anda di sini tuan mulai banyak berubah kami senang" jelas bi Ijah.
"Makasih Bik sudah cerita masa lalunya sehingga nanti buat pegangan , membuka hati tuanmu yang kayak es itu" kata Novi
"Haha nyonya bisa aja menyamakan tuan muda dengan es" kata Ina pelayan satunya keponakan bi Ijah.
"Terus terang kami merasa senang nyonya menikah dengan tuan , rumah ini jadi ramai tidak seperti sebelumnya mencekam bahkan nyonya Imma hanya berada di kamar tidak pernah mengobrol dengan kami" kata Ina.
"Betul Nya rumah ini terasa semarak sejak nyonya menikah dengan tuan, bahkan tuan mulai tersenyum kepada kami padahal biasa langka sekali melihat senyum tuan" kata bi Ijah.
Novi tersenyum lalu menyiapkan kue nya dan memotong sebagian, buat pelayan juga tukang kebun dan sebagian di taruh dimeja.
"Nyonya tau ga kalo baru nyonya yang menganggap kami manusia, nyonya Imma baik kepada kami juga ramah tapi jarang berinteraksi dengan kami sedang nyonya besar menganggap kami hanya pelayan dan memerintah dengan kasar" kata Ina.
"Memang Imma dulu gimana Bik? tanya Novi.
"Nyonya Imma sangat patuh kepada tuan tidak pernah membantahnya , sehingga dia juga tidak pernah memasak .
__ADS_1
Semua di masak koki tugasnya hanya tampil cantik di setiap acara yang tuan hadiri , dan merawat tubuhnya buat melayani tuan" kata bi Ijah yang dulu merasa prihatin kepada nyonyanya yang sudah meninggal itu.