
"Biar saya yang panggil tuan, Ina!" kata Novi.
Lalu melangkah ke ruangan kerja Daniel, dia membuka pintu perlahan dan melihat suaminya sedang fokus menatap laptop di depannya.
Suasana maskulin terasa di ruangan warna putih , sungguh membosankan karena tidak ada warna.
Dia akan menaruh beberapa bunga dan hiasan lain biar tidak kesan kaku pada ruangan itu, perlahan dia mendekati Daniel yang tidak menyadari kehadirannya karena asyik bekerja.
Lalu dia memeluk dari belakang dan berbisik di telinganya pelan, agar tidak mengagetkan suaminya yang lagi asyik bekerja itu.
"Sayang sudah waktunya makan siang" kata Novi sambil tersenyum.
"Kau mengagetkan saja !" seru Daniel sambil menarik tubuh Novi sehingga terjatuh di pangkuannya.
Perlahan dia mencium istrinya dan memegang tengkuk istrinya untuk memperdalam ciumannya, Novi terbuai ciuman Daniel dan membalas ciumannya.
Nove merasa sesuatu mengeras di bawah duduknya pipinya bersemu merah.
"Kau sudah membangkitkan milikku yang tertidur" bisik Daniel sambil menggigit kecil telinga Novi.
__ADS_1
"Aku ingin memakanmu sekarang sebagai pembuka bolehkah?" suara Daniel parau sudah dikuasai gairah.
Novi mengangguk dan Daniel merebahkan Novi di meja kerjanya , dan ******* mulai terdengar di siang itu membuat mereka berpeluh keringat.
Daniel kembali memangku istrinya dan melanjutkan gerakannya di ronde 2 dan menundukkan Novi di meja kerjanya, dia memeluk dari belakang tidak bosan nya dia mengulang kemesraan dengan istrinya itu.
Kegiatan menyenangkan itu sanggup menghilangkan penat , karena pekerjaan kantor yang menguras tenaga dan pikirannya.
Tidak terasa mereka bercinta selama satu jam di ruang kerja daniel, Novi membelai rambut Daniel.
"Sayang makanan nanti dingin cepatlah makan!
Apa kata pelayan nanti melihat kita tidak keluar lama "kata Novi malu mengingat tadi yang di lakukannya di ruangan ini.
"Ah kau cepat aku tunggu di ruang makan" kata Novi.
Dia melangkah keluar setelah memperbaiki pakaiannya yang tadi berantakan, karena ulah suaminya yang nakal itu.
Daniel tiba diruang makan dengan senyum menghias bibirnya, dia juga menyapa semua pelayan di rumahnya.
__ADS_1
"Tuan Daniel tumben senyum dan ramah gitu kesambet jin iprit kali ya?" kata Dika heran karena menyaksikan pemandangan langka seperti ini.
Selama dia bekerja dengan tuannya, Daniel hanya bicara seperlunya saja.Wajahnya juga dingin dan bersikap kaku, tetapi hari ini wajahnya ramah bahkan menyapa semua orang.
"Hush.. jangan bicara seperti itu ntar kedengaran tuan bisa diphk loe kan berabe! kata Ina menjulurkan lidah kearah Dika yang seumur dengannya.
Sebenarnya Ina diam-diam menyukai chef itu, tetapi karena Dika bersikap biasa saja jadi dia tidak menunjukkan secara terang- terangan.
Ina hanya suka menggoda Dika disela waktunya senggangnya, juga usil kepada chef itu yang membuat Dika jengkel kepadanya karena keusilannya.
Novi mengambil makanan di meja dan menaruh nasi juga lauk di depan suaminya, juga segelas air putih serta segelas juice.
"Ini sapa yang masak?" Daniel menunjuk ayam kungpao yang banyak kacang mede favorit nya.
"Aku yang masak, kenapa tidak enak?" tanya Novi.
"Justru aku mau bilang kalo ini sangat enak apalagi banyak kacang mede favorit ku" kata Daniel tersenyum dan menambah makan sampai dua kali karena senang.
"Simpan tempat di perutmu buat kue brownis" kata Novi.
__ADS_1
Melihat Suaminya nambah nasi dan lauk, padahal suaminya sangat menjaga penampilan juga berat tubuhnya dan tidak pernah makan sebanyak itu.
"Tenang saja masih muat kok untuk berapa piring, hitung-hitung tadi habis olahraga berat " canda Daniel sambil tertawa.