
Namun demi Novi Daniel bekerja dari rumah karena ingin menjaga istrinya dan menjadi suami siaga ,serta tidak ingin melewatkan pertumbuhan kembang anaknya seperti dulu dia melewatkan kehamilan Novi yang pertama.
Daniel dulu menyesal di saat istrinya membutuhkannya dia tidak ada di sisi istrinya itu, justru dia berpisah dan melewatkan semua proses Matthew dan tidak ingin terulang lagi.
Novi senang dengan perhatian Daniel dan menatap suaminya dengan intens, di saat menatap suaminya rasa mual yang melanda hilang entah kemana dan dia langsung merasa lapar.
"Sayang.. aku mau makan nasi pecel", kata Novi manja.
" Baik aku suruh bibi beli ya", sahut Daniel.
" Ayo mas kita beli sendiri aku mau pilih sendiri lauknya", kata Novi lagi.
"Ya sudah ayo kita pergi ",balas Daniel sambil menyimpan file komputernya dan meraih kunci mobilnya.
__ADS_1
" Mas kita jalan kaki aja cari dekat sini tidak usah pakai mobil sekalian kita olahraga", kata Novi lagi.
"Apa katamu aja yang penting kamu senang", balas Daniel sambil mencubit pipi Novi.
" Memang kamu ga kerja mas? ", tanya Novi.
" Bebas hari ini khusus buat istriku tercinta", balas Daniel.
"So sweet", senyum Novi.
Novi hanya mengenakan daster kartun saja karena hanya keliling kompleks, dan mencari nasi pecel dengan lirikan matanya. Namun biar sederhana dan tanpa make up wajahnya segar dan cantik alami.
Bibirnya warna merah muda menggiurkan dan pipinya yang putih bersemu merah terkena sinar matahari pagi semua lelaki juga terpikat memandangnya membuat Daniel cemburu.
__ADS_1
"Itu mas nasi pecel gendong ayo kita ke sana", seret Novi.
Melihat ibu gendong bawa sayuran dan krupuk, dia sangat antusias, dan ingin memakannya. Perutnya langsung berbunyi keras membuat Daniel tertawa, lesung pipit di pipinya langsung membuat wajahnya makin kelihatan tampan.
" Apa yakin makan disini tidak bersih kenapa tidak pesan rumah makan atau restoran saja, Chef Dika pasti membuatnya enak buatmu." kata Daniel.
Dia tidak terbiasa makan pinggiran jalan, dan meragukan kebersihannya. Daniel terbiasa makan di hotel ataupun restorannya sendiri, sehingga lebih nyaman makan di tempat seperti itu.
"Makan seperti ini kita juga membantu orang lain yang membutuhkan buat membayar anaknya sekolah dan lainnya, daripada kita membuat kaya restoran yang sudah kaya lebih baik membantu orang seperti ini", kata Novi.
Daniel mengangguk dan menuruti istrinya saja yang penting mau makan dan tidak muntah dia sudah senang, nanti dia akan menyuruh Dika membuat menu enak khusus buat istrinya.
Novi memesan pecel dan langsung memakannya sambil berdiri, Daniel hanya melihat dengan tenang, istrinya sama sekali tidak memperhatikan image makan di pinggir jalan pikirnya.
__ADS_1
Tapi dia suka Novi yang apa adanya tanpa jaga image dan pura-pura, tidak seperti kebanyakan gadis yang munafik di depannya dan mencari perhatian serta menguras hartanya saja.
Novi mengetahui suaminya kaya dan banyak uang namun dia hidup tetap sederhana tidak rela membuang uang suaminya padahal Daniel tidak membatasi keinginannya dan memberikan kartu ATM juga kartu kredit tanpa batas limit buat belanja namun Novi jarang memakainya kalau dia tidak memaksanya membeli.