
"Aku gpp kok Imm..cuma ga sangka doank ternyata suamimu dia!" tunjuk Novi.
"Maafkan aku yang sudah tidak sopan tadi" kata Novi, bagaimana pun juga dia masih punya kesopanan kepada orang yang mengundangnya.
" Santai aja Nov.."Imma senyum mendengar kata Novi.
Tidak lama kemudian koki masuk ruangan membawa makanan yang sangat lezat dan menggiurkan kelas restoran, mereka pun makan dengan keheningan.
Daniel dan Novi seolah perang dingin tidak ada seorangpun yang berinisiatif bicara, Imma tersenyum melirik sahabatnya yang biasa kayak beo jadi kayak kesambet tidak bersuara dan makan dalam diam.
" Nov habis makan kita ngobrol di kamarku ya "kata Imma menetralkan suasana.
Novi menganguk pelan dalam hati heran" masa Imma ajak orang lain masuk ruang privatnya sih!"
Imma menarik Novi ke arah kamarnya meninggalkan suaminya yang lagi membaca di ruang tamu.
"Imm..gpp nih masuk kamar kalian tidak enak aku?" kata Novi.
" Tenang aja Nov kami tidak tidur bersama jadi punya kamar sendiri " jelas Imma.
" Ooo gitu ya" Novi terkejut.
__ADS_1
" Kalian pasangan aneh masa suami istri tidur terpisah sih, ehh maaf aku terlalu lancang" kata Novi yang segera sadar buat tidak mencampuri urusan rumah tangga orang lain.
" Kenapa jadi kaku gitu kan biasa juga kita ceplos ceplos apa adanya haha "kata Imma.
Lalu Imma menjelaskan kisah awal pernikahan dengan Daniel, dan Daniel memberikan kebebasan menata kamarnya sesuai keinginannya tapi rumah sesuai pengaturan Daniel.
Bahkan Daniel mempekerjakan koki karena tidak jarang klien makan malam di rumah, dan tidak suka pergi restoran.
Imma seperti ratu yang tugasnya hanya tampil cantik sebagai pasangan Daniel , dan ada saat dibutuhkan .
Imma seperti hidup dalam sangkar emas yang mengurung kebebasannya, Novi merasa hidup imma sangat membosankan biarpun tidak kekurangan apapun.
" Wah kamu kok tahan hidup sama manusia sombong kayak gitu kalo aku ogah" kata Novi.
" Daniel emang kaku dia hanya butuh sosok sepertimu untuk mencairkan hatinya, percayalah sebenarnya dia hangat di tempat tidur " pipi Imma merona merah teringat hubungannya sama Daniel.
Setelah ngobrol panjang akhirnya mereka keluar kamar dan Novi pamit pulang, Novi juga mendekati Daniel yang lagi membaca untuk berpamitan dia harus coba bersikap ramah kepada suami sahabat nya.
"Mas Daniel Novi pamit ya mas sudah malam ,dan terimakasih undangan makan malamnya" kata Novi mencoba bersikap ramah.
Mendengar Novi memanggilnya mas dada Daniel berdebar ada perasaan aneh tiba-tiba muncul, tidak mungkin dia suka kepada sahabat istrinya yang ceroboh itu tapi karena Novi bersikap ramah maka diapun mencoba ramah.
__ADS_1
"Sama-sama Novi, naik apa tadi?" tanyanya.
"Naik taxi mas" kata Novi.
Heran dia bisa juga manusia salju ini bersikap lembut coba dari awal gini kan aku akan menyukai nya.. ah apa yang kupikirkan dia kan suami sahabatku jangan sampai aku jadi pelakor amit-amit deh", batinnya.
" Tunggu ini ada hadiah kecil untukmu "Daniel meraih sakunya dan mengambil sekotak panjang dari sana.
"Apa ni mas?"
Sambil membuka kotaknya dan melihat kalung dengan mata berlian , berbentuk air mata yang sangat cantik.
"Wah aku tidak bisa menerimanya mas ini terlalu berlebihan" kata Novi.
Dia ingin mengembalikan kalung tersebut tapi di cegah Imma.
"Nov mas Daniel biasa memberi sesuatu kepada tamunya , terima saja dia tidak suka di tolak" kata Imma.
" Tapi Imm..ini terlalu wah dan mahal aku tidak pantas menerimanya" kata Novi.
Dia bisa membayangkan berapa tahun gajinya baru bisa membeli seperti ini.
__ADS_1
" Kamu pantas karena istriku sudah menganggap mu saudaranya berarti kau juga saudaraku "kata Daniel dengan wajah datar.
"Baiklah mas terima kasih" Novi beranjak memesan taxi tapi segera dihentikan Imma.