
Novi tersenyum menatap test pack di tangannya, ternyata dugaan benar selama beberapa hari ini dia merasa aneh di tubuhnya ternyata hasilnya positif.
Daniel pasti bahagia melihat ini aku akan memberinya hadiah ultah yang dia harapkan, Novi keluar dan memasukkan kotak kecil lalu di simpul pita.
Daniel membuka mata dengan malas dan melihat istrinya sedang memandanginya, "Apa ada yang tidak beres tidak biasanya istriku memandangiku?".
Novi mencium Daniel dan berbisik, "Selamat ultah sayang ".
Daniel terduduk dia lupa hari ini ultahnya, "Terima kasih sayang aku sendiri lupa".
"Ayo mandi dan sarapan aku punya hadiah buatmu". kata novi.
Setelah mandi dan sarapan Daniel memeluk pinggang istrinya, dan menciumi lehernya meninggalkan gigitan kecil di leher yang putih itu.
"Aku ingin memakanmu sekarang kau tampak segar dan manis", bisiknya nakal.
"Ini hadiahmu", novi menyerahkan kotak kecil.
Suaminya sangat kaya hadiah apapun pasti lebih mahal dia beli sendiri, kejutan ini lebih bagus daripada dia membeli hadiah.
__ADS_1
Daniel membuka kotak dan terkejut melihat tanda garis dua, tidak percaya apa yang di lihatnya.
"Apakah ini benar?", tanyanya.
Novi mengangguk Daniel berseru senang dan menggendong novi lalu memutar di udara," akhirnya aku memperoleh kesempatan menjaga kehamilan dan anak sejak dari kandungan, dulu mattew terlewat olehku".
Mereka berpelukan ", hadiah ini lebih berharga dari apapun dan hadiah ultah yang terindah", mata Daniel berkaca- kaca.
Novi terharu dan mencium serta memeluk suaminya dengan erat, "Sekarang kita memperoleh keluarga besar anak kita tidak akan kesepian".
"Terima kasih sayang", peluk Daniel erat dan mereka berciuman lama sampai kehabisan nafas baru saling melepas.
"Sayang aku cuma hamil bukan sakit", novi cemberut.
Daniel mencubit pipi istrinya dan mengelus rambutnya, istrinya bila merajuk nampak kekanakan dia suka.
"Ayo kita rayakan dengan makan bbq favorit mu sepuasnya, karena setelah ini kau tidak boleh memakan bakar- bakaran berbahaya bagi anak kita".
"Aduh kumat deh ", novi merajuk tetapi dia senang dapat perhatian suami tersayangnya.
__ADS_1
Mereka berjalan keluar dengan bahagia, Daniel menggandeng lengan istrinya takut kalau novi sampai jatuh.
Dia senang anaknya tidak sendirian, dan istrinya rupanya tidak memakai pencegahan sewaktu berhubungan.
Daniel sangat terharu di balik sikap cuek istrinya itu sangat mengerti isi hatinya, walau novi sering berkata kalau tidak ingin punya anak dahulu dan Daniel menduga istrinya memakai kontrasepsi sehingga tidak berharap banyak.
Namun tiada di sangka istrinya diam -diam melakukan ini untuk memberikan kejutan buatnya, anak yang akan mereka sayang dan cintai tidak seperti dirinya sewaktu kecil kekurangan kasih sayang seorang ibu.
Mereka akan bersama merawat dan menjaga buah hati mereka sampai ajal menjelang, semoga tuhan mendengar doa mereka dan memberikan umur panjang agar bisa melihat anak cucu mereka nanti.
Mereka akan bergandengan tangan memupuk cinta hari demi hari, membiarkan cinta mereka tumbuh dengan subur dan melihat anak mereka tumbuh bersama.
Sungguh karunia terindah yang diberikan tuhan kepadanya, Daniel sangat bersyukur atas semua karunia dalam kehidupan mereka.
Berkat yang tuhan ganti setelah kesedihan di masa lalu membuatnya mengampuni semua orang yang menyakitinya dan tidak memandang kebelakang hanya menatap masa depan yang ada di depan mereka.
Tamat..
Terima kasih buat pembaca setia novel ku.. sampai bertemu lagi di cerita selanjutnya
__ADS_1