
Novi menatap mangkok baso campur favoritnya, juga semangkuk kuah tambahan dan juga kikil tetelan rupanya cak mad masih hafal pesanannya.
"Ayo makanlah ini enak biar cuma pinggir jalan" kata novi.
Dia tahu suaminya tidak biasa makan di pinggiran jalan, tetapi melihat novi makan baso dengan lahap mau ga mau Daniel pun menelan ludahnya.
Perutnya sudah keroncongan dan mengambil mangkok basonya yang sudah diisi lontong sama novi biar kenyang.
"Kau benar ini lebih enak daripada restoran," kata Daniel.
"Tentu Saja tidak semua warung di pinggir jalan ga enak " kata novi.
"Buat apa bayar mahal demi makan restoran tapi ada lebih enak dan murah persetan dengan gengsi" kata novi.
"Hahahaha kau lucu sekali dengan mulut penuh gitu" Daniel mengambil tisu dan melap mulut istrinya yang berlepotan saos.
"Kalau tidak ada orang disini aku sudah memakanmu " bisik Daniel.
Mendengar bisikan Daniel novi merona merah padam malu dan tersedak.
__ADS_1
"uhuk.. " langsung minum air.
"Kau tidak apa-apa? " tanya Daniel khawatir.
"Tidak apa-apa " balas novi.
"Wah ternyata gadis yang suka ngutang ga tahu diri ini masih datang kemari, kenapa apa perusahaan besar tempatmu bekerja sudah memecatmu? " tiba-tiba suara nyaring gadis yang memusuhi novi sejak kuliah menghentikan tindakan Daniel.
"Kau mau apa kemari?" tanya novi dingin nafsu makannya hilang mendengar santi menghinanya.
Daniel ingin berdiri tetapi novi menahan tangannya,dia bisa menyelesaikan sendiri masalah ini.
Santi gadis yang dari dulu iri kepada novi melihat penampilan novi dari atas sampai bawah dengan tatapan menghina, novi memang berpakaian sederhana kaos oblong dan celana pendek karena cuma makan bakso.
Sedang santi tampak menggunakan baju branded, tas mewah di tangannya berniat pamer.
"Aku rasa kau salah tempat nona, orang berpenampilan sepertimu lebih baik masuk restoran mahal bukan warung baso kelas orang miskin " sindir novi.
Santi menahan malu wajahnya geram, niatnya mempermalukan novi malah semua berbisik menertawakan dia.
__ADS_1
"Aku baru saja di terima sebagai manajer di perusahaan terkenal xx tidak sepertimu pengangguran " kata santi.
Novi tersenyum karena perusahaan itu anak cabang punya suaminya, dia pasti menyesal menghina novi.
"Selamat kalau begitu semoga kau bertahan lama bekerja disana tidak jadi pengangguran sepertiku, mengingat penampilan mu yang wah pasti dengan gesek kartu kredit hati-hati kau tidak mampu membayarnya karena diphk " kata novi tenang.
"Hahahaha kau kira siapa kau bisa berkata begitu, tadi aku baru di telepon diterima besok tanda tangan kontrak dengan gaji 20 jt/bulan yang mungkin kau belum tentu bisa dapat sebanyak itu" kata santi sombong.
Daniel sudah geram mengetik sesuatu di ponselnya dan mengirim pesan kepada wakil nya.
"Ayo kita pulang aku sudah tidak berselera makan " kata novi berdiri dan membayar pesanan.
Daniel memegang tangan novi dan masih mendengar ejekan santi di belakangnya.
"Wah punya pacar tampan tapi miskin cuma bisa makan baso kasihan sekali masih mending pacarku kepala gudang dapat fasilitas mobil dll " katanya.
"Aku mau melihat apa besok dia masih bisa sombong seperti itu" kata Daniel tersenyum puas.
Aku tidak akan membiarkan siapapun menghina istriku.
__ADS_1