
Novi terpojok dia mundur sampai badan nya menyentuh tembok lift, Daniel mengurungnya dengan tangannya.
Tiba -tiba jantungnya berdetak cepat hatinya berdebar aneh, matanya terpukau melihat wajah tampan di depannya.
"Apa yang kau lakukan? bisik Novi.
Takut suaranya terdengar sampai keluar lift dia malu sama teman kantornya, juga agar dia bisa menghilangkan kegugupannya.
" Kenapa apa kau takut kepadaku?"ejek Daniel.
Wanita ini sungguh membangkitkan emosi dalam dirinya, Daniel sangat pintar mengendalikan emosi nya semarah apapun dia bisa tampak tenang.
Tetapi tidak bila bertemu dengan wanita di depannya emosinya campur aduk, bahkan hidup bersama Imma saja terasa datar.
Mungkin karena Imma tidak pernah melawannya, berbeda dengan Novi yang suka berdebat dengannya.
Tetapi dia juga tidak bisa memecat Novi seenaknya , karena pekerjaannya sangat bagus dan dia yang menyuruhnya pindah ke sini.
" Aku mau menciummu biar mulutmu itu bisa diam" Daniel sengaja menggoda Novi yang sudah ketakutan itu wajahnya makin mendekat.
Ting..
Suara lift membuka Novi memakai kesempatan itu , dengan melepaskan diri dari kurungan lengan Daniel dan langsung kabur.
Daniel melangkah keluar masih heran ada apa dengannya tadi , dia hampir saja mencium Novi kalo lift tidak membuka bahkan dia lupa kalo sudah menikah.
Bahkan berdekatan dengan Novi tadi bisa membangkitkan gairahnya , Daniel gelang kepala ada apa denganku?" batinnya.
Dalam apartemennya Novi sedang beristirahat di atas tempat tidurnya , matanya menatap langit-langit kamarnya.
__ADS_1
" Kenapa tadi aku sampai berdebar seperti itu, tidak mungkin aku tertarik dengan tiran itu" gumamnya lalu tertidur karena sungguh capek badannya karena perjalanan tadi.
Malam harinya Imma menelepon Novi untuk berkunjung ke rumahnya, sekalian dia bilang suaminya mengundang Novi makan malam di tempatnya.
Novi sudah bercerita lewat pesan wa kepada Imma, kalo dia berpindah tugas di jakarta sementara.
Sehingga imma senang mereka bisa ketemu lagi, sekalian dia ingin menjodohkan suaminya dengan sahabatnya itu sebelum dia meninggal karena penyakitnya.
Imma juga bercerita kepada suaminya dan meminta ijin , untuk mengajak Novi datang ke rumahnya.
Suaminya bahkan menyuruh sekalian mengajak makan malam bersama, dia juga ingin melihat sahabat istrinya itu.
Imma berterima kasih karena jarang suaminya mengajak seorang makan malam bersama mereka, kecuali dia mengundang klien penting untuk keperluan bisnis.
Novi sampai di depan pintu rumah Imma yang seperti istana daripada rumah lalu memencet bel, tidak berapa lama pagar terbuka.
Novi masuk dan disambut Imma di depan pintu, mereka berpelukan singkat terus masuk kedalam rumah.
Malam ini Novi mengenakan dress selutut berwarna hitam tanpa lengan yang sangat cocok dengan kulit nya yang putih mulus, dan make up nya yang tipis menambah kecantikannya.
" Jadi hari biasa tidak cantik nie? "gurau Novi merekapun tertawa riang.
"Cantik donk tapi lebih cantik lagi sekarang haha" balas Imma menggoda.
" Rumahmu besar banget nie Imm tadi sampai aku kira kesasar masuk istana presiden" kata Novi sambil mengagumi rumah sahabatnya yang sangat besar.
" Hahahaha bisa aja kamu Nov.."ujar Imma.
" Malam ini kamu juga cantik deh tapi kok agak kurusan dari terakhir bertemu apa lagi diet? "tanya Novi khawatir menatap sahabat yang sudah seperti saudaranya itu.
__ADS_1
" Ya lagi diet aja " balas Imma biar Novi tidak khawatir.
" Gak perlu diet deh kan kamu sudah langsing"kata Novi.
" Btw mana suamimu kok aku tidak melihatnya dari tadi? " Novi bertanya sambil matanya mencari seseorang.
"Oh ya dia sudah menunggu di ruang makan ayo kita ke sana! " Imma menyeret sahabatnya masuk ruangan makan yang sangat besar.
" Wah kalo makan sendirian takut juga ruangan sebesar ini" celutuknya.
Mendengar suara yang di kenalnya Daniel membalikkan wajahnya , dan kaget melihat Novi bersama istrinya sejenak dia terpana melihat kecantikan Novi.
" Kau...?" tunjuknya.
" Kau tiran ngapain di sini?" balas Novi.
" Ini rumahku justru aku yang bertanya lagi apa kau di rumahku? " tanyanya.
" Aku di undang makan malam di sini apa kau juga di undang?" tanya Novi yang belum mengetahui kalo Daniel ternyata suami sahabat nya.
" Wah kalian sudah saling mengenal ternyata!" Imma senang karena misinya mendekatkan sahabatnya dengan suaminya lebih mudah.
Ya di balik undangannya Imma punya tujuan agar Novi menggantikan dirinya kelak, menjadi istri Daniel agar dia bisa tenang meninggalkan suaminya.
" Imm ini tuh yang aku ceritakan kemarin pria sombong itu " kata Novi kesal melihat Daniel di tempat ini.
"Apa kau bilang aku sombong?" geram Daniel.
" Nov..ini suamiku! "Imma memperkenalkan suaminya.
__ADS_1
" Apa..?? "Novi terkejut dan jatuh terduduk di kursi.
" Kamu gpp Nov..?"Imma khawatir melihat sahabatnya yang syok.