
Novi bangun dan menguap lalu mengangkat wajahnya melihat suaminya tertidur di sebelahnya, dia melihat jam sudah sore hari bergegas dia mandi dan mengeluarkan brownis yang dia buat dan meletakkan di meja kopi.
Novi lalu membuat kopi susu buat suaminya, dan membangunkan suaminya perlahan.
"Mas sudah sore loh mandi sana" bisik Novi.
"Ehm ya " sahut Daniel tapi dia memeluk guling lagi.
Novi merebut gulingnya ayo bangun kopi keburu dingin apa tidak mau main sama mattew" kata Novi lagi.
"Iya tuan putri" sahut Daniel lalu menguap dan bangun dari tidur nya.
Novi segera mengambil baju ganti buat suaminya dan menunggu di depan.
"Mas aku tunggu di depan" teriaknya.
"Iya" sahut Daniel dalam kamar mandi.
Tubuh terasa segar sehabis mandi Daniel mengambil baju ganti yang novi siap kan di atas ranjang, lalu menuju depan tempat istrinya menunggu.
Novi tampak cantik dan muda seperti remaja dengan rambut ekor kuda dan kaos serta celana hot pants tersenyum melihatnya datang lalu menuang kopi di cangkir Daniel.
__ADS_1
"Kopi sudah dingin ini mas" kata Novi.
" Masih hangat kok " sahut Daniel sambil mengambil sepotong brownis.
" Ehm lama-lama beratku naik kalau makan manis terus " katanya sambil mengunyah brownis.
"Sekarang aku mengerti kenapa pegawaiku banyak gemuk setelah menikah, ternyata karena istrinya sangat perhatian memasak makanan terus haha" kata Daniel.
"Kau ini ada saja" sahut Novi.
" Rin di mana mattew? " tanya novi kepada suster yang merawat putranya dan matanya mencari anak kesayangannya.
" Tolong bawa kemari sus aku mau bermain bersamanya selagi di rumah" perintah Daniel.
" Baik tuan" jawab baby sister nya lalu menuju taman mencari anak yang dia rawat.
Semua menyukai mattew karena di samping dia gemuk, tidak rewel suka tertawa keras tidak menyusahkan bahkan semua terhibur dengan tingkah nya yang lucu membuat semua berebut main dengan nya.
"Ini tuan mattew" suster menyerahkan mattew kepada Daniel.
"Makasih sus kau boleh santai di belakang karena kami yang jaga mattew istirahatlah" kata Daniel.
__ADS_1
"Baik tuan" sahut suster nya senang bebas tugas bisa mengobrol dengan teman-temannya.
"Tuan Daniel semenjak menikah dengan non novi banyak berubah ya mbok? " tanya suster kepada bi ijah.
"Ya dulu tuan sangat serius jarang bercanda dan lebih suka menyendiri tidak suka mengobrol apalagi dengan kita sibuk kerja sampai lupa waktu, makanya heran kalau tuan bisa santai seperti sekarang nyonya novi hebat bisa membuat tuan banyak berubah. " katanya.
"Bahkan nyonya imma dulu sangat kesepian karena tuan terlalu sibuk dengan pekerjaannya" sahut nya.
"Sekarang nyonya novi menganggap kita keluarga sendiri, sehingga rumah lebih semarak tidak sunyi seperti dulu. " lanjutnya.
"Makanya tuan sewaktu di tinggal nyonya novi hampir depresi karena rumah ini juga sepi karena canda tawa nyonya juga tuan kecil menurun sifatnya. " tambahnya.
"Oh begitu hebat ya non novi" kata suster
" Iya dulu kita semua takut kepada tuan hanya nyonya novi yang menentangnya" kata bi ijah.
"Apa tuan meninggalkan nyonya imma dan menikah dengan non novi sebagai pelakor? " tanya suster penasaran.
"Hus kau ini korban sinetron hahaha" bi ijah tertawa terbahak-bahak.
"Nyonya imma dan novi sahabat seperti kakak adik dan nyonya imma sakit parah meninggal dan takut tuan kesepian jadi menyuruh tuan menikah dengan non novi. " kata bi ijah.
__ADS_1