
Mereka akhirnya pulang dan novi sudah merindukan putra gembul nya, sewaktu mereka sampai putranya tidak rewel dan melihat mamanya dia langsung meminta gendong.
"Aduh anak mama manja banget ya " novi menciumi pipi anaknya membuat mattew tertawa terbahak-bahak.
"Anak mama sudah makan belum?" tanyanya.
Mattew asyik mengoceh bahasa planet yang dia tidak mengerti, lalu dia menoleh kepada Daniel dan meminta gendong.
"Wah anak kesayangan papa sudah kangen sama papa" kata Daniel tersenyum menggendong mattew dan mencium pipinya.
Dia lalu mengambil mainan buat gigi dan mattew menggigitnya, sampai penuh ludah Daniel tertawa melihat anaknya itu.
Dulu tidak pernah dia mengira dirinya penuh kasih sayang kepada anak bayi, sehingga takut mempunyai anak karena tidak ingin putranya hidup sepertinya.
Sekarang keluarga penuh kehangatan dan dia tidak akan mengampuni orang yang mengganggu keluarganya siapapun itu.
Daniel mendapat telepon anak buahnya, kantor membutuhkan dia jadi dia akan kembali sore nanti.
Asisten sudah memesan tiket buat mereka, Daniel menutup teleponnya dan melihat kearah mattew yang lagi bermain balok huruf dan menyusun dengan gembira.
__ADS_1
"Kita harus bersiap pulang sore ini, kantor membutuhkan aku" kata Daniel kepada novi.
"Baiklah, aku akan bersiap dan mengatakan kepada orangtuaku." balas novi.
Selesai berkemas novi menemui orangtuanya." Ma, kita harus kembali sore ini perusahaan butuh Daniel"
"Iya nak, nanti rajin hubungi lewat video ya kami masih merindukan cucu kami yang gembul itu" kata mama novi.
"Iya ma, kalau tidak kalian bisa datang ke jakarta dan tinggal bersama kami" kata Daniel.
"Tidak bisa nak, kami tidak bisa meninggalkan rumah kami juga mabuk kendaraan" balas papa novi.
"Baiklah nanti kami akan sering berkunjung kemari" balas Daniel.
Walau baru bertemu sebentar mereka sudah seperti orangtuanya sendiri, bahkan mamanya tidak menghiraukan dia karena itu dia cukup terharu diperhatikan mertuanya.
Daniel memeluk papa mertuanya dan tersenyum "Terima kasih pa"
Setelah makan siang dan tidur sebentar istirahat, mereka naik mobil kantor pergi ke bandara menuju jakarta.
__ADS_1
Novi yang tidak berfikir membeli oleh-oleh, merasa senang saat mamanya menyerahkan oleh-oleh buat keluarga di jakarta sewaktu mereka berangkat tadi.
Sesampainya di bandara halim supir kantor sudah menjemput mereka pulang, setelah menurunkan novi dll Daniel langsung menuju kantor bersama supir.
Rupanya klien mereka dari Amerika ada cukup cerewet tidak mau meeting bersama asisten minta langsung berhubungan dengan Daniel.
Setelah bertemu dan saling menandatangani berkas kontrak, mereka pun berjabat tangan dan pulang kembali ke hotel mereka menginap dan Daniel pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah dia sudah disambut novi didepan pintu, dia mencium istrinya dan membersihkan diri.
"Bagaimana hasil meeting lancar?" tanyanya.
"Syukurlah berjalan lancar dan tanda tangan kontrak" katanya.
"Habis mandi kita makan camilan diruang tamu, aku sudah menyiapkan camilan untuk kita." kata novi.
"Sayang kau kan capek kenapa masih membuat makanan suruh saja Bi ijah" katanya.
" Ga capek kok tenang saja, mattew mungkin kecapekan langsung tidur" jawab novi
__ADS_1
"Ya sudah aku mandi dulu" balas Daniel menuju kamar mandi.
Novi mengambil camilan kue brownis yang dia buat tadi juga lapis dan semangkuk es buah membawa kemeja ruang tamu.