
Makanan sudah datang Daniel mengajak novi kemeja bersamanya untuk makan steak.
"Enak sekali ini dagingnya empuk" kata novi makan dengan lahap.
Steak adalah salah satu makanan favoritnya tetapi tidak pernah beli mahal karena dia selalu berhemat sayang dibuat membeli makanan mahal lebih baik buat hal yang berguna.
"Tentu Saja itu daging sapi kualitas premium yang harga juga sangat mahal" balas Daniel tersenyum.
"Ya suamiku, selalu saja pamer betapa kayanya dirinya" kata novi menyindir.
Daniel tertawa dan memeluk istrinya," harta ku paling berharga adalah kalian berdua."
Novi tersipu setelah kenyang pelayan membereskan semua makanan mereka dan mereka pun berbaring di atas ranjang sambil menonton drakor.
"Sayang apa kau tidak ingin menambah adik buat mattew" bisik nya perlahan membuat novi merasa geli dan telinga memerah.
__ADS_1
"Apaan anak kita masih bayi kau mau menambah? " novi cemberut.
David menciumi leher istrinya perlahan dan tangannya mulai bergerak kemana-mana, novi mau tidak mau mulai terbawa suasana.
"Ehmh.." desisnya perlahan.
Daniel menatap senang istrinya sudah terpengaruh, dia pun makin menggoda istrinya dan meremas dada istrinya perlahan dan mulai mencium lembut bibir istrinya.
Tidak berapa lama semua pakaian mereka sudah terlepas dan mereka bergulat di atas tempat tidur, entah berapa lama novi merasa badannya capek sekali karena serangan suaminya.
Malam ini suaminya sangat bergairah dan tidak merasa capek sama sekali, sangat kuat entah suasana yang mendukung atau karena mereka melakukan ditempat lain romantis karena kalau di rumah orangtuanya Daniel pasti agak menahan diri.
Novi juga tidak takut suaranya terdengar karena hotel ini dilengkapi peredam suara, sehingga dia bebas menjerit atas ulah suaminya yang nakal itu.
Pipinya memerah mengingat dia mendesah keras tidak tahan godaan nakal suaminya, yang terus meremas dan menciumi tetapi tidak segera memulai membuat dia bagai cacing kepanasan meliuk-liuk tangannya meremas sprei sampai berantakan.
__ADS_1
"Wah istriku aku sangat senang kau begitu agresif dan tidak menyembunyikan suaramu tadi membuat aku makin ketagihan." goda Daniel.
Malam ini indah buat mereka mengulang terus dan Daniel pun cepat bergairah kembali melihat novi yang malu dan muka memerah membuat Daniel cepat on.
Mereka bagai sedang bulan madu kedua melakukan aktivitas tanpa henti, hanya berhenti sebentar istirahat terus melakukan lagi.
Novi pun menyambutnya walau agak capek baginya melayani suami adalah kewajibannya dan tidak sanggup menolaknya apalagi dia ikut menikmati semua perbuatan suaminya itu.
Novi merasa puas dan memeluk tubuh suaminya dengan erat, tadi suasana hatinya memburuk karena teman lamanya yang suka menghina itu.
Sekarang hatinya membaik karena suaminya, dia sangat bahagia bisa bersama suaminya rupanya memang jodoh tidak kemana.
Dulu dia mati-matian menahan perasaan, karena sadar tidak mau menjadi pelakor buat sahabat yang sudah seperti saudara baginya.
Tetapi tidak disangka imma memberikan kepadanya dengan sukarela, dan membuatnya bersama Daniel.
__ADS_1
Pria dingin yang dia bahkan tidak bisa membayangkan, pria es ini bisa mencair dan menjadi romantis sekarang.
Dalam mimpi pun tidak pernah dia bayangkan, Daniel akan berubah seperti dia inginkan dan harapkan suami penuh kasih.