Cinta Bagai Disangkar Emas

Cinta Bagai Disangkar Emas
Kepergian imma


__ADS_3

Novi menangis menatap sahabatnya yang tampak kurus juga lemah di depannya.


"Imm..ini aku datang" kata Novi memegang tangan Imma.


Mendengar suara Novi perlahan Imma membuka matanya senyumnya langsung merekah di bibirnya.


"Nov kenapa menangis.. aku baik-baik saja jangan khawatir.." kata Imma pelan dengan susah payah.


"Maafkan aku baru datang Imm..maafkan semua yang kulakukan yang mungkin menyakitkan hatimu selama kita bersama" kata Novi.


"Aku yang minta maaf Nov bila memaksamu melakukan sesuatu yang kamu tidak sukai" kata Imma.


"Novi umurku tidak lama lagi tapi aku tidak tenang bila Daniel sendirian, karena dia bisa lupa segalanya.


Kalo tidak ada seorang istri bahkan dia sering melewatkan makannya karena pekerjaannya, aku mau kamu berjanji kepadaku untuk menjaga dan merawatnya menggantikanku.


Walaupun aku tahu kamu membencinya aku percaya suatu hari nanti kalian bisa saling mencintai" kata Imma.


"Tapi Imm.." Novi berniat menolak permintaan Imma.


"Berjanjilah kepadaku Nov.."suara Imma makin melemah.


"Baiklah Imm..aku berjanji sekarang kamu fokus sembuh ya.." Novi semakin terisak.

__ADS_1


"Terima..ka..sih. Nov" Imma menutup matanya dengan senyum.


Mesin jantung menampakkan garis lurus.. Imma sudah meninggal dengan bahagia.


"Immmaaaaa..."jerit Novi tangannya memeluk tubuh Imma.


"Bangunlah Imm..kamu kan sudah janji mentraktirku di mall, apa kamu lupa kita mau hangout bersama" kata Novi yang masih belum menerima kepergian Imma.


"Tenanglah kita menyayanginya tapi Tuhan lebih menyayanginya, sekarang dia tidak menderita lagi" peluk Daniel dengan wajah sedih dia merelakan kepergian Imma.


Dokter segera mencabut peralatan medis di tubuh Imma dan perawat membawa ke ruangan jenazah.


Setelah mengurus segala administrasi rumah sakit mereka pun mengurus pemakaman Imma.


Novi memasuki kamar Imma dan menatap foto sahabatnya yang sedang tersenyum.


"Sejak kecil kau selalu mengalah kepadaku bahkan kau selalu memberikan milikmu kalo aku menyukainya, sampai menjelang ajalmu kamu masih memikirkan aku..hiks.. Imm kenapa begitu cepat kau pergi.." gumam Novi air mata makin mengalir matanya sudah sembab.


*Flashback on*


Imma lagi melihat tas yang di sukainya ketika Novi sudah di depannya membawa tas lucu.


"Imm..lihat ini bagus ga?" tanya Novi matanya melihat tas yang di pegang Imma.

__ADS_1


"Wah tas ini lebih bagus" teriak Novi.


"Kamu suka ambillah nanti aku beli yang lain" kata Imma memberikan tas yang dipegangnya.


"Yakin Imm..ga jadi deh aku tahu kamu menyukai tas itu" kata Novi ragu menerima uluran tas dari tangan Imma.


Selera imma dan Novi hampir sama, tapi keduanya saling mengalah bila ada yang disukai sahabatnya, karena itu mereka sangat rukun.


Bertahun-tahun bersahabat mereka tidak pernah bertengkar , kebanyakan Imma memberi barang miliknya kepada Novi.


Karena bagi Imma Novi sudah seperti saudaranya meskipun Imma dan Novi sebaya umur, tapi sifat Imma lebih kelihatan dewasa dan keibuan dibanding Novi yang masih kekanakan.


Novi dan Imma pun sering bertukar barang juga baju , bahkan orang tua Novi sudah menganggap Imma putrinya juga dan Imma juga memanggil mama.


Keluarga Imma jarang memperhatikan anaknya itu, sejak ibunya meninggal ayahnya menikah lagi dan tidak peduli kepada Imma yang sudah berkorban buat keluarganya.


Karena itu bagi Imma dia hanya punya Novi serta Daniel yang menyayanginya dengan tulus.


"Ambil saja kayak sama siapa saja sungkan itu kan cuma tas, persahabatan kita lebih penting dan semoga sampai tua beranak cucu kita tetap selalu bersama ya Nov milikku adalah milikmu juga bukankah kita selalu berbagi" peluk imma.


*Flashback Off*


Imma hiks..hiks.. bahkan sampai terakhir umurmu kau masih memberikan milikmu yang berharga kepadaku..

__ADS_1


__ADS_2