
Beberapa hari kemudian Novi bekerja seperti biasa, dia berusaha melupakan apa yang terjadi antara dia sama bos nya sekaligus suami sahabatnya itu dengan menyibukkan diri pada pekerjaannya.
Sementara Imma yang tidak mengambil pengobatan kemoterapi, lebih memilih pengobatan alternatif supaya suaminya tidak mengetahui penyakitnya.
Kondisi tubuhnya makin drop rupanya sel kanker bertambah ganas , sehingga tubuhnya semakin kurus juga rambutnya semakin banyak yang rontok.
Daniel tidak menyadari penyakit istrinya karena dia pun mempunyai kesibukan yang tinggi, apalagi Daniel juga ingin melupakan peristiwa dalam mobilnya waktu itu.
Imma menyimpan kesakitannya seorang diri bahkan dia tidak ingin menceritakan penyakit
nya kepada Novi, dia tidak mau sahabatnya cemas karenanya.
Apalagi akhir -akhir ini sahabatnya itu sangat sibuk , sehingga selalu menolak ajakan ke rumahnya dengan berbagai alasan.
Imma takut rencananya gagal sedang waktunya tidak lama lagi, Imma tidak mengetahui kalau Novi menolak berkunjung ke rumahnya karena dia merasa bersalah kepada Imma.
Juga tidak sanggup menyakiti hati sahabatnya, karena dia yakin kalau bertemu Daniel hatinya semakin dalam jatuh cinta lebih baik dia melupakan suami sahabatnya itu.
__ADS_1
Novi juga beruntung karena bosnya sibuk, sehingga mereka tidak pernah sampai bertemu walau dalam satu kantor yang sama.
Novi juga tidak mengetahui kalau Daniel juga berusaha agar tidak bertemu Novi, dengan melimpahkan tugas yang selesai dikerjakan Novi kepada direktur utama sebagai atasan Novi.
Sehingga tidak berhubungan langsung dengan nya, sebenarnya Daniel merasa bersalah kepada Novi dan ingin menebus kesalahannya dengan menikahi Novi.
Tetapi statusnya sudah menikah sehingga dia bingung , apa yang dia lakukan untuk dapat menebus perbuatan nya.
Tiba-tiba handphone nya berbunyi dan asisten rumah tangga menelepon ,kalau istrinya tadi pingsan dan dibawa ke rumah sakit harapan.
Daniel terkejut dan langsung meninggalkan ruangannya untuk segera pergi ke rumah sakit.
"Baik pak akan saya jadwal ulang" jawab Meta.
Setengah jam kemudian Daniel sudah berada di rumah sakit harapan, dia bertanya kepada resepsionis di mana ruangan istrinya dirawat dan segera ke sana.
Dalam ruangan dia bertemu dokter yang merawat istrinya.
__ADS_1
"Dok..istri saya kenapa pingsan?" tanyanya.
"Apa ibu Imma tidak memberitahu bapak penyakitnya?"dokter Heru heran.
"Saya tidak mengetahuinya Imma tidak bercerita apa-apa kepada saya!" kata Daniel.
"Ibu Imma menderita kanker stadium 4 dan sekarang mulai mengganas , karena tidak menjalankan pengobatan kemoterapi yang kami sarankan.
Kami sudah berusaha semampu kami dan prediksi kami umurnya paling lama 4 bulan saja." dokter Heru menjelaskan kepada Daniel.
Daniel sangat terkejut mendengar ini , dia menyesal sangat sibuk melupakan istrinya yang menderita sendirian.
Daniel masuk ruang icu dan melihat istrinya belum sadar , tangannya diinfus tubuhnya semakin Kelihatan kurus andai dia lebih memperhatikan istrinya mungkin semua tidak sampai separah ini.
"Tolong beri pengobatan terbaik kepada istri saya berapapun biayanya." kata Daniel.
"Tentu saja kami berusaha yang terbaik bapak tenang saja , dan banyak berdoa agar kita dapat mukjizat penyembuhan buat istri bapak" kata dokter Heru.
__ADS_1
"Terimakasih banyak dok.."ujar Daniel.
Daniel yang merasa bersalah menyia-yiakan istrinya, padahal dia mengetahui istrinya sangat penurut dan tidak pernah membantahnya.