CINTA DENGAN EMPAT PRIA

CINTA DENGAN EMPAT PRIA
PERTEMUAN DITOKO BUKU


__ADS_3

Hari masih pagi ketika Meila sampai ditoko buku langganannya.Namun suasana sudah sedikit ramai.Hari itu pengunjungnya lumayan banyak.Meila menyusuri rak buku di toko buku tersebut, sambil sesekali ia merapikan rambutnya yang berantakan akibat terburu buru datang ke toko buku itu.Ia baru ingat hari ini sahabatnya atau bisa saja disebut salah satu kenalannya ulangtahun.Pria bernama Dani itu menuntut hadiah sebuah buku dari Meila. Meila terpaksa menyetujui mengigat ketika ia ulang tahun bulan lalu Pria itu memberinya hadiah meskipun dia tidak minta. Demi tidak mau berutang budi,dia harus membalasnya.


Toko buku itu tidak jauh dari rumah indekos nya, tapi cukuplah buat ngos-ngosan ditempuh jalan kaki apalagi dengan cuaca panas begini. Mana badan Meila kurang sehat lagi, Ia angak pilek karena akhir-akhir ini cuaca tidak bersahabat.Kadang-kadang Sebentar hujan,sebentar panas. Sesekali Meila bersin membuat pengunjung lain terkadang memperhatikannya. Ada yang melirik sebal, ada yang melirik iba,dan mungkin ada sedikit merasa jijik.Mungkin takut ketularan kali.


Asik mencari buku yang cocok, Meila tidak memperhatikan langkahnya.Hampir saja Ia terjatuh karena kurang berhati-hati. Kakinya hampir sedikit kehilangan keseimbangan.Ia memang buru-buru karena ada seseorang yang akan menemuinya. Sikapnya yang sedikit heboh dan berisik itu mengundang perhatian sekelilingnya.Demikian juga bagi seorang Pria yang tidak jauh darinya.


"Kenapa akhir-akhir nech hidupku kacau banget dirempongin cowo?" gerutunya sendiri, "yang satu minta dibeliin buku,kurang kerjaan aja padahal dia kan bisa beli sendiri, dan yang satu lagu ngebet banget ketemuan," sambungnya lagi.


"Hadeeh..mimpi apa aku akhir akhir nech, Kenapa pangeran kodok pada datang smua?" cerocosnya lagi.Meila tidak sadar dia tidak ngomong dalam hati.Tapi asik berbicara sendiri,suaranya aja sampai terdengar kesekitarnya. Seorang Pria yang dari tadi juga asik mencari buku namun karena sikapnya yang gaduh itu terpaksa sedikit terusik akan kehadiriannya.Pria itu justru tiba tiba tergelak mendengar celotehan receh gadis itu.


Baginya meila lucu dan aneh.


"Memangnya zaman sekarang ada pangeran kodok yach non?"Celetuknya sambil tersenyum dan memandang Meila.Komentar cowok itu membuat meila tersadar bahwa Ia berbicara sendiri dari tadi. Meila tersipu dan memandang ke cowok yang menyahutinya itu


"Hehe..maaf..maaf! kala oom sampai terganggu," katanya sambil melipat tangannya di dada tanda maaf.


"Oom..?siapa yang nona maksud om.Saya?" tanya pria itu bingung.Meila menganguk polos. Pria itu tertawa lagi kali ini lebih renyah

__ADS_1


"Apa aku setua itu,?" ujarnya pada meila,"hei aku ini belum tua masih tujuh belas tahun" kelakarnya, Meila jadi ikut tertawa.


"Ngak salah, 71 Tahun kali"jawab meila lagi. Pria itu agak melotot lucu.


"Wah..wah kamu saja neng yang anggap saya tua. Saya ini masih muda loh.Masih 28 tahun" ujarnya.


"Ooh kata meila,kala ngitu maaf dech.Saya kira oom-oom tadi" ujar meila lagi membuat si Pria kembali tergelak.


Pria itu nampaknya menyukai berbincang dengan gadis itu namun ia mengurungkan niatnya karena Meila buru-buru permisi dan Ia lewat begitu saja dari depan Pria itu menuju rak buku lain diseberang mereka.


"Hmm..tunggu" kata pria itu.Sepertinya dia tertarik mau berbincang lanjut dengan meila.Tapi diurungkannya karena dilihatnya meila sudah berlalu dengan tergesa-ngesa.


"Nona tunggu!" panggilnya dari atas karena Meila sudah menuruni anak tangga, Gadis itu terhenti sebentar.


"Boleh kita berkenalan?"ujarnya lagi sambil menyodorkan tangan. Meila memperhatikan cowo itu sebentar.Sangat tampan,berwajah teduh dan cool.Ia memang terlihat lebih dewasa.Meila cocok menganggapnya Kakak. Sejenak Meila berpikir begitu banyak laki-laki akhir-akhir ini yang mengajaknya berkenalan.Jika diladeni maka akan bersambung lagi.Mengajak bertemu,atau me Wa segala.Menelepon juga.


"Huh semua itu sungguh merepotkan"Ngerutunya dalam hati.Mengingat dia sekarang lagi sibuk mengerjakan skripsi.Tugas akhir yang harus dia kejar supaya tamat S1 sebelum 4 Tahun dan mendapat gelar cumlaude.

__ADS_1


"Maaf om" ujarnya, "saya ngk ada waktu om" Ia menolak halus sambil merapatkan tangan di dada tanda maaf sambil sedikit membungkuk pamit pada pria itu. Belum Lee menjawab, Meila sudah berlalu membuat Lee terngangga binggung.Tangannya masih tersodor sebagai permintaan perkenalan, tapi tidak dibalas.Ia merasa seperti ada yang memukul di dadanya.Belum pernah Ia mengajak wanita berkenalan sekalipun.Eh tahunya begitu ia mengajak berkenalan seorang wanita, wanita itu melenggos aja pergi.Tidak peduli sama sekali.


"Apa ini karma buatku" gumannya dalam hati. Selama ini ia selalu tidak peduli dengan wanita-wanita yang mendekatinya.Bahkan bagi teman temannya sering dianggap keterlaluan.Eeh sekarang seorang wanita yang memperlakukannya demikian.hmm..


Sementara ditempat lain Meila sudah tiba dirumah indekostnya.Terlihat seorang pria menunggu seseorang.Meila memperhatikannya dari jauh.Pria itu menelepon.Hp Meila berdering.


"Saya sudah didepan rumah kamu yach"Ujar suara lembut diseberang sana.Meila menjawab tergagap,"ooh..i..ia"jawabnya.Ia baru sadar pria yang diperhatikannya itu adalah pria yang barusan menelponya.


Anehnya Meila tidak sanggup melanjutkan langkahnya.Ia malah bersembunyi dibalik pohon yang ada didekat rumahnya. Hal itu dilakukannya karena Pria itu mengedarkan pandang dan memandang ke arah jalan tempat ia berdiri.


"Kenapa Neng sembuyi?"ujar Abang penjual batagor heran.


"sssst...!" tegor Meila sambil memberi isyarat untuk diam kepada abang penjual batagor yg kepo itu.


"Beeeh! Pacarnya nungguin kok malah sembunyi."


"cieh..cieh..! nganteng banget! pinter yach cari pacar," seloroh pria itu. Meila mendelik kearah abang batagor yang biasa mangkal tak jauh dari rumah indekost nya itu.

__ADS_1


Sementara laki-laki yang dipandang itu bolak balik mondar mandir di depan gerbang rumah kostnya.Sambil sesekali memandang jam ditangannya.Dia bernama Derin.Salah satu mahasiswa Fakultas Kedokteran.Ini juga untuk pertama kali bagi Derin mau bertemu dengan seseorang yang belum dikenalnya. Akankah wanita itu seperti gambaran yang diketahuinya selama ini.


Selama ini Ia medapat Info mengenai seorang gadis dari Fakultas lain.Lumayan agak jadi buah bibir dikampusnya. Ia tertarik untuk mencari tahu keberadaan gadis itu untuk mengetahui seperti apakah sebenarnya sosoknya wanita itu.Apakah Ia cantik,apakah ia baik berbagai pertanyaan bergolak di pikirannya. Makanya ia terlihat gelisah.


__ADS_2