CINTA DENGAN EMPAT PRIA

CINTA DENGAN EMPAT PRIA
TRAGEDI 1


__ADS_3

Meila dengan ketiga pria gagah temannya itu sudah menikmati sarapan mereka disekitar taman kota itu.Sementara Derin yang dari tadi menguntit mereka sudah memutuskan untuk pulang.Pria itu kelihatan sangat kecewa dan ada kemarahan didalam dadanya. Ia begitu kesal karena lagi-lagi ia mendapati meila dengan banyak pria.Tadinya ia berpikir meila gadis polos-polos aja yang punya teman paling seputaran anak-anak kuliahan. Ia memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi,hal yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya.


Sementara Meila dengan Lee,bastian dan lian..


Hari ini sengaja Lee menemui gadis itu karena ia berniat membawa meila kerumah ibu Miska karena Farrel datang dari Jakarta. Farrel meminta kedatangannya dirahasiakan dari Meila karena ingin memberikan kejutan buat gadis itu. Sebenarnya Lee binggung kenapa Farrel sampai segitunya, seolah-olah mereka punya hubungan saja. Namun apa daya ia tidak bisa menolak permintaan temannya itu. Apalagi Farrel hanya sebentar karena libur nya hanya beberapa hari saja.


" Gimana mel,enak makanannya?" Tanya lee pada meila yang hanya diam sambil fokus menikmati soto ayam pesanannya.Mendengar pertanyaan Lee meila mengganguk sambil tersenyum.Lee memperhatikan gadis itu dari samping,


"kala lama-lama diamati ia begitu manis dan cantik" gumannya dalam hati.


" Cobain juga ne punyaku ujar lee sambil menyuapi meila soto kikil miliknya. Mendapat sodoran sendok berisi soto itu meila tidak menolak ia membuka mulutnya dan Lee menyuapinya dengan romantis. Kedua teman mereka Lian dan Bastian berdehem. Sementara Bas berdiri seolah-olah menepuk nyamuk disekitaran meila dan Lee


" Minggir-Mingir ! ada nyamuk!" ujarnya sembari memukul-mukul diantara Lee dan meila sehingga keduanya otomatis meregangkan jarak mereka. Melihat aksi Bas lian hanya tertawa.


"Bas..bas.siiiirik aja loh?" ujar lian sambil memyeruput jus mangganya


" Makanya cari pacar.Ne asik jomblo aja" Komentnya lagi.Mendegar itu Bas melotot pada Lian.


" Ngomongin orang aja.Loh aja belum punya pacar.huuuu!" Ujarnya sembari membuat gerakan seolah-olah mau menyikut Lian.


" Sudah..sudah sesama jomblo dilarang saling mendahului" Kelakar Lee.Mereka pun tertawa termasuk meila.Ia merasa lucu aja,baru sadar mereka berempat semuanya jomblo


"Ayo segera habiskan makanannya.Buruan!" Lee memerintah


" Mau kemana sih pak boss,buru-buru amet" Bas kelihatan ogah disuruh cepet-cepet.

__ADS_1


" Ia mau kemana kak?meila ikutan bertanya.


" kita kerumah bu miska ya mel" Ujarnya,membuat yang lain berhenti makan dan menoleh.


" Loh..tadi katanya mau ke Mall boss?" Bass menangih janjinya.Lee baru sadar kala ia sudah berjanji.


" Ke mallnya besok ajalah" Ujarnya


" Ngk bisa ngitu boss.Kan pak boss da janji tadi,janji adalah utang loh" Bas menangih lagi membuat Lee sadar kala Bas udah dijanji in ngk boleh di ingkari dia bakal ngambek tujuh keturunan mengalahi bocah atau anak perempuan saja.


" Oke..oke.. terserahlah.Tapi jangan lama-lama yach! Atau kalian saja yang ke Mal kami anter trus kami kerumah ibu miska.gimana?" Lee memberi tawaran. Keduanya menggeleng karena tadi Lee mengajak mereka katanya mau ajak Meila sma mereka jalan ke Mal makanya mereka langsung happy n cuuus dari malas2annya di tempat tidur.


" Yach udah ngk apa-apa kak lee kita jalan aja dulu ntar sore baru kesana" Meila yang dari tadi diam saja buka suara.Dia udah ngk tahan mau ketawa lihat ekspresi wajah kedua pria tersebut yang kelihatan bete berat. Mendapat pembelaan keduanya senang mereka langsung toas..dengan gembira kepada meila.


" Oke..oke.." Lee terpaksa mengalah.Dia hanya menggeleng sambil tersenyum saja melihat tingkah kedua temannya itu.


Meila permisi sebentar hendak ke toilet yang terletak disebelah Cafe/Resto tersebut. Saat kakinya melangkah ada panggilan telpon. Ia melihat kelayar ponselnya dan binggung tumben banget Farrel menelpnya.Ia mengangkatnya.Terdengar suara diseberang menanyakan kabar,ia menjawab.


" Ada apa nelepon kak?" Tanyanya.


" Ngk ada apa-apa.Aku cuma rindu" Ujar pria itu gamblang.


DEG...!


Serasa ada yang copot didadanya.Meila merasa Farrel mengucapkan dengan santai saja.Tapi entah kenapa mendegarnya gadis itu seperti merinding dan jantungnya dag..dig dug.

__ADS_1


" hmmm..kok diam?" Farrel bertanya. Meila bukan tidak mendegar tapi ia buru-buru menjauhkan hapenya dari telinganya karena ia melihat tiba-tiba ada seorang pria menghalangi langkahnya.


" Hallo..hallo.." Farrel binggung hp masih tersambung tapi ia tidak mendengar suara meila.


" Hai..gadis cantik.." Sayup-sayup ia mendegar suara pria.Farrel mempertajam pendegarannya.


" Kok kamu disini.trus ngapain menghalangi langkahku"Terdengar suara tegas gadis itu. Lalu dibalas dengan suara orang tertawa. Pria itu tak lain dan tak bukan adalah Deni adik Farrel. Meila binggung dari mana munculnya makluk tersebut. Tiba-tiba sudah nongol saja menghadang langkahnya.


" Ngomongnya biasa aja kali gadis manis" ujarnya sambil mencolek pipinya.


" Singkirkan tanganmu berani sekali memegang megang sembarangan" Hardiknya. Mendegar itu Farrel seperti terkesiap ia sadar sepertinya meila dalam bahaya.


" Singkirkan?" .Kini pria yang bernama deni itu tertawa.


" Kamu mengaku-ngaku pacaran sma abangku.Padahal aku tahu abngku sudah punya tunangan.Sekarang aja kamu sama laki-laki lain.Trus kenapa aku ngk boleh dekat samamu cuma megang aja kok sementara mereka..." Bisiknya ditelinga meila.gadis itu bergidik jijik


" Sementara apa??!!"


" Mereka teman-temanku.Apa urusanmu!" Hardik gadis itu


" Mel...mel.."teriak Farrel dari seberang


"Kamu bicara sama siapa?" Ia mulai khwatir,tapi meila tidak menjawab.


" Apa itu deni?" Farrel seperti mengenali suara laki-laki diseberang sana.tapi ia binggung mengapa deni ada disana.

__ADS_1


" Mereka lagi dimana?" berbagai pertanyaaan muncul dibenaknya.


__ADS_2