
" Ada apa bang?" Meila melepaskan pelukan pria itu.Dia merasa aneh atas sikap derin. Apalagi baru kemarin bertemu. Lagian mereka juga bukan sepasang kekasih.Jadi aneh aja ketemu langsung meluk-meluk segala.hehehe
" Mel aku nanya nich.Apa kamu udah punya pacar?" Tanyanya sambil menatap muka meila dalam-dalam. Hari memang masih gelap,tetapi penerangan lampu di depan kost nya sangat terang juga ditambah penerangan lampu jalan. Jadi ia bisa dengan leluasa memandang mimik meila. Mendengar pertanyaan itu meila heran. Sebelumnya ia sudah pernah mengatakan kala ia belum punya pacar.
" Kenapa kamu diam mel?" Tanyanya
" Trus aku harus bilang apa bang derin.Kemarin-kemarin kan sudah pernah kubilang." Jawab meila sembari tersenyum.
" Apa abg belum percaya?" Tanya nya lagi.
Derin menceritakan apa yang dikatakan orang tuanya. Meila terkesima. Ia merasa menyesal telah berbohong pada derin. Padahal ia tidak memiliki maksud apa-apa, cuma ia tidak mau derin banyak bertanya aja kala ia menjeguk seorang ibu yang merupakan kenalannya.Bukan kerabatnya.
" Maafkan aku bang derin. Kemarin itu aku benar-benar buru-buru Aku berpikir jika menjelaskan akan membutuhkan waktu panjang. Sementara aku saat itu sudah dijemput" Tutur meila merasa menyesal.
" Jadi benar.kamu dijemput laki-laki tampan?" Tanyanya.Mendegar itu meila tertawa. "Mesti banget derin menggarisbawahi kata-kata tampan. Sepertinya ia sedikit cemburu." Batin meila.
" Iya dijemput anak ibu itu" Ujar meila
" Ooh jadi benar?" Derin berguman lirih.
" Yach kami tidak ada hubungan apa-apa baru kenal dua hari juga" Meila berusaha menepis prasangka derin.
" Lagian dia sudah punya pacar loh bang derin, dan besok juga dia da pulang ke Jakarta.Dia ngk tinggal disini." Ujar meila lagi menerangkan. Mendegar itu derin sedikit lega. Teryata pria itu tinggal di Ibu kota. Lalu meila bercerita kala Farrel itu hanya Izin atau cuti kerja karena Ayahnya baru meninggal minggu lalu dan ibunya masuk rumah sakit.
" Tapi kenapa ibu itu mengatakan pada papaku ketika papa sedang memeriksanya bahwa kamu pacar anaknya mel?" Tanya derin lagi.Meila tertawa
" Kamu cemburu yach?" Ledek meila. Derin membuang pandang grogi ditanya begitu.
" Oh iya kok kita disini aja.Katanya mau jogging.Ayoo...mel" Ujarnya mengalihkan pembicaraan sambil siap-siap dengan pemanasan ditempat.Meila angak gemes dibuatnya. Padahal ia sangat penasaran bagaimana perasaan derin padanya.
__ADS_1
"Mobil nya parkir sini aja" Ujar derin lagi
Meila menganguk mengiyakan.
" Mel..Mel..apa yang kamu harapkan.Bukankah kamu menginginkan Jomblo dulu" Gerutunya dalam hati. Kadang-kadang memang logika dan perasaan susah diajak kerja sama.Duh..duh..
Mereka menyusuri Jalanan kota yang masih sepi.Kebetulan daerah tempat meila tinggal adalah kawasan bebas kendaraan umum jadi tempat itu sangat cocok untuk dijadikan arena olahraga seperti jogging, jalan santai ataupun bersepeda.
Sepanjang mereka berlari-lari kecil mereka berpapasan dengan orang-orang yang juga sedang berolahraga juga. Angin pagi masih sangat sejuk.Pelan-pelan hari mulai sedikit terang.Meila menikmati aneka warna-warni bunga yang ditanam di sekitaran jalan tersebut. Mereka memutuskan melanjutkan jogging di taman kota. Sesekali mereka taruhan untuk bisa saling mengejar. Meila dan derin sangat senang. Mereka tertawa-tawa gembira seperti anak kecil. Apalagi yang disuruh mengejar tidak dapat menangkap.Senangnya minta ampun.
" Aduh lemah sekali nich bang derin. Dari tadi ngk bisa ngejar aku" Ujar meila sambil mengolok-olok derin yang berlari terengah-engah.
" Busyet nich cewe larinya kencang banget. Seakan tidak kehabisan tenaga" ucap derin. Dia berhenti mengatur napasnya.
" Larimu kok kencang banget sih mel.Makan apa kamu tiapa hari" Ucapnya sambil berhenti mengatur napasnya
"Abang tahu ngk.aku nich atlet lari loh disekolah. Da tingkat kecamatan lagi" Ujar meila yang membuat derin tertawa.Ia masih menatap meila yang masih menjaga jarak darinya.Takut ditangkap.Sambil sesekali gadis itu berlari-lari kecil kadang seolah mendatanginya kadang pergi lagi menjahuinya. Derin tertawa geli melihat ulah meila. Dia seperti anak kecil jika sedang gembira.
" Tingkat kecamatan aja bangga.." Ledek Derin.
" Yeeeh! Mending dong! daripada cuma menagkap satu gadis aja ngk bisa" Ledeknya lagi semakin memanas-manasi derin..
" Benar nich.Kala dapat apa hadiahnya?" Tanya derin
" Terserah deh.Nanti boleh di request.Yang penting yakin ngk dapat menangkap?" Ejeknya lagi.
" Oke..!."Derin begitu senang akan jawaban meila. Secepat kilat ia mengejar. Meila yang belum siap kanget.Segera ia berlari sekencang mungkin mengitari danau buatan dihutan kota tersebut.Tubuhnya meliuk-liuk lincah berlari diantara pepohan cemara yang tertanam berjejer rapi disepanjang danau. Sekali lagi derin berusaha mngencangkan langkahnya.Nafasnya sudah mulai tak beraturan, tapi ia tidak mau dipandang lemah oleh meila jadi ia berusaha. Meila yang melihat usaha derin mengejarnya jadi tidak tega.Ia mengurangi kecepatannya dan Huuup...!!! Tiba-Tiba tangan derin telah berhasil menagkap pinggangnya. Derin langsung memeluknya erat yang membuat meila juga jadi terkejut mendapat pelukan dari teman pria nya itu.
" Dapat....!" Teriaknya ngembira. Namun posisi mereka tidak seimbang sehingga mereka sama-sama terjatuh kerumput dipinggir jalanan setapak itu. Keduanya tertawa terpinggkal-pingkal menyadari kekonyolan masing-masing.
__ADS_1
Kini mereka sudah duduk di rerumputan yang terpotong rapi di taman kota itu.
" Seperti janjinya kala dapat menangkap dek meila,abg dapat hadiah..!" Ujar derin menagih janji meila. Sejenak meila berhenti dari tertawanya dan memandang wajah tampan disampingnya.
" Boleh..boleh..mau apa.Mau aku traktir sarapan pagi?" Ujar meila namun derin menggeleng.
" Lalu...?" giliran meila yang binggung.
" Lebih dari itu aku mau yang special" Derin berbisik ketelinganya.Membuatnya meila memandang curiga.Kok gelagat si derin jadi aneh.Mendadak ada aura-aura Negative ngitu.hehhe
" Trus apa tinggal bilang aja..! Ujarnya tak sabaran.Melihat itu derin tertawa."
"Mel..mel..kamu memang tak sabaran aja.Aku tak yakin dek meila bisa memenuhi" Ujarnya lagi semakin membuat meila makin bete sangking penasarannya. Lalu derin mendekatkan mulutnya ke telinga meila sambil berbisik yang membuat gadis itu terbelalak. Mulutnya mengganga. Bagaimana mungkin derin bisa punya permintaan seperti itu.
" gimana?" Tanyanya lagi karena dilihatnya gadis itu benggong aja.
" Yach ampun gimana mungkin ada itu..."ujar meila sambil membuat gerakan mengatupkan jari-jari telapak tangan kanan dan telapak tangan kiri.Seolah olah memperagakan orang berciuman. " Sementara kita tidak punya hubungan apa-apa selain teman" sambungnya lagi gelagapan. Permintaan Derin diluar pemikirannya.
" Mulai saat ini dan kedepan kita akan ada hubungan. Jadi kamu tidak usah khawatir" Bisiknya lagi diteliga meila,yang tambah membuat gadis itu merinding mendegarnya.
Tiba-tiba sebuah ciuman mendarat di bibirnya.Darah meila seperti tiba-tiba mengalir begitu kencang.Jantungnya tidak beraturan.Ini ciuman pertamanya. Ciuman yang ia dapatkan tanpa ia setujui terlebih dahulu. Derin memang cuma mencium kilas dia.Tapi bagi gadis itu semua itu terasa aneh.Ia mematung tidak tahu harus mengatakan apa.
" Aku menyukaimu mel.Mari kita perjelas hubungan kita.Sudah berapa lama kita bersama.Aku pikir kita perlu menaikkan status kebersamaan kita. Mau kan dek meila jadi pacar abang...?". Derin meraih kedua tangan meila. Ia berharap meila menjawabnya.
" Maaf yach bang.Aku ngk bisa...!" Ujarnya sembari menarik kembali tangannya
" Kenapa mel?apa karena komitmen mu itu.?" Tanyanya.Ia ingat betul meila pernah bilang komitmennya untuk tidak berpacaran.Meila menganguk,dan tiba-tiba wajah Dani, Lee dan Farrel bergiliran muncul di benaknya. Ia ragu apakah karena komitmen itu.
" Kamu tak harus jawab sekarang.Abang kasih waktu sampai meila siap menjawab.Tapi kala bisa satu minggu yach" Ujarnya menatap meila lembut. Gadis itu masih menunduk binggung atas pernyataan cinta yang mendadak tersebut.
__ADS_1
☆☆☆