CINTA DENGAN EMPAT PRIA

CINTA DENGAN EMPAT PRIA
ORANG BARU


__ADS_3

Meila mencari seseorang. Ia telah keluar dari perpustakaan wilayah.Matanya celingak-celinguk kesana kemari. Ketika ia sedang mengamati jalanan di depannya tiba-tiba sebuah mobil berhenti didepannya.


" Masuk" Ujar seorang yang teryata adalah Farrel.Lelaki itu menyuruh meila masuk ke mobilnya sambil membuka spion mobil. Ia mengenakan kaca mata hitam dengan kaus oblong putih.Sangat tampan. Sempat meila tertegun menyadari ada orang baru lagi yang masuk kedalah kehidupannya. Ia binggung mengapa akhir-akhir ini ia banyak berinteraksi dengan para pria.Padahal itu lah komitmen terbesarnya menghindari pria-pria.Terutama pria-pria keren." Hadeeeh" Eluhnya dalam hati.


" Ayo masuk! Ngak ingat aku yach?. Farrel" Ujarnya sambil turun. Ia merasa sepertinya gadis itu tidak mengenalinya. Siapa tahu lupa pikirnya karena dilihatnya meila benggong.


" Ia aku tahu.Maaf.." Ujar meila cepat


Farrel turun dan membukakan pintu mobilnya mempersilahkan meila masuk. Meila pun masuk ke dalam. Mereka saling menatap dan tersenyum.


"Mama..menyuruhku menjemputmu, maafkan mamaku yach" Ujarnyanya membuka obrolan


" Ooh..tidak apa-apa" Ujar meila cepat.


Pria itu menceritakan jika sebenarnya hari ini mamanya sudah boleh dibawa pulang kerumah, karena kata dokter ia tidak apa-apa hanya kelelahan saja. Kehilangan membuatnya stress dan asam lambungnya naik. Kebetulan dirumah tidak ada anak perempuan dia ogah-ogahan untuk pulang. Anak perempuannya cuma satu itupun tinggal di kota yang berbeda dan sudah berkeluarga.Karena kebetulan wanita itu bekerja ia sudah pulang ke kotanya. Jadi ia tidak bisa menemani ibunya lebih lama.

__ADS_1


Ibu miska memiliki 4 orang anak laki-laki yang ketiganya tinggal bersama orang tuanya sedangkan Farrel selaku anak kedua juga sama seperti kakaknya tinggal berjahuan dari orang tuanya.Ia tinggal di Jakarta dan bekerja di salah satu Maskapai penerbangan sebagai Pilot.


" Mungkin Karena mama kekurangan anak perempuan dia jadi selalu merepotkanmu yach" Ujar pria itu yang segera di bantah meila. Ia mengatakan jika ia tidak terbeban sekali-sekali mengunjungi ibu miska.


Sejenak Farrel terdiam.Ia berpikir kala kedepannya pasti bukan sesekali saja. Mamanya kemungkinan akan menyibukkan wanita itu. Apalagi sejak ayahnya meninggal. Ketiga adiknya bukanlah anak yang baik dan manis. Mereka selama ini sering menyusahkan kedua orang tuanya. Satu orang pengganguran yang selalu buat masalah,dan dua orang anak kuliahan yang selalu juga berantem jika bertemu.


Sebenarnya Farrel khawatir meila diajak mamanya kerumahnya, tapi ia tidak bisa berkata apa-apa karena mamanya sangat memaksa. "Memang orang semakin tua semakin keras kepala dan bertingkah ke kanak-kanakan" Gerutunya kadang di dalam hati


Mereka sejenak terdiam dalam pikiran masing-masing.Meila masih memikirkan derin yang ditinggalkannya sendiri. Diambilnya ponselnya dari dalam tas.Lalu ia mengetikkan pesan pada derin sebagai tanda maaf dan menceritakan dengan singkat jika kerabatnya sakit dan memerlukan penghiburan darinya.


Sewaktu masih di Pustaka wilayah ia sudah mengatakannya,dan tadinya derin berniat ikut namun dilarangnya dengan alasan sesama wanita.mungkin ada hal pribadi yang mau dibahas. Mendengar itu derin maklum dan memngizinkannya pergi. Meskipun kelihataanya ia agak kecewa.


Sementara gadis yang sibuk dikutuki Ibu/mama nya siderin itu lagi anteng-anteng aja duduk di dalam mobil. Mereka akhirnya larut dalam pembicaraan ringan bersama Farrel.


Keduanya berbincang sambil menuju ke rumah sakit untuk menemui ibu Farrel dan sekalian akan membawa wanita itu pulang kerumahnya.

__ADS_1


" Oh iya apa hubungannu dengan Lee?" Farrel tiba-tiba mengalihkan pembicaraaan. Dari membahas keluarganya tiba-tiba langsung kepada Lee.


" Dia temanku.Kami berteman baik di Jakarta" Ujarnya lagi.


"Kami tidak ada hubungan apa-apa.kami juga baru kenal" Ujar meila lagi. Farrel tertawa


" Kok ketawa?" .Meila mengerutkan keningnya tidak mengerti kenapa pria tampan disebelahnya itu tiba-tiba tertawa.Padahal mereka tidak ada membahas hal-hal yang lucu. Lalu Farrel menceritakan sosok Lee. Dia adalah laki-laki yang cool atau lebih kepada dingin terhadap wanita. Ia juga bercerita jika Lee adalah pria sukses yang sudah mapan di usia muda tapi tidak pernah membuka hati kepada wanita. Jadi ia merasa lucu aja atas sikap temannya yang sekarang itu. Ia mendengar dari Bas dan Lian jika Lee sepertinya jatuh hati pada meila. Juga menceritakan kekonyolan-kekonyolan yang telah ia lakukan ketika bertemu meila. Mereka akhirnya tahu dari Lee kalau ia bersikap aneh sewaktu jogging di hutan kota dan ketika sedang makan d resto betawi itu rupanya disebabkan gadis yang bernama meila itu.


Sebenarnya boss nya itu belum mengakui jatuh hati. Ia hanya mengatakan tertarik untuk berteman dengannya karena menurut bossnya meila itu sangat lucu. Tapi teman-temannya menarik kesimpulan saja.


" Saya bertanya kok ketawa?Eh si Kk malah benggong" Ujar meila ikut juga tersenyum melihat Farrel masih tersenyum membayangkan cerita si Bas dan Lian yang mungkin agak dilebih-lebihkan


" Sorry..sorry..!" Ujar Farrel tersadar dari lamunannya tentang Lee


" Aku merasa lucu aja. Oh iya apa kamu menyukainya juga?" Kini giliran Farrel bertanya. Segera meila menepis dugaan pria itu. Ia menceritakan jika ia tidak berniat pacaran sampai ia tamat kuliah dan menjadi sukses dulu. Farrel mendegar mangut-mangut.Dalam hati ia salute atas pendirian wanita itu. Cuma dia merasa heran saja ada wanita yang menolak pesona sahabatnya Lee.

__ADS_1


" Karam kamu kawan.!.Game..game..overlah!" Ujarnya dalam hati menertawakan nasib temannya itu kedepan. Ia tahu Lee selalu mendapatkan apa yang di inginkannya.Tapi apakah itu berlaku untuk medapatkan hati gadis ini. Ia cemas saja Meila tidak akan menanggapinya.


Keduanya masih mengobrol tentang Lee sambil menuju rumah sakit.Tanpa terasa mobil mereka telah memasuki parkiran rumah sakit tersebut. Segera Farrel bergegas menemui ibunya yang di ikuti oleh meila dari belakang.


__ADS_2