
Wanita itu begitu gembira melihat anaknya masuk ke dalam ruangan dengan seorang gadis muda.Senyum tersungging di bibirnya
menyambut mereka. Gadis itu tampak begitu khawatir. Mereka berpelukan dan saling menanyakan kabar. Farrel anaknya tak henti-hentinya memperhatikan mereka. Ia heran mengapa mamanya begitu akrab dengan anak perempuan orang.
" Apa ia ibu sudah baikan? dan yakin sudah bisa pulang? Tanyanya khawatir.
" Sudah mel.Ibu ngk apa-apa" Ujar mama Miska menyakinkan sambil menepuk punggung tangan gadis itu lembut sembari tersenyum. Meila ikut tersenyum.Ia senang melihat Ibu Miska mamanya Farrel itu kelihatan lebih sehat dan lebih segaran hari itu.
Setelah dokter memeriksa kembali bu Miska ia mengizinkan wanita itu untuk pulang. Dokter itu masih dokter yang sama ketika meila berkunjung kesana.Yaitu ayah sahabatnya Derin.Karena ia yang bertanggungjawab atas pasien bernama Ibu Miska tersebut. Ia melirik Meila yang berada disamping Farrel. Pagi itu ia sempat bertanya meila itu siapanya mereka. Bu miska mengatakan dia adalah teman anaknya. Dokter itu berpikir mungkin maksud ibu itu teman Spesial. Jadi ia hanya tersenyum saja ketika meila kembali menyapanya.
Meila memperhatikan dokter itu pergi. Ia agak terbeban melihat cara ayah derin itu memandangnya.Tapi segera ia kembali fokus pada ibu miska. Setelah Farrel selesai membereskan Administrasi mereka membawa ibu miska kembali pulang kerumahnya.
☆☆☆
Mobil memasuki pelataran rumah yang sangat mewah. Rumah dengan konsep Mediterania itu berdiri dengan dengan gagah dengan pilar-pilar yang tinggi. Halaman juga sangat Asri ditumbuhi pohon-pohon yang rindang dan aneka bunga menambah indah suasana. Meila sudah beberpa kali kesana dibawa Dani untuk mengunjungi ibu Miska tersebut
" Ayo masuk Meila" ujarnya begitu turun dari mobil.Digandengnya tangan gadis muda itu.
" Baik..baik bu" Ujar meila sadar dari lamunannya. Mereka ber dua dengan Farrel segera memapah ibu itu memasuki rumah. Terlihat pekerja rumah tangganya tergopoh-ngopong membantu mereka.
" Bawa barang-barang saja bi" Ujar Farrel pada wanita itu yang segera dibalas dengan angukan..
" An...aan.Diko mama pulaaang" bu miska memanggil kedua nama. Meila tahu pasti nama kedua anaknya. Wanita itu mengulangi lagi dengan suara parau namun tak ada jawaban.
" Sudah ma.ngk usah dipaksakan biar aku yang panggil mereka" Ujar Farrel segera dengan suara lantang ia memanggil ke dua nama itu. Terlihat ke dua laki-laki keluar dari kamar masing-masing dengan malas. Satunya dengan muka masing mengantuk dan menguap.Satunya dengan tetap fokus pada hp ditangannya tanpa menoleh.
" Kalian yach!! mamanya sakit sudah ngk datang menjenguk. Pulang juga ngk disambut" Ngertak kakaknya.
__ADS_1
" Yeeeh kami kan ngk tahu kapan pulang! " Ujar yang mengantuk ini sambil berkata lagi
" memang sudah sehatan ma?makanya pulang?" Tanyanya tanpa beban. Meila memandang pria tirus itu ngeri. Ia bertanya seolah tidak khawatir sama sekali pada ibunya.Sedangkan pria satu lagi sama cuexnya ia ttp fokus pada hp ditangannya yang membuat Farrel segera merampas ponsel tersebut.
" ini lagi satu.Main game trus.Gimana kamu bisa tamat kuliah kala main game trus.Mamamu sakit pun gk peduli" Teriaknya
" bawa sini henpon qu..! " dia balik berteriak
" Sudah..sudah..!Lerai mamanya melihat keributan itu.
" Mana abang kalian si deni?" Tanya mamanya sambil mengedar pandangannya.Namun tidak menemukan pria yang dimaksud.
"Kemana lagi.Mungkin Nongkrong lah ma di jalanan sma temannya" Ujar yang sibuk mengantuk ini.Meila tidak tahu mana yang bernama aan mana yang bernama diko.
" Ck...ck..ck" Beginilah semua model anak-anak yang tak berguna.Farrel tersenyum sinis pada mereka
" Farrel biarkan saja mereka" Ujar mamanya sambil melanjutkan langkahnya ke kamar.
" Kala mereka lapar pasti tahu sendiri ma mana jalan kedapur" Ujar Farrel kesal
" yang ada anak model kaya mereka nech ngk usah dikasih makan biar sekalian tewas aja" umpatnya lagi merasa kesal atas perlakuan ke dua adiknya itu terhadap mamanya
" Farrel jangan begitu sama adik-adikmu.Kala kamu begitu mereka makin keras nanti" Bela mamanya lagi yang justru membuat meila makin heran melihat ibu miska tersebut. Tapi ia tetap diam saja
" Lihatlah mel.Mereka nech jadi anak kurang ajar karena mama terlalu memanjakan mereka" Ujar Farrel pada meila.Meila diam saja. Sambil tetap memapah wanita itu menuju kamarnya .Begitu sampai dikamar ia dan Farrel membaringkan ibu itu di ranjangnya
" Ibu..ibu menangis yach?" Meila melihat mama pria itu menangis.Air mata keluar membajir dari kedua sudut matanya
__ADS_1
" Bu ada apa?
" Ada apa ma?" Farrel sangat khawatir. Segera ia bergegas kesamping kiri mamanya.Sementara meila disisi kanannya
"Ada apa bu.Ibu sedih yach.Disambut anak-anak begitu?" Tanyanya penuh perhatian " yang sabar yach bu" lanjutnya sambil mengelus elus telapak tangan ibunya
" iya mel" ujarnya sambil mengenggam kembali telapak tangan gadis itu dengan tangan kirinya.
"Untung ada kamu sebagai teman ibu selama ini.Ibu bisa cerita apa-apa ke kamu.bisa mencurahkan semua perasaan ibu tanpa terbeban. Ibu sangat bersyukur sama Tuhan da mempertemukan kita" Ujarnya lagi
" Mel..mau ngk kamu tinggal disini?" Ujarnya membuat meila dan Farrel sama-sama terkejut.
" Bu jangan begitu.Meila masih kuliah.Dia juga tinggal katanya dekat kampus biar ngampang pergi kuliah.Kala dari sini ntr jadi susah bu" Ujar Farrel tidak setuju atas apa yang baru mamnya katakan itu..
" Mama bukan tanya kamu Farreeel! Mama tanya meila.."
" Bu maaf yach.Saya bukannya mau menolak.Tapi saya ngk bisa tinggal dengan ibu.Apa yang nanti dikatakan orang-orang?.Trus kla orang tua saya tahu pasti juga tidak setuju bu" Ujarnya menolak. Tapi wanita itu bersikeras.Tapi meila tetap gigih menyakinkan karena kedua orangtuanya tidak pernah mengizinkan anak-anaknya tinggal drumah keluarga kala masih bisa membayar sendiri biaya sewa.Dirumah keluarga saja tidak di izinkan apalagi dirumah orang yang tidak ada hubungan sama sekali.Meila menyakinkan wanita itu kala ia akan sering mengunjunginya meskipun tidak tinggal bersama. Akhirnya ibu miska mengalah.
" Ambilkan saya air putih Farrel" Ibunya menyuruh anaknya.
" Oh ibu haus?" Biar saya yang ambilkan ujar meila karena dilihatnya Farrel sedang berberes-beres barang-barang perlengkapan mamanya ketika dirawat dirumah sakig
" Ngk usah mel" Ujar farrel.
" Ngk apa-apa kak, lanjut aja kak" ujar meila sambil segera melangkah keluar.Ia berharap Farrel segera menyelesaikan pekerjaannya agar ia bisa menemani mamanya dan ia sendiri bisa segera pulang karena hari juga sudah mulai sore.
" Tunggu sebentaar ya bu" Ujarnya begitu sampai dipintu.Si ibu tersenyum padanya dan mengangguk.Segera ia berlalu kedapur.Namun langkahnya terhenti di dapur. Seorang Pria menghadangnya dengan kedua tangannya. Jantungnya berdegub kencang.Ia tak mengenali pria tersebut.Apakah ia yang bernama deni kakak dari aan dn diko yang tadi mereka bicarakan tersebut..
__ADS_1
"Yach Tuhan apa-apaan aku ini bisa terjebak dalam kehidupan keluarga rumit seperti ini" sesal meila dalam hati.
.