
Β
Saat itu udara sepoi-sepoi.Dari balik pohon Meila memperhatikan Pria yang menunggunya itu. Angin nakal mempermainkan rambut pirang alami pria itu.Bibir nya begitu merah alami,
"Apa dia tidak pernah merokok," gumannya dalam hati.Pelan-pelan Meila memberanikan diri untuk keluar dari persembunyiannya sambil sesekali Ia menata rambutnya yang berantakan dipermainkan angin yang nakal itu.
Β
"Ehem..hm.sudah lama menunggu yach".Sapa Meila.Pria itu memandang kearah datangnya suara.Ia tersenyum memamerkan giginya yang putih dan bergerigi.
"Manis sekali"guman meila dalam hati.Mereka bersalaman.
"Meila" ujarnya
"Derin" ujar Pria itu sambil tersenyum lagi. Derin memperhatikan wanita di depannya. Seperti wanita kebanyakan.Tidak terlalu cantik sekali,tetapi ia mempunyai pesona yang luar biasa.Mungkin dapat Membuat siapa saja disekitarnya pasti akan tertarik untuk memandangnya.
"Benar juga seperti yang orang-orang bilang" ujar Pria itu.
"Maksudnya?" Meila binggung dengan kata-kata pria cakep itu.
"Kamu cantik" Godanya.Meila tersenyum malu sambil menyembunyikan mukanya kesamping yang sepertinya memerah saja.hehehe.
"Aduuuh meila...jangan! kamu jangan Ge...er!" pintanya dalam hati, "biasanya pria yang beginian tukang ngombal dan suka mem PHP wanita" ujar meila lagi dalam hati.
"Apa Tuan Putri tidak akan mempersilahkan saya masuk" ujar Derin lagi sok-sokan panggil tuan putri segala.
"Yach..yach silahkan," jawab Meila sambil membuka gerbang dan mempersilahkan Pria itu duduk di teras.
"Sebentar yach aku ambilkan minuman," ujarnya pada Pria yang bernama Derin itu.
__ADS_1
"Ngk usah repot-repot, keluarkan saja semua," jawabnya lagi.Derin berusaha bercanda untuk mencairkan suasana diantara mereka.
"Haha..ha.." tawa renyah Meila pun keluar.
"Apanya yang mau dikeluarkan, toh yang ada cuma air putih saja kok, "celetuk meila lagi masih dalam mimik tertawa. Derin pun ikut tertawa kecil.
"Yach...yach... boleh...silahkan Tuan Putri" ujarnya lagi. Meila masuk kerumah.Dalam hati ia berpikir mengapa ia deg-degan bertemu dengan pria ini.Bukankah ia sudah terbiasa berhadapan dengan banyak pria atau cowok-cowok dikampus maupun organisasinya.Selesai membuat sirup dingin Meila kembali lagi kedepan.Sebelum keluar ke teras tempat Derin duduk menunggungnya Meila memperhatikan Pria itu.Ia duduk di sambil membaca buku.
"Hmm...sepertinya dia cowo kutu buku"pikir Meila dalam hati karena dilihat juga kaca matanya tebal.
"Wah..wah..baca apa itu, rajin benar"celoteh Meila setelah tiba diteras dan meletakkan baki minuman di meja teras.
"Aah cuma membaca sedikit saja, karena akhir akhir nech banyak tugas" ujar Derin sambil menutup bukunya dan menyimpannya.
"Eeh tadi kenapa bilang air putih rupanya yang datang air bewarna orange"ujarnya lagi sambil tersenyum.Meila tertawa
"Ngk apa-apa, tadi itu aku canda aja. Ayo diminum!"ujar Meila mempersilahkan.Derin pun meminum sirupnya perlahan.
Mereka mengobrol sebentar.Saling memperkenalkan diri.Derin melihat Meila pertama kali di foto-foto invetaris camping antar kampus di Universitas mereka.Ada daya tarik tersendiri dari hasil foto-foto tersebut.Dia kelihatan beda.Sinar mata dan senyuman nya membuat Derin langsung jatuh hati walaupun cuma melihat di foto saja.Langsung deh dia investigasi cari tahu sana sini melalui teman-temannya.Siapa sosok Meila,kampus mana,alamatnya beserta no hpnya. Awalnya dia beranikan diri me Wa gadis itu dan buka Facebooknya juga. Meski belum minta pertemanan,Derin telah melihat-lihat sedikit tentang Meila melalui Fb tersebut karena mode Fb meila statuanya bisa diketahui umum.Jadi ia bisa sedikit tahu tentang gadis itu melalu status-status dan foto-fotonya.Ia semakin tertarik.Walau hanya dalam foto saja.Ia beranikan me nelpon dan sebelum pertemuan ini mereka sudah saling ber telponan dan berkenalan singkat.
Dari percakapan di telpon itulah mereka akhirnya bertemu untuk pertama kali.Meila juga baru tahu Derin sedang menjalani Koas atau sejenis pendidikan Profesi yang harus dijalani sebelum menjadi dokter.Ia magang di salah satu Rumah Sakit Swasta di kota mereka. Meila sudah membayangkan betapa sibuknya lah Pria yang dihadapannya itu. Apalagi Derin bercerita sangat berat dan sibuk.Ia mangut-mangut aja sok paham.hehe..padahal puyeng juga kala di posisinya.Soalnya Fakultas Ekonomi tempatnya kuliah tidak seberat itu menurutnya.
Itulah pertemuan pertama mereka.Setelah itu mereka masih sering bertemu.Derin sering menjemput Meila di kampusnya, karena kampus mreka juga tidak terlalu jauh. Derin memang sudah jarang kekampus karena Ia baru mau memulai pendidikan Profesi atau Koas di Rumah Sakit umum di kota mereka. Letak RSUD itupun tidak jauh dari rumah Meila, jadi kedepannya Ia juga bakal lebih mudah menemui Meila.
Meskipun sama-sama sibuk, mereka sering bertemu. Sekedar makan siang bersama atau duduk-duduk berdua di taman kota yang tidak jauh dari kampus meila. Lalu janjian olahraga pagi di hutan kota yang tidak jauh juga dari rumah indekos Meila dan juga tempat Derin sedang Koas. Derin merasa Meila adalah Oase nya ditengah padatnya jadwal tugas-tugas dan laporan-laporan yang harus ia kerjakan. Ia seperti menemukan permata yang berharga dan ia selalu ingin bersamanya. Demikian juga Meila, Ia berusaha menjahui Derin tapi entah kenapa semakin terlarut saja. Dia tidak bisa menolak ketika Derin mengajaknya bertemu.Begitu dan begitu terus.Mereka seperti menikmati kebersamaan tanpa harus terbeban apa namanya hubungan mereka.
Β
"Meila, Saya senang sekali bisa ketemu Meila," kata Derin sambil memegang ke dua tangan meila. Saat itu mereka lagi menikmati suasana pagi yang tenang di hutan kota sambil jongging dan sesekali berhenti buat menikmati kicauan burung dan semilir angin yang menyentuh pepohonan.Bagi Meila suasana seperti itu seperti surga kecil di bumi.Begitu damai dan membuatnya tenang.
__ADS_1
"Gimana dengan Meila?" ujarnya lagi memecah lamunan gadis itu.
"Eh ditanya kok malah bengong." Derin tertawa melihat tingkah gadis dihadapannya itu.
"Ia..ia aku senang juga," kata Meila sambil tersenyum.
Derin terpana senyum itu begitu indah.Sudah satu bulan ini mereka bertemu.Derin seperti mabuk kepayang. Hari hari bersama Meila, dan Meila juga seperti tidak menolak. Mereka juga pergi keperpustakaan wilayah bersama, Pulang kampus pun derin masih nongkrong di kost Meila sampai malam. Sampai jam 10.00 teng baru pulang.Tapi mreka tidak sadar Orang Tua Derin sudah mengamati perubahan pada anak sulungnya itu.Biasa derin hanya ke kampus, perpustakaan dan RSUD. Sesekali Ia menemui temannya. Itupun teman laki-laki dan tidak sampai larut malam.
"Ia aku sangat senang banget"ujar meila sekali lagi berusaha menyakinkan.
Meila begitu happy kenal Derin, banyak hal baru yang Ia temui. Kadang-kadang Derin mengajaknya ke kampusnya. Sepertinya ia terkenal disana. Cewe-cewe pada memperhatikan mereka.Sepertinya gadis-gadis itu begitu sirik dan iri.Hal itu membuat Meila bangga.Kapan lagi di syirikin cewe-cewe gumannya.
"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri" tegur Derin sambil mendekatkan wajahnya.Meila menghindar malu.
"Ayo..coba lihat" Derin sambil tertawa meledek Meila.
Meila berlari kecil menghindar dari Derin yang berusaha mengamati perubahan di wajahnya. Saat menghindar itu, tiba-tiba ia menabrak seseorang di depannya.Kakinya tidak seimbang dan Ia terjatuh.Reflek lelaki yang ditabrak Meila itu dengan sigap menangkapnya sebelu Meila betul-betul terjatuh ke Aspal Jalanan yang membelah Hutan kota tersebut.
"Kamu tidak apa-apa?"ujarnya khawatir sambil menunduk mengulurkan tangan hendak menolong Meila.
"Meilaaa..! kamu tidak apa-apa!" Derin berlari menghampiri mereka.
"Ngk apa-apa ujar Meila. Pria yang didepannya itu berusaha membantunya berdiri karena sempat tadi mereka dalam posisi agak terjatuh tapi tangan pria itu memegang kepala belakang Meila jadi tidak kebentur ke aspal. Setelah ia benar-benar berhasil berdiri seimbang, Pria yang menolongnya itu sadar siapa di depannya.
"Tuan Putri...! masih ingat aku pangeran kodok" ujarnya sambil tersenyum lebar.
Meila dan derin sama-sama terperanjat.Apalagi Derin.Kok ada orang lain yang memanggil Meila Tuan Putri selain dirinya.
Bagi yang suka kak bantu likenya yachππππ
__ADS_1
Trimakasih..