
Hari sudah malam. Derin berkumpul dengan keluarganya diruang tamu.Ia tidak tahu apa yang akan dikatakan kedua orang tuanya. Sewaktu is masih sibuk dengan tugas-tugas kuliahnya di kamar. Mamanya datang memanggilnya. Mamanya berkata ada yang akan papa nya bicarakan dengan dia. Kini mereka semua telah berkumpul. Papanya,mamanya, adiknya dan dia telah duduk semua.Hanya kakaknya yang tidak ada diantara mereka,karena ia Kuliah S2 di Luar kota.
" Derin..Apa hubunganmu dengan gadis yang kamu bawa pas ulangtahun mu itu?" Papanya membuka obrolan. Derin memandang ayahnya itu penuh tanya.Wajahnya serius sekali.Tumben-tumbennya ia menanyakan seorang gadis padanya.
" Namanya meila pa. Emang ada apa dengan dia pa?" Derin balik bertanya.
" Jawab saja pertanyaan papamu derin..!" Mamanya menimpali
" Kami cuma berteman pa.." Akhirnya ia menjawab.
" Berteman?.Benarkah?"
" Kamu jahui dia nak. Dia sudah punya pacar" Ujar papanya tanpa basa basi. Mendegar itu derin terbelalak. Lalu ayahnya menceritakan jika ia sudah mengetahuinya karena salah satu pasiennya adalah orangtua kekasihnya.Saat ia mengecek pasien.Meila ada disana bersama seorang pria.
" Tidak mungkin pa.Jelas-jelas ia bilang ke aku kala ia akan mengunjungi kerabatnya yang sedang sakit.Dia ngk pernah bilang kala sudah punya pacar.Yang kuketahui juga dia belum ada pacarnya". Ujarnya lagi. Hatinya begitu ngalau segalau-galaunya. Bagaimana mungkin meila menyembunyikan hal itu padanya.
" Itulah kakak.Sudah kena bodohi dia. Jelas-jelas kami menguntit kakak sejak dari kampusnya sampai makan diresto padang dekat kampusnya tuh juga sampai pustaka wilayah". cerocos adiknya membuat derin tambah terbelalak tak percaya.
"Kami? maksudnya kamu dan mama?" Tanyanya tak percaya sambil memandang ke mamanya.Dilihat begitu mamanya gelagapan.
" Kalian menguntit kami? Apa itu sesuatu yang sopan?" dia tak percaya mamanya bisa melakukan hal seperti itu. Biasanya mamanya selalu mengajari tentang menghargai Privasi orang lain.
" Bukan seperti itu nak.Kami ngk sengaja ketemu kamu ketika menyeberang k rumah makan padang tuh.Waktu itu mama lagi jemput dea. Mama terpaksa menguntit kamu karna mama kesal.Kamu menyeberangi jalan asal-asalan padahal lagi rame.Untung aja kamu ngk ketabrak.Pas itu juga mama lagi lewat". Mamanya berusaha menerangkan. Derin diam sambil berusaha mencerna kata-kata mamanya.
__ADS_1
" Trus cuma karna itu mama jadi kesal sama dia?itu juga derin yang mengajaknya menyeberang.Dia juga tidak mau karna ramai.Tapi karna kami sulit untuk menyeberang kebetulan kan waktu itu jam makan siang jalanan ramai yach aku nekad aja membawanya nyebrang ma.Dia mengikut aja.Masa gara-gara itu aja mama langsung ngk suka" Derin berusaha membela meila.
" Bukan itu masalahnya kak" Dea menimpali.
" Kami melihat dia dijemput laki-laki lain.Smntara kakak masih dipustaka wilayah.Kami ngk yakin dia bilang mau dijemput pacarnya sama kakak" Dea melanjutkan kembali omongannya. Perkataan dea barusan itu sungguh membuat Derin terkejut. Memang benar meila tidak mengatakan akan dijemput seorang pria. Dia hanya berkata salah satu kerabatnya akan menjemputnya. Meila sengaja berkata demikian agar tidak menimbulkan kesalah pahaman bagi derin.
"Itulah nak.Makanya papamu melarang kamu dekat-dekat sama dia.Itu artinya dia berbohong samamu.Kalapun dia jujur yang dia omongin itu benar dia bilang akan mengunjugi kerabatnya.Yach mungkin baginya itu calon besannya.Yach dia bilanglah kerabatnya" Ujar mamanya lagi.Derin hanya diam
Berusaha memahami semuanya.
" Ia nak.Kamu pikirkan lah. Ngk ada untungnya kamu dekat-dekat dengan dia.Apalagi sekarang kamu lagi Koas.Fokus lah dulu sama kuliahmu" Papanya yang sedari tadi diam kini menimpali. Ia menepuk bahu anaknya sambil berjalan menuju kamar tidur.
" Ia nak dengarkan kata-kata papamu yach" ujar mamanya juga sambil bergegas mengikuti suaminya.
" Udah dech tahu apa kamu masih kecil" ujarnya pada adiknya dan ia kembali ke kamarnya.
"Yeeeh enak aja masih kecil.Ngk percaya yach udah".Teriak adiknya
Derin membaringkan diri dikamar. Ia begitu galau mengingat semua kata-kata mama,papa dan adiknya. Diraihnya ponselnya dan menelepon gadis itu namun tidak diangkat. Ia berusaha me Wa namun tidak di baca. Diliriknya jam di dinding rupanya sudah jam sebelas malam. " Mungkin dia sudah tidur" Pikirnya
Sepanjang malam ia tidak bisa tidur.Ntah kenapa ia begitu penasaran.
" Apa meila memang sudah punya pacar dan menganggapku teman?" pikirnya.
__ADS_1
Begitu hari sudah pagi ia memutuskan untuk menemui gadis itu.Jam masih menunjukkan pukul lima pagi namun ia segera keluar dari rumah dan menyalakan mesin mobilnya.Seluruh keluarganya belum ada yang bangun Jadi ia bisa keluar dengan selamat tanpa ada yang melerai.
Kini mobilnya sudah sampai di jalanan didepan kost meila. Baru ia sampai teryata meila sudah membalas Wanya. Ia mengatakan sudah kelelahan dan sudah tertidur ketika ia meneleponnya. Gadis itu juga bertanya mengapa ia menelepon malam-malam sekali.
" Ada yang ingin kukatakan.Tapi ngk bisa ngomong di hp.Kita harus ketemu
Ini sangat penting" Ujarnya namun meila mengatakan kala hari itu ia akan sibuk.Ia mau fokus mengerjakan skripsinya dulu.
" Ngk lama kok cuma sebentar.Aku sekarang sudah didepan kostmu dek.Sekalian kita jogging yuk". Ujarnya yang membuat meila tersentak dan buru-buru membuka gorden kamarnya. Derin melambai sambil tersenyum kepadanya.
Gadis itu sangat binggung mengapa derin datang pagi-pagi sekali.Kira-kira apa yang akan dia katakan sampai rela datang sepagi itu.
" Oke sebentar aku siap-siap dulu ya bang tapi mau sekalian jogging" Ujarnya pada derin melalui teleponya.Mereka masih bertelepon.
" Oke.aku tunggu yach.." Derin begitu senang kedatangannya tidak sia-sia.
Ia terus memperhatikan kamar gadis itu dan baru menyadari disebelah mana posisi kamarnya.
" Hmmm...beginilah kala jatuh cinta yach.Ibarat cuma Melihat atap rumah wanita yang disukai senangnya sudah minta ampun" Gumannya dalam hati.
Ia merasa geli terhadap dirinya sendiri."Mungkin aku benar-benar jatuh cinta.Sebelumnya aku tidak pernah begini" pikirnya lagi.Lamunannya terhenti ia melihat meila keluar dari rumah lengkap dengan kostum olahraganya.Rambutnya di kucir ke atas.Wajahnya begitu fresh mungkin ia cukup tidur.Ia tersenyum manis kederin yang masih berdiri didepan mobilnya. Pria itu masih mengangumi wanita yang berjalan menghampirinya itu.
" Udah lama menunggu bang?" tanyanya begitu sampai didepan derin. Namun derin tidak menjawab ia langsung memeluknya erat.Sangat erat sekali.Seakan-akan takut kehilangan saja atau seakan sudah lama pisah dan baru ketemu sehingga meila sangat kaget dibuatnya.Ia tak menyangka jika derin akan memeluknya.
__ADS_1