
Sebelumnya..
Sebelumnya meila dilarang menemui Derin oleh Ibunya,namun karena Derin tidak kunjung sadarkan diri Ibunya berubah pikiran. Kini ia sendiri yang menghubungi gadis itu untuk datang menemui anaknya.
Meila menatap seluruh ruangan ICU. Sepi mencekam.Hanya ada Derin terbaring tak bergerak di tempat tidurnya.Ia menghampiri Pria itu dan duduk disisi ranjangnya.Sambil matanya tak henti menatap ke wajah yg masih memakai selang oksigen di hidungnya.Airmatanya banjir sudah.Ia menyesali banyak hal. Ia berpikir telah membawa malapetaka bagi pria tersebut.
"Sadarlah bang Derin.." Serunya sambil terisak.
" Ini aku Meila" Ujarnya. Namun seberapa lamapun ia disitu pria itu tak kunjung sadar. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk keluar setelah jam besuk pasien habis. Diluar ia berpapasan dengan kedua orangtua Derin.Mereka hanya menganguk lemah padanya.Mungkin mereka kecewa karena kedatangan gadis itu tak membawa perubahan baginya.
Meila segera berlalu dan keluar dari rumah sakit.Seseorang mengikutinya tak lain dan tak bukan dia adalah Farrel. Meila belum sadar akan keberadaan Farrel.Ia duduk menghela nafas dibangku taman rumah sakit.Tiba tiba seorang pria menyodorkan minuman botol padanya.Ia menegadah ternyata dia adalah Farrel. Meila terkejut karena pria itu masih ada di kotanya.Ia berpikir Farrel telah terbang dari kota mereka menuju Jakarta.
"bukannya seharusnya kk ada penerbangan hari ini?" Meila bertanya.
" Bukan besok meila" Ujar Farrel sambil tersenyum.
Udara sangat sejuk dan cuaca meskipun telah tengah hari masih teduh juga karena langit sedikit berawan dan matahari masih bersembunyi disana.Meila menyadari Farrel begitu terlihat manis siang itu. Ia berpikir kenapa selama ini ia tidak menyadarinya. Wajahnya yang begitu teduh sedikit mengobati kegalauan dihatinya.Kini mereka duduk bersama..
" begitu berat ya mel" ujarnya sambil menepuk punggung gadis itu.Yang ada justru membuat meila terisak. Lalu ia bercerita kala ia sebelumnya sangat menyukai derin,tapi kerena kehadiran Lee dan seorang lagi bernama Dani dia agak linglung dan dilema mau pilih siapa.Hingga ia sadar saat ia memutuskan menerima derin,derin menolaknya.Ia juga bercerita kala ia sempat berciuman dengan sosok bernama dani itu tapi ia melihat pria itu bersama wanita lain ketika di Mal.Mendegar kata berciuman farrel tersentak.
" Upps..katanya sambil memengang bibirnya dan tak bisa untuk tidak tersenyum lebar sambil memandang kearah Meila.Meila yang menyadari Farrel memandangnya dengan tatapan asing buru buru meralat ucapannya.
" Itu ciuman tidak disengaja kak,terbawa suasana" Ujarnya dengan pipi merona dan malu-malu.Ia menyadari Farrel memandangnya dengan wajah tak percaya. Benarkan Farrel belum kuasa menahan tawanya.Ia akhirnya terkekeh.
" Kenapa kak Farrel tertawa.Iiih jahaat!!" Ujarnya sambil memukul pundak pria tersebut dengan tasnya" Farrel mengelak tapi tetap saja meila memukulinya bertubi tubi. Tiba tiba Farrel menangkap tangan gadis itu.
"Ngk usah segrogi itu, biasa aja! lagi kan da dewasa" ujar Farrel.Meila berusaha mencerna kata kata pria itu.
" Udah dewasa ya? ia ya aku kan sdh dewasa" ucapknya dalam hati.Jadi ngapain harus malu ujarnya berusaha menata hatinya.
" Ia ngk usah dipikiri kli.tdi kk hanya tak sengaja ketawa aja" Farrel berusaha santai dan memperbaiki keadaan.
" Trus lanjutkan ceritanya" ujarnya lagi
" Udah basi!" gadis itu merajuk.Farrel semakin tersenyum.
" yach udah yuk kita makan siang.Pasti kamu udah lapar kan?" Meila menganguk dan memberikan tangannya ke tangan Farrel yang telulur kearahnya.Entah kenapa jika ia bersama farrel ia sangat santai sekali.
__ADS_1
Kini keduanya sudah menikmati jamuan makan disalah satu resto mewah langganan Farrel.
" hmm..begini ya tempat makan sekelas pilot" selorah meila.Ia melirik keseluruh ruangan.terasa privat dan elegan
Jarang jarang anak kuliah bisa makan ditempat seperti ini. Mendengar ocehan meila Farrel hanya tersenyum.
" Kala kamu ada waktu ikutlah terbang sama kakak kmana aja yang kamu suka.Ke LN juga boleh.Ntar kakak ajak makan ditempat yg berkelas seperti ini" Ujar Farrel lgi padanya.Meila terpana.
" Wahh kehidupan pilot memang begini ya berkelas" Ujarnya gembira masih sambil memandang kesekelilingnya.
" memangnya Lee gk pernah bawa meila ketempat ginian?diakan pebisnis ujar Farrel lagi heran akan rasa takjub meila.Meila menggeleng.Ia mengingat Lee adalah sosok yang sederhana dengan kehidupan yang sederhana.Mereka biasa makan ditempat tempat biasa biasa aja selama lee di kota itu.
" kami biasa makan di tempat biasa biasa aja selama ia disini" Ujar meila sambil memandang daftar menu yang baginya asing semua.Farrel tertawa lalu ia memesan makanan buat mreka. Lalu Farrel bertanya sudah sejauh mana hubungannya dengan Lee.
" Apa ia sudah menembakmu mel?" Tanya Farrel penasaran. Uups..tiba tiba meila teringat sesuatu kla lee sudah menyatakan cinta padanya ketika mereka ada di Mal.
Ia berjanji pada Lee akan segera menjawab karena saat itu ia masih linglung antara memikirkan Derin yang banyak mengisi hari harinya, juga Dani pria yang pertama berciuman dengannya atau Lee sosok pangeran kaya yang jatuh entah darimana tiba tiba hadir dalam kehidupannya.
" Mel..mel..?..Farrel melambaikan tangannya didepan wajah meila membuat gadis itu tersadar.
" Ayooo..kalian sudah jadian apa belum?" Farrel mengodanya lagi sambil tersenyum dan memamerkan giginya yang putih berkilau.Nice banget dipandang.hehe
" trus ..?" Farrel penasaran.Meila mengetuk ngetuk jarinya dimeja.
" Aku ragu kak.kan aku belum kenal betol sama kak Lee itu.Dia darimana.Bisnisnya apa. Meski kata dia bisnis Properti dll tpi masih binggung jga.Trus apa ia, dia yang tampan,kaya mau samaku yang biasa biasa gini.aku ragu aja kak." ujar Meila sambil memajukan bibirnya
" Jadi ceritanya Meila minder nich?" Farrel tak bisa menahan senyumnya.Gadis itu menganguk. Lalu Farrel meraih tangan gadis tersebut sembari meyakinkan kala Lee itu adalah pria baik baik.Dia menjelaskan kala mereka sudah lama kenal.Mereka tidak sengaja bertemu di Korea saat itu tempat menginap/hotel mereka sama.Tak sengaja mereka ketemu di bar hotel dan berbincang bincang.Setelah itu mereka tak lepas komunikasi dan Farrel bisa menjamin Lee adalah pria baik baik.Selama ini ia juga masih single.Farrel bisa menjamin itu.
Meila mendengar dengan saksama.Ia lega mendengar keterangan dari Farrel sekiranya itu menjadi refrensi untuk ia memutuskan menerima cinta Farrel apa ngak.
" Percayalah mel.Kesempatan begini tidak akan datang ke dua kali.Kamu da melewatkan dua kali kesempatan memilih pria yang berkopeten kali ini jangan lewatkan lagi mel.Farrel menggengam tangan meila menyakinkan gadis itu sambil menggangukkan kepala sebagai pernyataan serius darinya.Meila tertawa kecil melihat sikap Farrel yang terlihat begitu usaha untuk menyakinkannya. Ia menghela nafas dan mengedarkan pandang kesekelilingnya. Ia berusaha menemukan jawaban untuk menetapkan hatinya.
saat ia mengamati sekelilingnya,tak sengaja matanya tertuju pada sesosok pria yang baru masuk ke dalam cafe tersebut. Pria tersebut juga menatap kearah mereka.Agak lama otaknya berpikir dan looding.Seperti mengenal pria tersebut.
" Kak Lee!" Ujarnya terperanjat.Tiba-tiba ia menyadari tangannya masih digengam Farrel.Buru buru ia menariknya. Mendegar Meila menyebut nama Lee, Farrel langsung menoleh kearah meila memandang dan ia juga tak kalah terkejut. Apalagi Lee datang dengan seorang gadis yang begitu cantik dan anggun. Lama ia merasa bersalah dan serba salah sambil memandang meila.Belum sempat mereka berkata apa apa Lee sudah datang menghampiri mereka.
" Ternyata kalian disini" Ujarnya.Lalu Lee memperkenalkan gadis yang bersamanya.
__ADS_1
" Kenalkan Sekretaris baruku untuk kota ini" Ujarnya.
" Jenny ini temanku Farrel dan Meila" ujarnya pada gadis itu.Gadis tersebut tersenyum ramah dan menyalami mereka.
"Tunggu...!teman?Lee memperkenalkan ia adalah teman?" ada sesuatu yg begitu sakit menancap di hati meila. Yach..yach tiba meila sampai pada kesadaran kala ia memang masih berstatus teman bagi Lee.Andai saja jika kemarin ia menerima peryataan cinta Lee pasti sekarang ia sudah dengan bangganya kla Lee memperkenalkan nya sebagai pacarnya pada sekretarisnya itu.
"Aduuh kenapa selalu terlambat!!"sesalnya dalam hati.
" Aku Jenny" Ujar gadis itu.Suaranya begitu merdu.Dan ia kelihatan begitu sopan dan elegan.Semua sangat serasi dengan fostur tubuhnya yang langsing dan tinggi semampai.
Setelah Farrel mempersilahkan mereka duduk.Lee bertanya apa yang mereka lakukan sampai harus bertemu dicafe tersebut.
" Aku tidak sengaja ketemu meila dirumah sakit" Ujar Farrel. Sebenarnya ia sendiri yang mengikuti meila kesana karena ia tahu dari meila karena malamnya meila memberitahunya akhirnya ibu derin menyuruhnya datang menjenguk anaknya.Farrel menawarkan diri buat mengantar tapi Meila menolak. Ia hanya bertanya jam berapa Meila niatnya mengunjungi temannya tersebut dan meila mengatakan kira kira pagi hari menjelang siang.Berhubung Meila tidak mau diantar ia memutuskan untuk menyusulnya ke Rumah sakit disiang harinya.
" trus aku ajak dia makan siang disni karena menurutku dia pasti belum makan." Farrel menjelaskan agar tidak salah paham pada Lee
" oh iya. teman meila yang katanya kecelakaan itu ya" Tiba tiba Lee teringat sesuatu. ia ingat Meila meninggalkannya di Mal karena dapat kabar temannya kecelakaan.
" ia Lee" Farrel menyahut.
" Maaf kak kami tidak datang terpisah.Kak Farrel memang sengaja menemaniku.Ujar meila membuat Farrel tersentak demikian juga Lee.
" oh iya tiba tiba aku ingat aku masih ada kelas.Aku cabut dulu kak.Maaf ya" ujarnya sambil bergegas. Tiba tiba Farrel menarik tangannya
" tapi makanannya Mel...!kan udah kita pesan.Kamu makan dulu lah"
" Maaf kak.Aku lupa ada mata kuliah hari ini.mungkin bisa kk beri pada kak lee kan dia juga belum pesan apa apa"ujar gadis itu sambil perlahan melepaskan jari Farrel dari pergelangan tangannya. Lee memandang keduanya.Hatinya penuh pertanyaan.Tak bisa dibilang ia tidak cemburu. Demikian juga Farrel dia bingung kenapa meila harus berbohong dengan mengatakan mereka pergi bersama dan mengatakan jika dia ada mata kuliah jelas jelas ia tahu gadis itu sudah tinggal tugas akhir atau skripsi.
" Biar kakak antar yach?" ujar Farrel lagi.Meila menolak dan mengatakan ia bisa naik taxi Online.dan setelah pamit segera ia berlalu.
Farrel mengejarnya dan mencegatnya diluar.
" Mel ngk boleh gitu..." ujarnya menenangkan gadis yang dimatanya gadis itu tidak bisa menutupi kala ia sedang cemburu.
" Kakak tahu pasti kamu cemburu kan,?"
" dia itu hanya temannya mel atau apa tadi katanya Sekretarisnya" ujar Farrel lagi
__ADS_1
" Ngk kak.Aku ngk cemburu" ujar Meila tpi ia ngk bisa menutupi isi hatinya.Air matanya yang tak ia sadari tidak bisa menutupi kebohongannya. Melihat Meila berusaha keras menata hatinya,Farrel iba dan ia langsung memeluk gadis itu menenangkannya. Meila merasa shock aja.stelah mendegar dari Farrel kala Lee itu sosok yang baik yang pastinya dalam pikirannya sosok Lee tidak mungkin mengajak sembarang gadis untuk menemaninya makan siang.
Sementara Lee yang merasa serba salah dan akhirnya ikut menyusul keluar, namun setiba diluar ia menyaksikan temannya Farrel sedang berpelukan dengan gadis itu.Langkah kakinya terhenti dan ia memutuskan kembali kedalam Cafe dan dari dalam Cafe ia mengamati keduanya dari balik dinding kaca. Ada sesuatu yang terasa menikam hatinya..