CINTA DENGAN EMPAT PRIA

CINTA DENGAN EMPAT PRIA
DI BANDARA


__ADS_3

Hari ini meila bersama Lee mengantar Farrel ke bandara.Masa libur pria tampan itu sudah berakhir dan ia akan kembali bekerja. Lee sengaja mengantar dengan mobilnya sendiri dan ia mengajak meila bersamanya. Awalnya meila pikir ibu miska akan turut bersama mereka karena itu ia mau ketika Lee mengajaknya, teryata tidak. Rupanya ia tahu dari Farrel bahwa hari itu Ibu miska kurang sehat. Asam Lambungnya katanya naik.Setelah sebelumnya dibawa berobat ia harus istirahat dirumah. Mendengar itu meila sangat sedih, bagaimana mungkin seorang wanita memiliki tiga anak laki-laki dirumah namun seperti sebatang kara saja. Ia membayangkan hari-hari ibu miska kedepan akan sangat buram tanpa Farrel.


" Jika mereka anakku pengen sekali aku menjinakkan mereka" Geram meila dalam hati.Kadang jika sudah mengingat tentang anak-anak ibu miska ia begitu greget sekali. Sepanjang didalam mobil meila berpikir-pikir apa yang harus ia lakukan untuk membantu Farrel menjaga ibunya, ia juga berpikir kira-kira apa yang harus ia lakukan agar anak-anak ibu miska kelak berubah lebih menyanyangi mamanya. Beberapa ide muncul dibenak Meila. Ia tersenyum senang karena bisa mendapat pencerahan untuk apa yang akan ia lakukan kedepan.


Rupanya meila yang tersenyum sendiri itu tidak lepas dari perhatian Farrel.Ia mengamati gadis itu dari Spion mobil.Memang kebetulan ia yang meminta kepada Lee untuk mengendarai mobil tersebut ke bandara. Lama ia memperhatikan wajah meila.Ia berpikir kira-kira hal apa yang membuat gadis itu tersenyum. Tak sadar iapun ikut tersenyum. Farrel menyadari meila gadis yang baik, mungkin karena itulah mama dan temannya menyukai gadis itu.


" Kok semua pada diam?" Lee memandang kearahnya dan juga kearah meila.Awalnya mereka saling bercerita,tiba-tiba hening aja.


"Kamu lagi Farrel kenapa?"


"Aaah..Ngk..! aku cuma memikirkan mama saja"Jawab Farrel gelagapan.


"Ooh..Kamu tenang saja Farrel.Selama aku disini aku usahakan akan sekali-kali mengunjungi mamamu" Ujar Lee lagi


" Lagian kala kamu bro kebetulan ada penerbangan kesini kamu kabari saja.Biar aku bawa Ibuk ketemu kamu.Kla memang ngk bisa lama-lama yach kami aja yang datang kebandara" Lee berusaha meyakinkan Farrel.


"Ia kan Mel" Lee meminta persetujuan meila.Meila tergagap tapi segera ia mengangguk mengiyakan tapi berpikir-pikir mengapa Lee ingin melibatkan dirinya bersama dia.


Mendengar penuturan keduanya Farrel lega.Ia berterimakasih kepada mereka. Mobil mereka pun tetap melaju dengan kecepatan sedang menuju bandara.

__ADS_1


Sesampai di bandara mereka memarkir mobil tersebut diparkiran.Meila dan Lee hendak membantu Farrel membawakan barang-barangnya namun teryata cuma satu Travel bag saja.


" Ngk apa-apa biar aku saja yang bawa, cuma satu travel bag aja kok" Ujar Farrel saat dilihatnya Lee hendak menyeret travel bagnya.


" Ngk apa-apa santai aja.Anggap ini pelayanan VVIP dari seorang teman" Ujar Lee bercanda sambil tetap menyeret Travel bag Farrel. Farrel mngiyakan saja karna sudah duluan diraih temannya itu.


" Ngk apa-apa lah kapan lagi si Big Boss nich bisa dibuat jadi pelayan" Ujarnya jahil didalam hati


" Iya kak Farrel kapan lagi dilayani kak Lee, Itu istimewa loh." Kini meila ikutan menggoda sambil tersenyum nyiyir membuat kedua pria itu tergelak melihat Ekspresi meila. Dalam hati Farrel "kok bisa meila sepikiran dengan aku yach?" hehehe


Mereka berjalan bertiga sambil bersenda gurau dengan santai menuju bandara. Jaraknya dari parkiran lumayan juga,cuma karena cuaca sejuk dan tidak terlalu panas mereka jalan santai saja.


"Yuk cepat panas..! " Ujar Farrel mempercepat langkah sadar matahari sudah terik.Mereka berlari kecil.Sadar meila ketinggalan Reflek tangan Farrel meraih tanggannya untuk membawa gadis itu berlari menghindari sengatan matahari.Mereka pun sudah masuk dipelataran bandara.


" Mana Lee?" Tiba-tiba mereka tersadar Lee belum ada bersama mereka. Mereka memandang kearah jalan yang mereka lalui tampak Lee dengan manyun berjalan menyeret travel bag Farrel.Melihat Lee tertinggal mereka reflek tertawa dan masih dengan bergandengan tangan.Lee memperhatikan keduanya.Ia sangat cemburu Farrel dan meila bergandengan tangan. Dalam hati ia menyesal mengapa tadi menawarkan diri membantu Farrel membawa kopernya tersebut.


" Kala ngk sudah aku tadi yang bergandengan tangan sama meila." Sesalnya.


Saat mereka ngeli dan tertawa melihat Lee tertinggal keduanya sama-sama tersadar sedang bergenggaman tangan.Meila langsung reflek melepaskan tangan nya.Begitu juga Farrel,ia binggung kenapa rasanya begitu dekat dengan gadis itu.Padahal ia sudah punya pacar dan sudah lima tahun berpacaran. Jika bukan karena terbentur di restu orang tua sudah lama pastinya dia telah menikahi gadis pujaannya itu

__ADS_1


" Haduuh kenapa aku jadi memikirkan gadis ini" Gumannya dalam hati ia melirik ke arah meila.Gadis itu masih tertawa sambil memandang kearah lee dan meneriaki lee agar cepat menyusul mereka. Farrel merasa ada sesuatu yang masuk kehatinya. Ada getaran-getaran aneh melihat senyum dan tawa gadis itu.Segera ditepisnya dengan berusaha mengingat sosok Dessy kekasihnya.


" Enak yach main tinggal-tinggal saja" Protes lee setelah sampai diantara mereka.Mereka berdua minta maaf tapi dengan mimik menahan tawa.Lee melenggos saja membiarkan ke dua sahabatnya itu menyeringai menertawakannya.Lalu ia mengajak mereka masuk.


Jam penerbangan Farrel pukul 15.00 wib.Sementara mereka tiba pukul 13.00 wib.Masih ada beberapa waktu senggang.Sengaja Farrel mempercepat keberangkatannya kebandara karena ia ingin mengobrol lebih lama dulu dengan Lee dan Meila. Mereka memilih nongkrong disalah satu Cafe Shop yang ada dibandara tersebut.


Farrel banyak bertanya tentang meila karena selama ini ia belum sempat menanyai gadis itu mengenai kehidupannya.


Lee memperhatikan Farrel, ia binggung kenapa farrel sangat tertarik mengetahui kehidupan meila. Gadis itu dengan polosnya bercerita kehidupan mereka di desa. Memang meila berasal dari desa, ia datang dari salah satu Kabupaten di Provinsi tersebut.sedangkan Lee dan Farrel sama sekali tidak pernah hidup di desa karena mereka berasal dari kota jadi wajar mereka sangat tertarik mendengarkan bagaimana kehidupan disana. Kadang-kadang mereka tertawa mendengarkan cerita meila.Sebenarnya ceritanya biasa saja tapi terlalu banyak dikasih bumbu disana sini yang membuat siapa saja yang mendengarnya merasa ceritanya konyol.habis meila bercerita dengan gaya yang lucu.Meila memang sosok yang riang yang suka membuat orang-orang disekitarnya tertawa.


Pembicaraan mereka berakhir disaat tiba bagi Farrel untuk Ceck-in. Ia berpamitan kepada mereka.memeluk Lee dan menjabat tangan meila.Entah kenapa ada perasaan yang begitu berat untuk melangkah.Meila juga merasakan tatapan Farrel berbeda.Namun ia tetap tersenyum


" Hati..hati ya kak." Ujarnya


" Ia mel.Titip mama yach" Farrel menepuk bahu meila dan gadis itu menganguk pasti. Mata mereka beradu. Lama mereka saling bertatapan sampai akhirnya Lee berdehem


" Kakak tenang aja.Aku akan membantu kak Farrel menjaga Ibu" Ujarnya meila mencairkan suasana yang sempat canggung.


Farrel tersenyum dan menaiki tangga eskalator. Lee dan meila masih berdiri dibawah sambil melambaikan tangan kearahnya. Farrel memandang mereka dan tersenyum, Entah kenapa kepulangan Kali ini terasa berat baginya. Ada yang mengganjal dihatinya.

__ADS_1


__ADS_2