CINTA DENGAN EMPAT PRIA

CINTA DENGAN EMPAT PRIA
CIUMAN KE DUA


__ADS_3

Meila berjalan menuruni anak tangga. Ia merasa seperti bidadari yang turun dari mana ngitu.Merasa sedikit gede rasa kali direbutin cowo-cowo cakep.hehehe. Sudah lama tidak muncul satu pangeran kodok itu datang lagi.Bertapa kemanakah ia selama ini? meila jadi pengen tahu.


" Hai mel..udah makan apa belum?" Dibawah meila melihat dani menyambutnya sembari menunjukkan dua bungkus nasi padang.Masing-masing digenggamnya di tangan kanan dan tangan kirinya.( yach ela jauh-jauh kesini hanya mau ngurusin nasi padang.ck..ck..ck)


" Yach bang dani kayak abang Delivery Order nasi padang aja.Begitu ketemu yang disodorin nasi padang .." Celotehnya.Mendengar itu dani tertawa. " Busyeeet..!iya juga yach" Gumannya dalam hati geli menyadari apa yang meila bilang ada benarnya juga.


" Apa kabar bang.Selama nech bertapa kemana aja.Kok baru kelihatan?" Candanya lagi.Dani tersenyum mendengar meila nyeletuk.Gadis itu memang suka berkelakar kala moodnya lagi bagus.hahaha (kala lagi bagus aja)


" Tuh lah dx.Ke gunung kidul nich dek,jauuuh..!" Dani berusaha bercanda juga. Itu yang ia sukai ketemu meila.Anaknya periang dan selalu suka membuat orang tertawa atas kekonyolan-kekonyolan obrolannya yang suka ngelantur.


"Kenapa kok ngk bertapa kehatiku aja sih bang, biar ngk jauh-jauh" Gombalnya membuat dani tertawa dan berpikir hampir satu bulan tak ketemu meila sudah jago menggombal aja.


"Iya niatnya tadi kehati dek meila tapi abg binggung jalannya dari mana yach.Eeeh yang ada malah nyasar" Ujarnya lagi masih membalas gombalan gadis itu.Mendengar itu meila tertawa.Kini ia sudah berada dekat dengan Dani. Ia persilahkan lelaki itu masuk ke dalam ruang tamu kostnya.


" Btw tumben panggil abg dengan sebutan bang.Biasa kk" Dani penasaran.


" Oh iya..ya..Meila juga baru menyadari..


" Yach deh anggap aja abg naik kelas.Dari manggil kakak jadi abg" Jawabnya asal yang membuat pria itu tertawa lagi


" itu mah ngk naik kelas.Selepel tahu apa bedanya kakak dan abg" Dani berusaha berkelakar juga


" Kecuali berubah misalnya dari kk jadi "yank" Ngitu baru naik kelas" Dani melirik meila ingin tahu ekspresi gadis itu.Mendegar itu muka meila memerah jadi malu


"Yuk kita makan nasinya


Tadi Kakak eh abg kesini cari kamu.Kata bu kost dx meila lagi ngerjakan skripsi.Abg pikir pasti meila belum makan siang.Jadi abang pergi lagi beliin nasi ini" Ia menunjukkan nasi ditangannya dan memberikan kepada meila


" Makasih yach bang.Baik banget abg nich


Sering-seringlah yach.hahha...becanda" Ujarnya lagi.Dani tertawa tumben hari nech meila begitu gembira ujarnya dalam hati.


Mereka makan lesehan diruang tamu sambil menonton Tv. Ruang tamu kostnya merangkap seperti ruang keluarga juga.Maksudnya ruangan itu bagaikan ruang keluarga bagi anak-anak kost


Mereka bisa kumpul untuk nonton TV Bersama jika bosan nonton sendiri dikamarnya. Ada juga Dua Set Sofa untuk tempat menyambut tamu dan bersantai,tapi berhubung di depan TV ada karpet mereka duduk disana saja sambil bersandar pada Sofa dibelakangnya.


Anak-anak kost pada masih kuliah, jadi suasana kost kelihatan sepi.Mereka makan sambil berbincang.


" Enak yach mel bisa makan begini berdua duduk lesehan sambil Nonton TV dimana suasana juga tenang. Rasanya seperti dirumah.Mungkin beginilah kala sudah menikah yach mel" Ujarnya tiba-tiba sambil tetap mengunyah makanannya. Mendengar itu meila terpaku. DEGGGGGG!!!

__ADS_1


" Kala begini abang jadi pengen cepat-cepat nikah sama dek meila" sambungnya lagi menggoda gadis itu.


Kalimatnya sederhana,tapi meila berfantasi jauh. Spertinya kata-kata itu kala dijabarkan bisa beranak cucu. " huuuuh" Meila menarik nafas panjang.Ia teringat pesan ibu kost yang barusan sebelum ia menemui dani, agar ia menentukan sikap untuk memilih salah satu dari mereka.


" Hmm abg pengen nikah yach?" tanyanya memberanikan diri. mendengar pertanyaannya dani berhenti mengunyah dan memandang kepadanya.


" Tumben nanya ngituan? Yach pengen lah kala ada yang mau." ia mengatakannya sambil tersenyum


" Ia pasti banyak donk bang.Kala abg mau cowo kayak abg nich idaman banyak wanita. Kala abg mau pasti abang da sold out dari jaman baholak"


" yech jadul dech" Dani tersenyum.


" Ia mana mungkin ada yang menolak abang" ujarnya lagi


" Katanya tadi cewe-cewe pasti pada mau.Ngk mau nolak.Mangnya dek meila sendiri mau sama kakak..eh sama abg?" Dani meralat kakak ke abg karena hari ini meila sudah panggil dia kak.


" Mau...." Jawab meila ngampang membuat dani tersedak dan meila terkejut.Buru-buru diberinya air putih kedani.


" Pelan..pelan bang.."


" Iya nech karna dek meila bilang mau.maksudnya mau jadi pacar abg?" Dani tidak percaya sama yang baru dia dengar. Ia memastikan kembali,tetapi gadis itu tersenyum.


"Tapi apa?" Dani penasaran.Meila melihat wajah pria itu.Wajah orang yang sangat baik,lembut dan cakep lagi.Ia juga sudah melihat wajahnya muka-muka orang yang pengen berumah tangga (kw..kw..kwk). Tiba-tiba khayalannya buyar, pria itu tidak cari pacar tapi cari istri.


" Tapi aku ngk bisa bang" lanjutnya pelan sambil menunduk.


" Kenapa mel?.apa yang salah.Apa yang ngk kamu suka sama abg?" tanyanya penasaran. Meila membuang mukanya. Ia pandang kesekeliling kostnya sepi.Belum ada satu anak kost pun yang muncul.Maklum hanya dia yang sudah bebas teori.Semua masih masuk kelas.


" Ngk enak bang bicara disini" ujarnya mengalihkan.


" Tapi ngk ada orang mel.Ibu kostmu aja tuh mau keluar" ujarnya sambil menunjuk bayangan ibu kost dari balik kaca jendela sepertinya ibu kost mau keluar.Ia yang menaiki motor matic nya.


" Abang tanya sekali lagi mel.Sebenarnya kamu suka ngk sama abg?"


" Kala abg yach sudah pasti suka sama kamu,makanya mendekatimu?"


"Jadi abg mendekatiku harus jadi pacar ngitu.kla sahabatan ngk mau?" meila balik bertanya


"kala kamu ngk ada rasa yach gimana ngapain dipaksakan jadi pacar,tapi kala kamu juga punya perasaan yang sama ngapain kita membohongi perasaan kita" Ujarnya lembut

__ADS_1


" Sekarang abang tanya.Meila suka ngk sama abg?" Ujarnya sambil mendekatkan diri kewajah meila.Diraihnya tangan gadis itu.Meila DEG...DEG ..an.karna jarak mereka terlalu dekat.


" Iya aku suka tapi aku belum bisa untuk pacaran karena komitmenku.." Ujar meila terbata..bata.Dani sudah pernah mendengar penuturan meila yang mengatakan kala ia benar-benar ingin sendiri dulu,dan ia maklum.


" Jadi beneran sebenarnya kamu suka?" Dani memastikan.Hatinya begitu senang.Baginya meila memiliki perasaan yang sama saja semua itu sudah cukup.Ia sangat bahagia.


" Makasih ya mel.." Ujarnya sambil menatap gadia itu dalam dalam


" makasih buat apa bg.Aku belum menerima pernyataan cinta abg." meila binggung


"Ngk perlu aku hanya ingin tahu perasaanmu aja.Ini semua sudah cukup" katanya sambil menatap mata meila dalam-dalam lagi. DEG..DEG..DEG... kini.meila seperti mendegar suara jantungnya karena jarak mereka terlalu dekat dan akhiirnya.....


Dani menciumnya.Melumat bibirnya lembut.Matanya terbelakak.Ini ciuman ke dua yang ia rasakan.yg pertama dengan derin tapi itu ciuman kilas saja yang ini berbeda dani betul-betul bermain dengan bibir dan mulutnya.Ia belum pernah ciuman seperti itu makanya ia diam saja tak bergeming binggung mau ngapain.Tapi ia tidak menolak bahkan ketika dani memasukkan lidahnya kemulutnya ia memejamkan mata dan tanpa terasa tangannya juga ikut membelai pundak dan leher dani.Mereka sama-sama memejamkan mata dan larut dalam nikmatnya berciuman.


Tidak mereka sadari ada seseorang yang tertegun dipintu memandang mereka.Seluruh tubuh laki-laki itu lemas melihat adegan yang baginya bisa dijadikan adegan film biru itu (hehehe). Sosok itu adalah Derin. Sewaktu pulang dari kampus ia sebenarnya hendak pulang,namun entah kenapa ia kepikiran meila trus.Ia berharap meila bisa menghubunginya lebih dahulu sejak ia menyatakan cinta hampir sebulan yang lalu. Ia tidak mau terkesan memaksakan cinta


Namun sampai hari berhari berlalu ia menunggu dan menunggu terus namun meila tidak kunjung menghubunginya,menanyakan kabarnya pun tidak. Karena sudah tidak tahan lagi dirundung rindu ia membelokkan mobilnya dan memutuskan menemui gadis itu tanpa pemberitahuan. Ia melihat sebuah mobil diparkir,Gerbang terbuka namun tidak ada siapa-siapa disana.Cuma saja ia melihat sepeda motor meila terparkir dihalaman,ia jadi yakin meila didalam.


Pintu tidak terkunci namun terbuka lebar.Ia hendak memanggil namun ia terkejut melihat gadis itu rupanya sedang berciuman dengan seorang pria dewasa.Rupanya mereka begitu menikmati ciumannya sampai tak menyadari kedatangannya.Derin memundurkan langkah.Ia tak sanggup menyaksikannya. Segera ia bergegas ke mobilnya yang terparkir diseberang jalan.Ia sengaja parkir diseberang karena ia datang dari arah yang berlawanan.Sesampai di mobil ia menangis sejadinya.Baru kali ini ia menangisi seorang wanita.Hatinya begitu kecewa dan ia begitu patah hati dipukul-pukulnya stir mobilnya. sambil menelungkupkan wajahnya menahan segala gejolak yang tiba-tiba bergemuruh dihatinya.Setelah hatinya agak tenang ia berlalu dari sana.


Sementara kedua sejoli itu..


Meila baru sadar mereka telah lama berciuman. Segera ia lepaskan karena ia sadar lama-lama sepertinya mereka terbawa nafsu.Tangan Dani saja mulai kemana-mana.


" Maaf mel..terbawa suasana" Ujarnya tersadar meila menghempaskannya.Gadis itu mundur menjauh. Ia linglung dan dani melihat ada airmata disudut kedua matanya.Hati dani jadi tak karuan melihatnya " Apa dia menyesal?atau gimana?" pikirnya menyesali kelancangannya..


" Mel maafkan abg.Abg kan manusia biasa.Biasanya abg lihat cewe-cewe ngk seperti ini.Ntah kenapa tadi kebablasan banget" Ujarnya berusaha membujuk.Iapun sangat menyesal. Meila menghardik tangannya,namun dani sudah duluan memeluknya dan tagisan gadis itupun pecah didada bidangnya.


" Maafkan abg yach mel.Ujarnya lagi lirih.Meila melepaskan pelukannya dan menganguk. Dani menghapus air mata gadis itu.


" Abang pulang ajalah.Meila mau istirahat..!" perintahnya.Dani merasa berat tapi karena dilihatnya gadis itu memang sudah tidak ingin dia disana ia menganguk saja.Sambil ia meminta maaf lagi. Dengan berat hati ia melangkah keluar masih dengan tetap mencemaskan gadis itu.


Terdengar mobilnya sudah pergi.Meila tertegun.Apa-apaan ini pikirnya. Ia tidak mengerti.mengapa ia begitu bernafsu sekali tadi."Iiiiiiih...." ia bergidik malu,merasa jijik pada dirinya sendiri yang entah kenapa ikut terbuai malah tanganya sibuk memeluk dan membelai punggung dani.Ia takut dani berpikiran ia sudah pengalaman dan ahli padahal baru kali itu ia melakukan.


" Dosa..dosa mel..!"Cercanya dalam hati.


"Kala begini gaya temenan.Bisa-bisa gua belum kelar kuliah dah kawin mah" umpatnya dalam hati.Merasa geli juga menyadari ciuman itu asik juga.Aduuhh.masih sempat parno juga.


Masih dengan hati tak karuan ia bergegas ke kamarnya.sebelumnya ia menutup pintu dulu karena belum ada juga anak-anak kost yang pulang.

__ADS_1


__ADS_2