CINTA DENGAN EMPAT PRIA

CINTA DENGAN EMPAT PRIA
HARUSKAH AKU MEMILIH


__ADS_3

Meila berbaring dikamarnya sambil menatap langit-langit kamarnya. Ia baru saja menyelesaikan satu BAB lagi Skripsinya. Besok ia akan bawa menemui Dosen pembimbingnya untuk direviu.Badannya terasa pegal sekali karena harus duduk berjam-jam. Meila memang sosok yang Fokus. Jika ia sudah berniat mengerjakan sesuatu ia akan mengerjakannya sampai tuntas,karena itulah ia tidak sadar sudah duduk berjam-jam didepan layar laptopnya.


Kini ia meraih Ponselnya dari meja. Sengaja ia Non aktifkan selama proses pengerjaan skripsi.Begitu ponselnya aktif ia terkejut banyak sekali Wa dari Pria-pria yang dikenalnya.


" Ck...ck..ck..." Gumannya begitu melihat siapa-siapa saja yang menelp dan me Wanya.


Ada Farrel yang menayakan kabarnya dan tidak lupa juga kabar mamanya. Selain itu ada Lee yang mengajaknya bertemu. Ada juga Dani.


" Hmm..sudah lama kk itu tidak menghubungiku ada apa gerangan?" Pikir meila saat dilihatnya ada panggilan Wa tapi tidak ada pesan.


Meila juga mengarahkan pandangannya ke Nama Kontak "Bang Derin" di Kontak Wa nya. Ia kecewa,sudah hampir sebulan pria itu tidak ada menghubunginya maupun mengirim pesan Wa. Meila bertanya-tanya mengapa Derin tidak ada menayakan kabarnya sama sekali ngk biasanya begitu.Rupanya karena ia sibuk dengan Skripsi,sibuk juga dengan Lee dan mengurusi Ibu Miska juga ia jadi melupakan Derin.


Ia betul-betul baru sadar sudah hampir sebulan tak berkomunikasi dengan pria itu.


" Ya ampun kok aku baru sadar udah hampir sebulan aja yach." Gumannya binggung. Ia bertanya-tanya apa derin menyesal menyatakan cinta atau memang lagi menunggu jawabannya.Tapi ngk ngitu juga,tak ada sama sekali.menghubungi.


Ia sendiripun makin binggung harus duluan menanyakan kabar atau bagaimana soalnya ia belum menemukan jawaban yang tepat atas pernyataan cinta yang diutarakan Derin ketika mereka jogging ditaman kota. Ia takut saat ia duluan menanyakan kabar justru Derin menagih janji.


" Hmmm...harus bagaimana yach." Gumannya dalam hati.


Kembali ia berbaring terlentang mengarah langit-langit kamarnya. Ia mulai galau memikirkan pria-pria tersebut. Saat ini memikirkan Derin muncul wajah Dani. Meila mengambil kertas dan pena. Sesuatu yang iseng muncul di benaknya.Ia akan menjabarkan apa-apa saja kelebihan pria-pria yang dikenalnya itu.


Dimulai dari Derin:


-Baik


-Pengertian


-Humoris

__ADS_1


-Lembut


Dani :


-Mandiri


-Baik


-Pengertian


-Peduli kehidupan oranglain


Saat ia mengingat Dani banyak nilai-nilai kebaikan yang ia peroleh. Dani sangat peka terhadap kehidupan orang lain,dan itu jarang ditemui pada pria-pria lain.


Namun baru dalam hatinya memuji Dani sudah muncul wajah Lee. Entah kenapa akhir-akhir ini ia nyaman bertemu Lee. Mereka sering pergi bersama mengunjugi Ibu miska. Lee juga sering menemuinya di kampus dimana ia lagi berjuang menemui dosen pembimbing. Bahkan ia tak segan-segan menemani meila duduk lesehan dirumput sambil memandang keruang Dosen dimana meila berharap dosen yang ia tunggu-tunggu muncul batang hidungnya.


Memang kadang-kadang mengejar dosen nech lebih dari mengejar artis idola saja.Begitu kita berhasil mendekat si dosen agak berlagak sibuk,banyak urusan,mau terburu-burulah.Ngak tahu apa si mahasiswa sudah berjam-jam menunggunya.Kadang melewatkan jam makan karena tahu dosen tersebut sebentar lagi akan keluar. Kadang Meila sampai mau nangis da nunggu dari siang dan si dosen janji nanti ke nanti..eh rupanya da sampai magrib ia tinggal bilang "Da mau malam,ibu lagi mau begini...mau begitulah" .Kalau sudah begitu DAAAAR!!Rasa-rasa ada petir yang menyambar.Heee


" Sabar meila..Semua ada proses. Kesuksesan itu tidak diperoleh dengan mudah.Semua harus dengan kerja keras.Percayalah kerja keras tidak akan menghianati hasilnya" Ujarnya menguatkan meila. Ia mengatakan pada meila lagi agar melakukan segala usaha dengan maksimal sampai mentok dimana." Kala kita sudah mencoba tapi tidak berhasil.yang penting kan sudah usaha maksimal jadi kita tidak ada penyesalan kala hasilnya juga tidak sesuai harapan.Coba kita gagal karena tidak cukup usaha itulah yang perlu disesali" ujar Lee saat itu. Meila betul-betul terhibur saat itu.


Memang sejak Lee sering-sering menemaninya di kampus ia jadi bersemangat.Apalagi saat-saat menunggu dosen ada yang menemani.Suasana yang membosankan menjadi tidak terasa.


" Trus aku harus pilih siapa niiiich.." Ujarnya sambil berguling-nguling ngk jelas.


" Derin...Lee..atau Dani.." ia mengeja nama mereka berganti-nganti.Tiba-tiba ia teringat sesuatu, tak lain tak bukan komitmennya tersebut.


"Aduh..ini gimana yach" Ujarnya tambah galau saja


Lagi ia berpikir,Suara ibu kostnya yang nyaring memanggilnya.

__ADS_1


" Ada yang cariin tuh..!" Tiba-tiba ibu kost sudah muncul di depan pintu kamarnya yang membuatnya terkejut.


" Yach ampuuuun buuuuk! ketuk dulu..ketuk.Kanget niiiiich" Ujar meila dengan suara sedikit kencang.


" Ah lebay bangeeet!! .kan aku da panggil-panggil dari tadi, mangnya situ budek...!" Ujar bu kost dengan muka yang ngesalin.Entah kenapa nech bu kost hobby banget menambah tensi darah anak kostnya.Heee. "Maunya sekali-sekali menjawab itu yang ramah kek" pikir meila di dalam hati.


" Yach...yach..! meila memilih mengalah." yang waras ngalah ajalah" pikirnya


" Siapa bu?" Tanyanya kepo juga.


" Salah satu dari sekian ribu pacarmu" Ujar bu kost dengan senyum ngesalinnya


"Apaan nich ibu.Pacar?sekian ribu.Semua Just Friend bu" Jawabnya kesal medengar kata-kata bu kost yang mengatakan salah satu dari sekian ribu " Kala begitu cara ibu kost mengatakan seolah-olah aku nech cewe apaan." ujarnya dlam hati kesal


" Kala bukan pacar trus aku bilang apa...?"


" Teman....?No...no..." Ujarnya sambil menggoyangkan telunjuknya pas didepan hidung meila.Mesti banget ngk berjarak begitu..


"Yang mereka lakukan samamu bukan berharap untuk dapat predikat teman.karena itu aku bilang saja salah satu dari korban PHP mu" Ujar bu kost sambil tertawa


"oh iya..ya..Korban PHP lebih tepat katanya sambil menyeringai.Peryataan ibu kost itu membuat meila tertegun.Korban PHP???


" Kamu penjahat cinta mel. Lebih baik kamu hindari saja mereka kala memang ngk ingin pacaran sama mereka.Itu lebih baik mel.Ngapain kamu menggantung-ngantung nasib anak orang.Coba kamu tegas dalam bersikap pasti mereka bisa melangkah.bisa punya kehidupan yang lebih baik contohnya punya pacar,atau menikah.Mereka bahagia,keluarganya juga.Kala mu ngantung-ngantung begini kamu nya aja yang senang bisa tukar sana-sini tapi nasib mereka ngk jelas" Cerocos ibu kostnya membuat meila seperti disambar gledek disiang hari. Meski jutek kadang kadang ibu kostnya ini memang bijaksana. Meila masih tertegun saat ibu kost meninggalkannya. Ia seperti menyadari Fakta baru yang selama ini tidak dipikirkannya.


" Kala dipikir-pikir omongan ibu kost benar juga yach" Gumannya lirih.


Lalu ia berjalan kearah jendela kamarnya demi melihat siapa yang menemuinya. ia mengenali mobil yang diparkir di luar gerbang kostnya. Ya ampun..kali ini Kak Dani lagi..


" Aku harus gimana?"

__ADS_1


" Haruskah aku memilih?"


☆☆☆


__ADS_2