
Sepanjang malam meila telah memutuskan sesuatu.Dengan berat hati ia memutuskan akan mengakhiri masa jomblonya,tapi pilihannya jatuh kepada derin. Ia tidak memilih Dani maupun Lee karena mereka telah dewasa.Ia takut buru-buru diajak menikah. Sementara Derin ia berpikir pria itu masih akan lama lagi menyelesaikan pendidikannya.Apalagi Derin pernah bilang kala ia akan menikah setelah mengambil Dokter Spesialis dulu. Namun saat ia memikirkan akan menerima cinta derin terlintas wajah Farrel.
" Hus...hus..hus..!" Kenapa aku memikirkan wajah pria itu gumannya dalam hati tidak mengerti disaat dia akan memutuskan mengakhiri masa jomblonya dan memilih derin kok ia mengigat pria milik wanita lain.
" Aku tidak akan buru-buru diajak menikah, sandainyapun Farrel masih jombo dan seandainya juga suka padaku ia juga sudah dewasa" Pikir gadis itu
Akhirnya tekadnya memang betul- betul bulat untuk memilih Derin.
Dengan gembira ia telah menghubungi Derin dan mengajaknya ketemuan di tempat pertama pria itu menyatakan cinta
Yach ditaman kota.
Hari begitu cerah.Udara terasa sejuk
Meila sengaja tidak memakai kostum olahraga.Dia memakai Dress Brokat Tile bewarna biru pastel karena hari ini merasa akan menjadi hari spesial jadi ia dandan cantik. Mereka janjian pukul 07.00 Wib, namun ia sudah disana sejak jam Tujuh kurang. Ia berharap lebih dahulu datang daripada derin agar ia bisa betul-betul bisa mempersiapkan hatinya. Jantungnya terasa Dag..Dig...dug..Mungkin karena ini akan menjadi cinta pertamanya. Maklum ia belum pernah berpacaran sama sekali.
Detik demi detik berlalu,menit pun juga telah berganti. Meila begitu resah. Ia baru menyadari menunggu itu ternyata sangat membosankan. Berkali-kali ia melihat kejalan, namun wajah dan kendaraan yang ia kenal tidak ada terparkir disana.Dicobanya menghubungi pria itu namun tidak diangkat.Pesan Wa nya juga tidak dibaca. Meila sangat cemas.Segala praduga muncul dibenaknya.Apakah Derin serius mau bertemu dengannya. Ia yang bertanya,ia juga yang menjawabnya.
" Mana mungkin tidak serius dia kan sudah janji." Lagian ia tahu derin tife pria yang tidak suka berbohong dan selalu tepat janji.
__ADS_1
"Lalu ia kemana,apa terjadi sesuatu samanya waktu mau kesini?" Pikirnya lagi dengan cemas
Berkali-kali ia bangkit mengedar pandang,namun pria itu tidak kelihatan.Yang ada ia malah kena goda pria-pria yang kebetulan melintas dari hadapannyanya
Mereka berolahraga disana.Agak ramai memang karena hari minggu,namun meila mengabaikan teriakan-teriakan pria itu. Dia hanya fokus kejalan utama tempat Derin biasa memarkir mobilnya
Sementara gadis itu resah menunggu. Laki-laki yang ditunggu teryata sudah ada disana juga sejak jam 07.00 kurang. Ia sengaja datang lebih cepat demi melihat keseriusan gadis itu. sengaja ia mengendarai mobil yang berbeda. Ia memakai mobil kakaknya karena mobil itu juga jarang dipakai berhubung kakaknya sedang pendidikan diluar kota. Derin sengaja parkir juga tidak dijalan utama tetapi mengambil sisi samping dari taman kota itu.Ia sebelumnya tidak pernah parkir disana. Tempat itu lebih dekat dari tempat meila menunggunya. Pria itu sangat sedih melihat meila begitu resah menunggunya, tapi bayangan ia berciuman dengan pria lain yang semalam sangat membuatnya terpukul.Bayangan itu masih segar di ingatannya, membuatnya masih sangat marah dan kesal saat mengingatnya. Itu jugalah yang membuat langkah kakinya tertahan untuk keluar dari mobil dan menemui gadis itu.
" Mengapa kamu menungguku seperti itu mel..!" Teriaknya lirih. Air matanya jatuh dikedua sudut matanya. Matanya berkaca-kaca. Bagaimanapun ia berniat untuk membenci gadis itu ia tidak bisa. Ia iba melihat bagaimana ekspresi gadis itu menunggunya, hal itu membuatnya menjadi luluh.
Derin melirik jam ditangannya. Sudah pukul 08.15 wib. Lama-lama ia merasa kasihan juga.Tadinya ia berniat tidak menemui gadis itu.Akhirnya diputuskannya untuk keluar mobil.
Derin sudah melihat meila.Gadis itu duduk menunggu dengan muka tertunduk. Derin semakin iba melihatnya dan ia juga senang meila teryata begitu serius menunggu kehadirannya sampai ia tidak beranjak pulang juga meski sudah hampir jam sembilan.
" Apa ia benar-benar akan menerimaku?" Dari caranya menunggu Derin yakin.
" Tapi kala ia memilihku kenapa dia berciuman sma laki-laki lain?" .Satu persatu pertanyaaan muncul dibenaknya.
Derin berpikir sudah pasti gadis itu memiliki hubungan special dengan pria yang berciuman dengannya itu,kala tidak mana mungkin mereka berciuman pikirnya demikian. Trus ia berpikir seandainya meila hari ini memutuskan akan menerima pernyataan cintanya yang sudah hampir sebulan lalu dia utarakan itu berarti ia adalah pria kedua wanita itu.
__ADS_1
"Astaga..berarti akulah yang akan jadi selingkuhannya.Aku akan jadi selir hatinya" Gumannya di dalam hati merasa tidak terima membayangkan arti dari selir.(hehehe).
Langkahnya terhenti ragu. Ia menatap kembali kearah gadis itu, Lagi lagi ia terpaku. Derin begitu terpesona melihat meila begitu cantik. Dress biru tipis dibawah lutut melekat dengan indah ditubuh indahnya. Begitu segar dan serasi dengan pepohonan yang hijau dan bunga warna-warni disekitarnya. Lagi-lagi ia luluh. Kecantikan gadis itu membuatnya lupa akan kemarahannya. Ia segera menghampirinya.
Meila belum menyadari kehadirannya.Saat ia tertunduk lesu ia melihat sepasang sepatu sepatu dihadapannya.Ia mendongak dan melihat Derin berdiri dihadapannya sambil tersenyum manis. Segera ia bangkit dan memeluk pria itu. Sontak derin betul-betul kaget namun entah kenapa ia merasa damai dipeluk begitu. Ia balas memeluknya. Mereka berpelukan berputar-putar dengan gembira.
Meila begitu gembira menyadari kedatangannya sontak ia melompat kepelukan pria itu, karena tadinya ia mikir derin tidak akan datang. Teryata ia datang.
" Aku pikir abang tidak datang rupanya datang" Ujar gadis itu dengan mata berbinar-binar bahagia
" Padahal aku ajak kesini kan karena aku mau bilang.." ucapannya terhenti derin penasaran menunggu kelanjutannya.
" mau bilang..tidak menerimaku kan?" Sambungnya reflek meila menggeleng
" Bukan...bukan..bang.Kok mikirnya begitu justru aku menerima cintaaaaa abg..." ujarnya lagi dengan begitu gembira
Mendegar itu derin sangat bahagia.Ia tidak menyangka meila bakal menerimanya.Padahal sudah hampir satu bulan. Saat ia begitu bahagia bayangan ia berciuman dengan pria lain membuatnya tersadar.
Bersambung...
__ADS_1