CINTA DENGAN EMPAT PRIA

CINTA DENGAN EMPAT PRIA
TRAGEDI 2


__ADS_3

Pria yang bernama Deni itu masih mencekal meila.Gadis itu meronta minta tangannya dilepaskan,namun semakin ia meronta deni semakin mencengkramnya.Ia hendak minta tolong tapi agak malu untuk berteriak.Toilet itu juga sepi kebetulan juga tidak ada orang yang lalu lalang kesana.Namun tiba-tiba meila mendegar suara seorang pria menghardik lelaki kurang ajar didepannya itu,teryata ia Lee.Lee menghampiri mereka dan merebut tangan meila dari cengkraman deni.


" Jangan kurang ajar sama wanita!" Ujarnya dengan nada marah sambil menatap sinis pria didepannya itu. Melihat kedatangan seseorang yang seperti pahlawan kesiangan baginya itu,deni menyeringai dan balik menatap sinis.


" Kamu siapa?!" Tantangnya sambil melangkang mendekati Lee. Lee hendak membalas tantangannya.Ia hendak maju namun meila sudah menahannya.


"Sudah kak kita pergi saja" Ujar meila sambil menarik Lee menjauh.Lee berat namun ia mengalah pada gadis itu. Deni masih menyeringai sambil mengepal tinju kepadanya. Ia hendak mengejar,namun urung karena ia melihat Bastian dan lian datang menghampiri mereka. Nyalinya agak turun melihat dua pria gagah dan breok itu muncul.


" Siapa dia?" Tanya bas sambil menatap tajam pria itu.


" Dia adik Farrel kak.yang sedikit agak tidak waras" ujar meila pada bas.Kini mereka sudah berjalan kearah parkiran.


" Kamu ngk diapa-apain mel?" lian khwatir sambil mengecek tubuh gadis itu


" Ngk apa-apa kak cuma dia tadi mencengkal tangannku"


" Kenapa dia begitu?" Bastian tidak mengerti.Dia mengerutkan keningnya.Meila menceritakan keanehan sifat adiknya Farrel tersebut.Sementara Lee masih diam,dia menahan marah.


" Mel..kala kamu digituin kayak tadi teriak aja yach! Orang gila seperti itu mana tahu dia mana yang bener mana yang salah" Ujarnya kemudian. Meila menganguk.Sesampai di mobil Lee memeriksa tangan gadis itu.Ia melihat pergelengannya masih memerah.Ia memijitnya dengan lembut.Kini mereka sudah ada didalam mobil.Meila duduk didepan bersama Lee. sedangkan bas dan lian dibelakang.Meila memperhatikan wajah lee,sepertinya ia sangat cemas.


" Ngk apa-apa kok kak!" Ujarnya sambil tersenyum.Lee memandangnya tersentuh. Seakan akan gadis itu biasa-biasa saja padahal ia sangat cemas.Sementara Bas dan lian asik berceloteh ikutan geram dan mereka bilang pengen menghajar pria itu tapi meila menenangkan mereka.


Akhirnya seperti kesepakatan sebelumnya, mereka pergi ke Mal.Mereka berempat bermain game di Zona permainan yang pengunjungnya semua kalangan itu. Ke empatnya akhirnya memiliki mood bagus lagi.Mereka tertawa-tawa gembira.Selain itu mereka mecoba wahana permainan di studio mini tersebut. Keempatnya bahagia dan tertawa gembira seperti anak kecil setiap menikmati aneka game dan wahana permainan yang ada. Bas dan lian masih mencoba wahana ekstrim lainnya,sementara Lee dan meila sudah duduk di cafe yang ada disekitar wahana tersebut sambil mata mereka mengawasi kedua teman mereka yang masih asik berteriak mengikuti irama wahana yang mereka coba.Lee sudah memesan minuman buat mereka.Lee merapatkan duduknya dengan menarik kursinya disebelah meila.Mereka ikut tertawa memandang kedua teman mereka yang sepertinya begitu menikmati permainan tersebut.


Saat mata meila memandang kearah studio mini tempat area game dan wahana bermain itu,ia melihat seorang pria melintas dengan menggandeng wanita cantik dan ramping.Pria itu merangkul pinggang gadis tersebut.Meila mempertajam penglihatannya.Teryata benar dia adalah dani "dan gadis itu??. "Meila tertegun.


" sejak kapan dani punya kekasih?bukankah ia hanya mencintaiku??" entah kenapa seperti ada yang meledak didadanya.Entah kenapa ia begitu cemburu melihat pemandangan itu.Meila baru menyadari kala ia mungkin menyukai dani.Ia rasanya mau nangis melihat dani merangkul wanita lain sambil berjalan mesra dan tertawa bahagia.

__ADS_1


Ia akan menyamperinya tapi tiba-tiba Lee menggengam tangannya.Matanya langsung teralih ke pria itu.Ia heran kenapa Lee menggengam tangannya.


" Mel aku menyukaimu.Aku udah ngak tahan memendamnya selama ini.Mau ngk kamu jadi pacarku dek" Ujarnya sambil berbisik ditelinga gadis itu.


" Apa kak?" Meila sudah mendegar dengan jelas tapi ia seakan tidak percaya dengan pendengarannya.


" Aku menyukaimu.Maaf menyatakan disini mel.Aku ingin kamu tahu isi hatiku selama ini tuan puteri ku.Aku betul-betul ingin disampingmu,melindungimu" Ujarnya lagi sambil menggengam erat tangan kanan gadis itu.Membuat gadis itu tergangga,ia tidak bisa berpikir.Apakah ia harus menerima atau menolaknya.Ia melihat kearah dani yang masih terlihat bermain game dengan wanita tersebut.Mereka terlihat begitu bahagia menikmati game yang mereka mainkan berdua tersebut.Meila berpikir haruskan ia menerima Lee karena Dani mungkin sudah tidak ada harapan lagi.Ia mengingat bagaimana ia berciuman panas dengan pria tersebut.Seumuran baru itu ia berciuman dengan seorang pria begitu hot lagi sampai sampai ia sering susah tidur dibuatnya jika ingat ciuman itu.Kadang ia merasa kesal kadang ia merasa penasaran dan ingin ketagihan juga (hahaha).Tapi kini ia mendapati kenyataan pahit kala pria yang menciumnya itu telah menggandeng wanita lain.Meila begitu sangat terluka sampai sampai air matanya berlinang.Ia juga mengingat baru tadi pagi Derin menolaknya ditaman kota tersebut.Pria tersebut yang menyatakan cinta beberapa waktu lalu tapi begitu ia hendak menyatakan "ia" untuk pernyataan cintanya,rupanya derin sudah berubah pikiran


" Kenapa mel?Apa kamu marah?" Lee panik dan merasa bersalah.Ia kira meila menagis karena peryataan cintanya barusan.


"Maafkan aku mel.Aku lancang,tapi memang aku menyukaimu" Ujarnya lagi dengan mimik memohon.Meia rasanya tidak tega untuk mengatakan tidak.


" Beri aku waktu kak.." ujarnya sambil tertunduk


"Ngk apa-apa mel.Boleh..boleh.. berapa lama mel? satu hari,dua hari seminggu?" Lee tak sabaran ingin tahu jawaban gadis itu.Meski ia kecewa meila tidak langsung menjawab tapi ia lega juga gadis itu masih mempertimbangkannya.


" Astaga! ada apa Farrel menelepon berkali-kali" Gumannya.


" Kalian dimana?aku sudah diatas" terdengar suara Farrel diseberang sana.Lee melongo,dari mana Farrel tahu mereka lagi di Mal padahal ia tidak ada memberitahunya.


" Tahu dari mana kami disini?" Lee balik bertanya


" Dari Lian.Tadi aku nelp dia karena lu ngk angkat-angkat telpon.Aku nelpon meila juga ngk diangkat.Apa dia baik-baik saja?" Cerocos Farrel dari seberang sana. Suara Farrel seperti orang yang sangat khawatir sehingga Lee binggung dibuatnya.Dalam hatinya berkata "apa Farrel tahu kala adiknya baru saja menggangu meila dan dari mana ia tahu??"


" Hallo..halloo Lee kamu masih disana?". Suara Farrel lagi menyadarkan Lee dari lamunannya


" Iya..iya kami diatas di studio mini.Aku sma meila lagi duduk di salsa cafe dekat sudut sebelah kiri" ujar Lee yang lagsung diiyakan oleh pria tersebut. Farrel langsung menutup telpon nya dan ia bergegas mencari keberadaan teman temannya tersebut. Sementara meila bertanya pada Lee apakah itu Farrel. Lee mengiyakan kini ia menatap wajah gadis itu yang seperti terkejut begitu melihat ke ponselnya yang baru saja ia ambil dari dalam tasnya. Ia baru sadar sewaktu ia dicekal adik pria tersebut ketika itu ia lagi bertelepon dengannya.

__ADS_1


" Ada apa mel?" Lee bertanya dan meila menceritakan jika pas sarapan itu ia lagi video call sama Farrel ketika mau ketoilet tersebut dan rupanya kebetulan langsung ketemu dengan deni adiknya.Ia lupa saat itu sedang video call dan karena ketemu deni ia lgsung lupa sedang komunikasi dan mengabaikan begitu saja hpnya.Lee yang mendengar begitu kaget.ia tak menyangka farrel akan menghubungi meila,video Call lagi.


Belum sempat Lee berpikir. Sudah terdengar suara lelaki yang ia begitu kenal.Siapa lagi kala bukan Farrel.mereka sontak memandang kearah datang suara. Lee dan meila reflek bangkit dari duduknya karena Farrel setengah berlari menyamperi mereka.


" Mel..kamu ngak apa-apa ujarnya sambil berlari mendekat dan merangkul gadis itu erat.Meila terkejut karena mendapat pelukan diluar perkiraan seperti itu.


" Aku ngk apa-apa kak" Ujarnya sambil berusaha membebaskan dirinya dari pelukan pria tampan tersebut.Ia memandang kearah Lee yang wajahnya pias karena juga sepertinya terkejut dan kelihatan sangat cemburu.Benar Lee sangat cemburu.Ia tidak menyangka Farrel akan memeluk gadis yang ia sukai tersebut. Kini ia jadi was-was jangan jangan Farrel mulai ada hati sma meila.


" Mana bas dan lian?" Farrel memandang kesekeliling.Lee menunjuk kedua temannya tersebut.


Saat meila diantara Farrel dan Lee tiba-tiba ponsel gadis tersebut berdering.Meila memandang Nomor yang tidak dikenal.Ia binggung kira-kira siapa yang menelponnya.Ia angkat dan teryata telp itu dari boy teman Derin. Boy teryata ada menyimpan nomornya.meila sudah beberapa kali juga bertemu dengannya ketika bersama derin.


" Mel maaf menggangu.Cuma mau kasih tahu kala Derin kecelakaan" Ujar boy yang membuat meila tersentak.Ia begitu kaget.ia panik dan bertanya dimana derin dirawat dan bagaimana kondisinya.


" Ia kritis mel." ujarnya lirih yang membuat meila lemas seketika seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya.Air matanya langsung tumpah seketika.ia panik.Demikian juga Farrel dan Lee ikutan panik melihat gadis itu tiba-tiba berlinang air mata. Meila lagsung pamit pada keduanya dan terbata-bata menceritakan jika temannya kecelakaan.Ia permisi pada mereka hendak kerumah sakit.


" Biar aku antar mel" Farrel langsung meraih tangan meila


" Lee kamu tinggal saja karena lian dan bas masih main kan,biar aku aja yang antar meila.Ntr aku temui kalian" Ujar Farrel sambil bergegas mengajak meila pergi.Lee sudah mau protes.Ia tidak mau ditinggal dan untuk apa ia yang tinggal sementara gadis yang ia cintai itu dengan Farrel


" Aku naik taxi aja kak.Ngka apa-apa." meila menolak.Tapi Farrel bersikukuh.


" Ayo..tapi kamu mau cpt dek." ujarnya lngsung menarik pergi meila tanpa memandang ke Lee lagi.


" Ngk apa-apa mel.Abng antar aja yach" ujarnya lagi.Meila tidak bisa menolak karena farrel bersikukuh.Ia pamit kepada lee. Lee memandangnya dengan lesu."Telpon aku nanti ya mel" Ujarnya,gadis itu mengganguk dan beranjak pergi.


Lee memandang kepergian mereka dan ia terpaku.Ia sangat binggung mengapa Farrel seperti diluar batas,seakan ia tidak memperdulikannya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2