CINTA DENGAN EMPAT PRIA

CINTA DENGAN EMPAT PRIA
SUATU SORE BERSAMA DIA 2


__ADS_3

" Maafkan aku tadi yach. Sudah lancang menggengam tanganmu" Ujarnya memecah kebisuan mereka di dalam mobil.


" Jangan salah paham.Aku tidak bermaksud apa-apa. Maaf yach mel. Aku cuma acting didepan adik-adik aja. Biar kedepannya kala kamu main kerumah mereka ngk berani macam-macam samamu mel" Ujarnya lagi.


"Ngk apa-apa kak" jawab meila sambil terseyum.


" Kamu tidak marah kan?" Tanyanya lagi.Meila menggeleng.Sebenarnya dia bete.Pria itu seenaknya aja menggengam tangan nya tanpa izin membuat ia merasakan getaran-ngetaran ngk jelas.


" Ah mel kamu jangan ngaco. Dia sudah punya pacar" Ngerutunya dalam hati.


" loh memangnya aku suka sama dia. Oh no..no..mau belum punya pacar mau sudah aku ngk boleh suka sama dia!" Ujar meila lagi dalam hati. Ia begitu kesal akan dirinya sendiri. Akhir-akhir ini ia terjebak di dalam lingkaran pria-pria keren dan ia susah untuk keluar. Padahal ia sudah membuat komitmen yang ia sangat ingin untuk mewujudkannya.


Saat meila melamun dan Farrel fokus pada jalanan. Tiba-tiba ponsel meila berdering. Ia membuka tasnya untuk melihat siapa yang meneleponnya. Farrel juga ikut-ikutan menoleh kearahnya.


" Astaga kak Lee.." Gumannya yang langsung membuat Farrel menoleh dengan penasaran


" Hallo kak Lee ada apa?" Ujarnya sambil mengangkat telepon.


Diseberang sana pria yang bernama Lee itu angak manyun karena yang mengangkat telepon tidak pakai basa-basi. Langsung to the poin menanyakan ada apa.


" Waduhhh slow dikit donk mel. Masa belum ngomong apa-apa langsung ditanyain begitu. Sedih donk ai jadinya" Ujarnya bercanda.Meila minta maaf dan ia kembali menayakan maksud Lee meneleponnya.


" Yuk makan malam bareng" Ujarnya


Meila tertegun.Ia sangat lelah hari ini. Masa dalam satu hari ia harus menemui tiga orang pria yang berbeda-beda. setengah hari bersama derin. Setengah hari bersama Farrel dan malamnya dengan pria yang bernama Lee. Jika ada yang melihatnya bisa- bisa ia kena cerca gadis apaan.


" gimana mel?" Terdengan suara lee mengulang kembali pertanyaannya.


" Gimana yach?" Meila berpikir.

__ADS_1


" kapan-kapan aja y kak. Aku lagi diatar kak Farrel nich pulang. Dari tadi menemani Ibu miska" Ujarnya. Lee terkejut mendegar kata Farrel.


" Hai Lee.." Tiba-Tiba Farrel sudah menyapa Lee dan Lee mendengarnya. Lalu ia minta tolong kepada meila untuk memberikan ponselnya pada Farrel. Meila menurut dan Farrel seketika menepikan Mobilnya untuk berhenti di tepi jalan. Mereka berbincang sebentar ntah apa yang dibicarakan.


" Mel.Kita makan bentar yuk.kamu juga kan udah capek menemani mama satu harian.Aku hampir lupa ini sudah mau malam.Masa aku antar kamu dengan perut kosong" Ujarnya


" Yach ampun kak Farrel itu aja dipikiri. Tadi kan kita da makan snack. Da makan roti kali sama teh.Lanjut ajaa kak" Ujar meila meyakinkan Farrel bahwa dia tidak lapar.


" Pasti ini karena kak Lee yach Apa ia mengajak kita makan". Tebak meila. Farrel mengganguk.


" Tapi bukan itu intinya. Lee menanyakan apa kamu sudah makan diantar pulang. Dia tidak mau kamu belum makan karena ia tahu katanya kamu tidak masak di kos-kosan tapi selalu makan keluar" Ujar Farrel.


Meila berpikir kapan ia memberitahu Lee bahwa di kosan mereka memang anak-anak kost pada tidak masak karena daerah itu jarang ada kedai sayur-sayuran yach karna penjual makanan banyak rata-rata anak kost tidak masak.Otomatis penjual sayur-mayur pun jarang."ah...mungkin aku pernah memberitahunya".Guman meila


" hmm..gimana?.Ditanya kok malah bengong?" Farrel melambaikan tangannya di depan wajah meila


" Bagaimana dengan ibu?. Nanti dia makan malam sama siapa?" Tiba-tiba meila ingat ibu miska. Farrel terkejut meila justru mengingat mamanya.


" Jangan khawatir..! Bibi nanti bawakan makanan mama ke atas.Mama masih makan bubur.Tadi aku sudah suruh bibi menyiapkannya. Nanti disuapin sama bibi,tapi biasa sih mama makan jam delapan malam kala kita selesai makannya sebelum jam delapan ntar aku yang suapain mama dirumah" ujarnya pada meila. Meila masih diam. Tanpa meminta persetujuan lagi dari meila Farrel kembali menyalakan mesin mobilnya dan menuju salah satu tempat makan yang telah mereka bicarakan dengan Lee.


"Oke. Tapi jangan lama-lama yach" Akhirnya meila setuju. Farrel tersenyum mendegarnya.


Mobil mereka melaju membelah senja yang semakin memudar. Sore pun hendak dingantikan malam.


Sesampai ditempat makan mereka berjalan menuju salah satu meja teryata Lee sudah menunggu disana.


" Cepat baget" Guman meila dalam hati


" Hai bro.." Farrel menepuk bahu Lee yang sedari tadi belum sadar akan kedatangan mereka. Kini mereka sudah heboh berpelukan ala sahabat. Meila tersenyum. Senang melihat keakraban kedua pria cakep itu. Beberpa wanita yang duduk disekitar mereka menoleh memandang kagum kedua pria ganteng itu lalu melirik sinis kearah meila.

__ADS_1


Meila tertawa dalam hati mungkin gadis-gadis itu mikir dia tidak sebanding duduk dengan dua pria keren. Meila juga menyadari betapa beruntungnya dia bisa mengenal dua malaikat pria yang tak bersayap.hehehe


"Ayo duduk mel" Lee mempersilahkan meila duduk. ia menarikkan kursi disebelahnya dan menyuruhnya duduk disana.


" Disini aja disampingku" Ujarnya. Meila melihat kearah Farrel dan farrel manyun.


" Masa aku duduk sendiri. Tadinya aku kan yang datang sama meila" ujarnya bercanda.


" Ngk apa-apa bro. Sekarang kan sudah ada aku.Jadi meila samaku" Ujarnya.sambil memandang meila.Meila menganguk saja dan Farrel pun setuju. Mereka pun duduk berhadapan.


Makanan sudah tersaji. Meila memesan Ikan Gurami Asam pedas manis. Lee memesan Nasi juga dengan lauk daging sedangkan Farrel cuma mie goreng. Mereka berbincang. Farrel tak henti memperhatikan sikap dan perlakuan Lee pada meila. Ia sungguh merasa suprise dan takjub atas perubahan sikap temannya itu begitu bersama gadis bernama meila itu. Ia sibuk menyiangi duri dipiring meila. Menyisihkannya dan memberikan yang sudah bebas duri untuk dimakan gadis itu. Begitu perhatian. Belum pernah ia melihat Lee memperlakukan siapa-siapa begitu.


" Mungkin dia benar-benar jatuh cinta" Pikirnya


" Gimana kabar Desi..Farrel?" Tiba-tiba Lee bertanya. Sejenak Farrel memandang meila. Meila binggung kenapa Farrel memandangnya begitu ditanyai mengenai kekasihnya.


" Dia baik-baik saja. Sejak aku disini kami belum sempat mengobrol panjang.Paling Wa an aja." Ujar Farrel. "


"Lagian dua hari lagi kami ketemu kok" Ujarnya lagi sambil menyelesaikan makannya.


" Dua hari lagi kak Farrel pulang?" Tanya meila. Farrel mengaguk. ia menceritakan jika cutinya akan berakhirnya dan ia akan kembali bekerja.


" Titip mama ntr yach mel" Ujarnya lagi. segera Lee menyahut kla ia akan membantu meila menjaga ibunya.


" ia tenang aja Farrel aku akan temani meila sllu" Ujar Lee sambil memandang meila.


" Masalahnya mama butuh Privasi. dia pasti tidak mau ada kamu disana. Biasalah cerita sesama wanita saja" Ujar Farrel.


Lee berjanji jika ia sesekali akan menemani saja walau cuma mengantar atau menunggu di mobil saja. Mendegar itu Farrel agak tidak suka.Tapi ia tidak komentar karena ia tidak punya hak melerai Lee.

__ADS_1


__ADS_2