
Meila dengan Farrel telah bergegas memasuki rumah sakit yang boy beritahu.Kini setengah berlari mereka telah menyusuri koridor.Farrel ikut berlari mengikuti langkah meila. Digenggamnya tangan gadis itu sambil berlari kecil. Sejenak meila agak tertegun karena farrel menggenggam tangannya,namun karena ia fokus pada derin ia abaikan.
Mereka telah sampai di kamar yang dituju.Terlihat boy teman derin tersebut ada disana.Mama juga papa dan adiknya. Melihat kedatangan meila mereka reflek memandang kearahnya.
" Tante bagaimana keadaan derin?" Meila memberanikan diri bertanya.Sambil menyamperin mereka.
" Ngapain kamu kesini!" Tiba-tiba ibu itu marah dan membentak gadis itu
Meila terkejut demikian juga dengan Farrel. Ia mengenali laki-laki yang masih berseragam dokter itu sebagai dokter yang pernah merawat ibunya,mungkin wanita yang marah pada meila itu adalah istrinya tebaknya dalam hati.Cuma ia binggung mengapa wanita itu begitu marah pada meila.
" Tante aku dapat kabar dari boy kala abg derin kecelakaan.Bagaimana keadaannya tante" Isaknya. Mendegar itu wanita itu tambah marah,didorong nya gadis itu sambil menangis menjerit.
"Ini semua gara-gara kamu!!. Ia kecelakaan gara-gara kamu! Kamu pikir aku ngk tahu ia kecelakaan pulang menemuimu!" Bentak wanita itu lagi.Suaminya berusaha menenangkannya agar ia tenang dan tidak membuat keributan. Meila mendengar itu tertegun.Berarti derin kecelakaan habis menemuinya?.tapi mereka sudah berpisah tadi pagi,dan mereka tidak ada masalah sama sekali.Malahan derin yang menolaknya.Cuma ia binggung dari mana ibunya derin tahu kala anaknya itu baru menemuinya.
" Pergi kamuuuuuu!" Bentak wanita itu lagi sambil menangis.Meila mundur.Farrel menopangnya.Ia sangat kasihan pada meila dan ia merasa kesal ibu itu memperlakukannya dengan buruk.
"Bu..Meila hanya ingin menemuinya bukankah ia temannya?" Farrel berusaha menegahi mereka.Ibu Farrel memandang pria muda yang berbicara padanya itu.Sejenak ia mengingat siapa pria itu.Lelaki yang pernah ia lihat menjemput meila diperpustakaan wilayah ketika meila sedang bersama anaknya.
" Sekarang aku Paham ini semua juga gara-gara kamu kan?! bentaknya pada Farrel lagi yang membuat Farrel mengerutkan kening tidak mengerti apa yang dimaksud wanita itu. Ia mengira bahwa anaknya pasti patah hati karena melihat meila bersama pria itu.Mungkin ia menjadi tidak stabil dalam emosi dan akhirnya kecelakaan pikir wanita itu.
" Aku ngk mengerti bu.maksud ibu apa? Farrel bertanya dalam kebingungan.
" Kalian yang membuat dia celaka.Pergi kalian!" Bentaknya mengusir.Suaminya berusaha menenangkan lagi.Boy tidak bisa berbuat apa-apa. Ia juga tidak tega melihat meila diperlakukan demikian namun ia tak punya kuasa untuk melerai ibu temannya itu.
" Pergilah kalian dulu nak!" Ayahnya akhirnya meyuruh mereka untuk berlalu dari sana.Farrel menuntun meila menjauh.Kini mereka sudah duduk disalah satu kursi tunggu di koridor rumah sakit tersebut.
" Sabar..mel.jangan lagi nangis" Bujuknya.Meila masih nangis sesengukan antara khwatir,cemas,takut,sedih dan segala perasaan bercampur aduk.Farrel langsung memeluknya.Ia menenggelamkan wajah gadis itu didadanya yang bidang.Entah kenapa ia merasa sakit melihat gadis itu menderita seperti itu.Meila membiarkan dirinya larut dalam pelukan Farrel.Entah kenapa ia merasa ada kedamaian yang menghampirinya. Ia balas memeluk Farrel erat.Sebagian orang memandang mereka dengan binggung.Sebagian iba,menebak gadis itu pasti baru menerima berita keluarganya sakit atau sebagainya.Pasti ia mengalami hari yang buruk pikir mereka.
__ADS_1
Setelah meila agak tenang.Ia melepaskan pelukannya.
"Maaf kak..bang..Farrel.." ujarnya linglung mau manggil kakak atau abg saja ia sudah binggung.
Farrel segera permisi sebentar.Ia membeli air mineral yang dijual dikantin yang tidak terlalu jauh dari mereka duduk.Lalu ia memberikan pada gadis itu.Meila menerimanya dan meminumnya.
" Pertama-tama meila harus tenangkan diri dulu.sepertinya ibu itu ngk suka kita disana.Jadi meila telpon saja siapa tadi yang mengabari meila itu" Ujar Farrel membuat meila tersadar dan mengigat boy.
" Siapa tadi yang ngabari meila kala teman meila itu sakit?lebih baik kita tanyakan dia gimana kondisi teman meila itu sebenarnya sama dia" ujar Farrel lagi.Meila setuju dan kini ia menelpon boy dan mengatakan pada pria itu kala dia masih disana dirumah sakit itu.Ia memberitahu kala mereka duduk dekat kantin dan akan menunggunya dikantin tersebut.
Beberapa menit kemudian boy sudah datang menemui mereka.Pertama-tama ia menyalami Farrel dan memperkenalkan diri.Ia bercerita kala sepertinya ibu Derin salah sangka sama Farrel.Ia mengira Farrel pacar meila.
" Jadi teman meila ini cowo dan ia pikir aku pacar meila?" Farrel bertanya dan boy menganguk.
" Jadi abang siapanya meila?" Boy sepertinya penasaran juga.
" Kalian pacaran mel?" kini giliran Farrel yang bertanya.Meila menggeleng.Dengan berat ia menceritakan duduk perkaranya bahwa selama ini ia dan derin temanan sampai akhirnya derin menyatakan perasaannya namun meila belum juga menjawab.Hingga cerita kala akhirnya tadi pagi mereka bertemu dan derin telah berubah pikiran.Ia tidak lagi punya niat berpacaran dengan meila tapi ia malah hanya ingin mereka sahabatan.Itulah endingnya dan derin meninggalkannya ditaman kota sendirian sampai akhirnya ia bertemu dengan Lee,bas dan lian dan sorenya ketika mereka bersama d Mal tersebut baru ia dapat kabar dari boy kala derin kecelakaan.
Boy menceritakan kala sejak pagi Derin sudah kecelakaan sejak meninggalkan meila tersebut.Boy meneleponnya dan mengatakan kala ia mau ke kostnya dan ia bercerita juga kala baru menemui gadis tersebut.ia juga mengatakan kala suara Derin lain dari biasanya.Ia sempat menayakan ia kenapa dan derin sedikit bercerita kala ia sangat kecewa pada meila.
"Katanya ia sangat kecewa padamu mel.Ia mengatakan itu seperti ingin menangis" Ujar boy lagi membuat meila terkejut. Mengapa derin kecewa..
" Kenapa ia kecewa padaku bang boy?" meila penasaran.Boy memandang kearah Farrel.
"mungkin menurutnya kamu memiliki laki-laki lain" boy memberanikan diri membuka suara. Mendegar itu meila menarik napas panjang.Apa Derin pernah melihat ia dengan seseorang pikirnya. Farrel mendegar hanya diam saja.Berusaha mencerna kalimat yang baru laki-laki itu katakan.
" Jadi bagaimana keadaannya bang?" tanya meila lagi. Boy mengatakan kala Derin koma dan belum sadarkan diri.Jika sadar nanti ia akan dioperasi karena ia mengalami pendarahan di kepala dan kakinya katanya patah.Mendegar itu tangis meila langsung pecah.Tubuhnya gemetaran.Farrel langsung bangkit dari duduknya dan kembali memeluk gadis itu berusaha menenangkannya.Boy memperhatikan mereka,ia menyimpulkan jika sahabatnya derin terlibat cinta segitiga.Mungkin pria yang memeluknya inilah yang dicemburui derin pikirnya demikian karena dilihatnya Farrel sangat perhatian pada gadis itu.
__ADS_1
Sementara di ruangan ICU Derin masih tidak sadarkan diri. Kedua orang tuanya masuk kedalam menjenguknya.Mamanya menangis dan selalu menyebut namanya.Tiba-tiba ia melihat jari anaknya bergerak.
" Deriiiiin"Teriaknya..
" Ini mama..ini mama nak.Sadar nak" isaknya lagi sambil mengenggam tangan anaknya itu.Tiba tiba Derin bersuara lirih
" Meila...meila.." ujarnya dengan suara pelan yang teramat berat.Bibirnya mengeluarkan suara tapi matanya tetap tertutup.
" Dia sadar dokteeer!" Teriak mamanya
Dokter yang ada disamping mereka langsung bergerak cepat mengadakan tindakan demikian juga ayahnya meski ia tidak bertanggungjawab dalam penanganan anaknya tapi ia segera membantu dokter jaga tersebut.Namun rupanya derin kembali tidak sadarkan diri.
" Siapa meila itu pak?" Tanyanya pada ayah derin. Pria itu memandang kepada istrinya. Istrinya tertegun tidak menjawab.
" Dia teman wanitanya" Ujar ayahnya
" Ooh..apa dia belum menjeguk?" Dokter itu kembali bertanya dan papanya Derin itu menggeleng lemah
" Mungkin jika dia datang dia bisa membantu anak kita ini melewati masa kritisnya" Ujar dokter itu lagi membuat kedua orang tua derin itu berpandangan.
Setelah masa jenguk mereka habis kedua orangtua itu kembali keluar.Mereka termenung masing-masing di kursi ruang tunggu.Adiknya bertanya apa kakaknya sudah sadarkan diri.Papanya bercerita kala ia sempat sadar dan hanya menyebut nama gadis itu. Mendegar itu adiknya berkomentar kala mereka harus mengizinkan gadis itu menemuinya.
" Ayolah ma.Ini demi keselamatan kakak" Ujarnya memohon.
" Ia ma.lupakan dulu rasa ego kita.Yang penting anak kita selamat" Ujar ayahnya.Mamanya hanya menganguk lemah.
Bersambung..
__ADS_1