CINTA DENGAN EMPAT PRIA

CINTA DENGAN EMPAT PRIA
BERTEMU


__ADS_3

Meila sudah dirumah kos-kosannya. Ibu kos sudah menikmati aneka Cake oleh-oleh dari derin. Seolah-olah mereka baru dari luar kota aja kedatangannya ditunggu-tunggu penduduk rumah demi oleh-oleh. Anak-anak kos begitu senang kala Derin sudah datang ke kos mereka. Artinya makan-makan pun dimulai.Mereka kumpul-kumpul diteras atas yang luas sambil main kartu Uno. Mereka tidak ada yang bergerak padahal malam minggu.Hal itu disebabkan hujan yang mulai turun. Dasar hujan,kenapa sih harus malam minggu.Membuat cewe cewe yang udah punya pacar merana aja. Kw...kw..


Nach yang masih jomblo yach senang aja.dalam hati mereka mungkin "Syukuri." mengutuki kesialan cewe-cewe S


sold out yang pada mengerutu kesal.Demi mengurangi rasa kecewa mereka pada hujan mereka main uno dengan bisingnya.Sambil kadang-kadang ketawa kayak mak lampir.Bising!


Sementara di sudut teras.Meila memandangi hujan yang turun semakin deras sambil ia bernyanyi-nyanyi kecil.


"Rain..rain go away come again another day. Meila went to play" ujarnya mengingat lirik lagu yang biasa dinyayikan anak Ibu kosnya yang masih berumur balita. Gadis balita empat tahun itu biasa nyanyi sambil nonton youtobe kira-kira begitulah lirik lagu yang biasa ia dengar. Mereka yang mendegar Meila bernyanyi sebagian tertawa..


"mau main apa kamu Meila dimalam minggu ini?" Canda lia yang berada tak jauh dari sampingnya.Meila hanya tertawa.


Tiba- tiba ibu kosnya datang. Mengatakan ada yang mencarinya.Meila binggung.Ia tanyakan siapa yang mencarinya.Ibu kost bilang ngk kenal.


"Makan-makan lagi anak-anak!" Teriak ibu kos sambil menyerahkan aneka cake yang terlihat sedap dipandang mata. Mata anak-anak kos terbelalak takjub. Siapa lagi kira-kira yang membawa upeti sebanyak ini.


"kala untuk anak kost bisa sebanyak ini,apalagi yang disembunyiin ibu kos" guman mereka dalam hati.Dasar anak kos. Parno aja.😂😂


Mereka berteriak ribut. Sibuk nanya siapa yang datangi Meila dihujan-hujan deras begini. Ibu kost asik berceloteh kala pria yang mendatangi Meila agak dewasa.


" Apa Oom..Omm" Sebagian teman-temannya curiga.


"Ngak masih muda.Cakep lagi.cuma kayaknya ngk anak kulihan.Kayak udah kantoran ngitu" ujar Bu kos lagi.Sebagian sibuk pergi ke ujung balkon samping mau lihat kira-kira siapa. Mereka melihat dari atas ada cowo muda yang kalem duduk dikursi teras menunggu kedatangan seseorang dan


Terlihat Meila menyamperinya.


Meila tertegun demi melihat siapa yang ada didepannya. Berusaha mengingat-ingat lelaki itu.


"Aku pangeran kodok" Ujar Pria yang ternyata adalah Lee itu sambil tersenyum lembut ke arah Meila. Meila binggung darimana Pria itu tahu rumahnya. Meila bertanya.Tapi Lee mengatakan rahasia.dan mengatakan itu tidak penting.Padahal ia mengikuti Meila sejak dari tempat makan sampai Ia diantar Derin pulang.


Meila kikuk mau ngomong apa sama cowok yang ada di depannya itu.

__ADS_1


" Aku Lee" Ujarnya memperkenalkan diri. Meila meyalaminya dengan perasaan aneh.Lalu Lee bercerita sudah tertarik pada Meila sejak mereka bertemu di toko buku.


Cuma meila merasa bingung aja masa ia ada orang langsung jatuh cinta pada orang asing. "Apa itu benar ada, auh ah...!" dalam hati Meila memikirkannya, apalagi pria itu berwajah lumayan dan sepertinya orang kaya aja. Meila tidak yakin sama hubungan yang terlalu beda status karena ia berasal dari keluarga yang sederhana. Sangat-sangat sederhana sekali.Sampai sekarang aja dia binggung kenapa teman-teman kampusnya banyak yang suka padanya. Demikian juga teman-teman organisasi di luar kampus.Dia menebak-nebak mungkin mereka suka akan kepribadiannya atau prestasi akademiknya.Tapi ini berbeda dengan Lee. Lee sama sekali belum mengenal Meila


Meila agak curiga.


"Oh iya kak Lee.aku panggil kk aja yach"Meila tersenyum mencairkan suasana.


" Boleh...," ujar Lee senang.


Lalu Meila bercerita kala Ia tidak bisa menemani Lee lebih lama karena ia akan pergi mencari kado buat sahabatnya karena besok sahabatnya ulangtahun.Ia akan menaiki Taxi Online. Lee menawarkan diri mengantar. Meila menolak keras.Ia takut juga baru kenal sama Lee.Tapi Lee kekeh hendak menolong meila. Meila tidak bisa menolak karena Lee punya pesona dan raut wajah yang menyakinkan yang susah deh pokoknya untuk ditolak.he...he..."Mungkin dia pandai dalam hal negoisasi" pikir Meila dalam hatinya.


"Kak Lee apa yang kamu harapkan mengenal aku" Tanya Meila to the point ketika mereka di dalam mobil.Ia tidak mau memberikan harapan palsu jika benar-benar pria ini ini menyukainya.


"Aku hanya ingin berteman denganmu. Bagiku pertama kali kita bertemu kamu itu lucu.Selain itu kamu tidak suka berpura-pura.Kamu menolakku untuk berkenalan.aku jadi penasaran sampai sekarang.Karena belum pernah ada orang menolakku" Ujarnya sambil memandang Meila dengan tersenyum tulus. Lee memang Pria baik-baik.Selama ini dia hanya Fokus kerja. Apalagi sejak ditinggal pacarnya dua tahun yang lalu.Ia selalu menghindari wanita.


"Jadi kak Lee hanya ingin tahu kenapa aku menolak berkenalan dengan kak Lee?" Tanya Meila lagi.


"Kak Lee aku tidak mau pacaran!, karena itu aku menolak orang-orang yang mendekatiku dengan motif untuk menjalin cinta" Ujarnya lagi sambil memandang ke jalan.Mendegar itu Lee mengeryitkan keningnya heran.


"Kenapa Meila?" Tanyanya.


" Aku berasal dari orang biasa. Aku anak sulung.Aku masih punya tiga adik yang semua masih sekolah. Aku harus cepat tamat kuliah karena adikku menyusul mau kuliah juga. Dan aku harus membantu kedua orangtuaku karena papaku dalam posisi sering sakit-sakitan karena itu aku mau tetap Fokus dan tidak pacaran dulu sampai aku sukses." ujarnya pada Lee. Lee begitu terkesima. Meila wanita yang jujur dan apa adanya.


" Maaf kak Lee aku cerita begini bukan untuk menarik simpatimu. Aku pun binggung kenapa aku bisa cerita padamu begitu mudahnya.Padahal tidak satu orangpun yang tahu hal ini" Meila tergagap. Ia begitu malu sendiri menyadari begitu gamblangnya ia bercerita pada orang asing mengenai situasi keluarganya." Ntar apa dipikiran dia" Pikir meila lagi.


" Tidak apa-apa Meila.Santai aja...Justru aku senang Meila mau bercerita padaku." Ujarnya tersenyum meyakinkan.


"Santai aja,aku pandai kok jaga rahasia" Ujarnya lagi.Meila tertawa.Memangnya apa yang perlu dirahasiakan.Tahu orang juga tidak apa-apa.Cuma Meila enggan aja bercerita yang tidak penting-penting apalagi buat teman-temannya yang rata-rata berpikiran ringan.hehe.


"Lagian aku hanya ingin berteman.Kenapa Meila mikirnya jauh banget kla aku mau ajak pacaran" Lee meledek mencairkan suasana.

__ADS_1


" Oh iya juga yach" .Meila tersadar.Kok ia kesannya ke Ge eran banget yach.ha...ha... (kejahuan banget mikirnya langsung parno an aja sama orang lain).


" Aduh maaf kak Lee.Bukan ngitu maksudku" Jawab Meila malu-malu meong.Mukanya memerah.Lee hanya bisa terkekeh melihat tingkah gadis itu.


Lee melajukan mobil nya ke salah satu toko pakaian yang dimaksud Meila. Meila memilihkan satu kemeja buat hadiah untuk ultah Derin besok. Lee menemaninya sambil berpikir betapa istimewanya lelaki yang bernama Derin itu. Meila bercerita bahwa Derin itu adalah temannya yang juga baru dikenalnya.


Mereka sudah selesai memilih pakaian.Lee menawarkan hendak membayar tapi Meila menolak keras karena ia juga punya uang jajan lebih dari hasil kerja sampingannya berjualan Online ditengah tengah kegiatan kuliahnya. Lee terpaksa mengalah karena takut harga diri Meila terluka.Setelah Meila selesai membayar dan mereka sudah diparkiran tiba-tiba ponsel Lee berdering.Rupanya duo Kwek-Kwek meneleponnya.Siapa lagi kala buka Lian dan Bastian temannya yang super bawel.


"Dimana boss?" ujar suara diseberang sana.Dia adalah bastian.


" Kami di Sogo Mal Bos.Datang sini Bos, biasa lagi main game basket nich" Lanjut Bas lagi.


Lee tahu ke dua temannya itu kala senggang suka main game basket itu dan game-game lain yang delapan puluh persen pemainnya para anak-anak dan remaja. Biasalah mereka kadang-kadang kumat childish. Sejenak Lee berpikir, jam masih menunjukkan pukul 20.00 wib. Masih banyak waktu pikirnya lagi.Ia mengajak meila dan menceritakan teman-temannya.


Meila sebenarnya enggan dan ingin menolak tapi Lee sudah menemaninya.Jadilah ia mengiyakan dengan syarat jangan lama-lama dan Ia cepat diantar pulang.Lee sangat senang karena Meila mau ikut dan bertemu dengan ke dua temannya.


☆☆☆


Kedua mata pria cakep itu tak henti-hentinya mengamati Meila.Mereka menikmati makan malam dulu di Salah satu resto di Sogo Mal tersebut. Rumput laut dimulutnya Bas masih bergelayutan di bibirnya karena dia betul-betul bengong entah darimana si Big Bossnya bawa tuh bocah.Gadis manis itu terseyum kepada dua pria yang melototinya heran.Mereka sudah berkenalan dari tadi.Tapi masih binggung dengan gaya gadis didepan mereka itu. Masih gaya bocah banget alias anak kuliahan yang polos atau natural.Dalam hati bas" kok selera si boss jadi turun yach?Ia ingat banget gaya dan penampilan vivi mantan si bos yang cantik itu sangat elegan dan glamour.


"Napa lihat-lihat. Ngelihatnya biasa aja Bas" Ujar Lian meledek bastian. Ia memang suka cari lawan sama temannya yang satu itu, padahal ia juga sama herannya sama si bas.


"Ngk ah." Bastian tergagap.


Lee tertawa melihat tingkah teman-temannya itu demikian juga Meila.Tawanya renyah memamerkan gigi ginsulnya yang putih. Sekilas mereka sama-sama terperangah. "Rupa-rupanya manis juga tuh cewe"


Dalam hati masing-masing begitulah kira-kira.hehehe...


Kini berempat sudah mulai akrab dan Mereka asik tertawa tawa mendengar Bastian dan Lian saling meledek dan di kejahuan terlihat seseorang sedang memotret mereka.


☆☆☆

__ADS_1


__ADS_2