
"Ayo...ayo...makan...perut sudah lapar!" Cerocos Bastian bersiul-siul kecil sambil membuka-buka daftar menu.Cowok brewok itu sengaja mengeluarkan suara-suara aneh karena sadar Cewe-cewe cantik melirik ke mereka. Caper lah ngitu cerita.Kw...wk...
"Buka donk kacamatamu. Masa mau makan pake kacamata" Omel Temannya yang satu lagi merasa bete mungkin merasa kalah saing melihat temannya lebih banyak peminatnya.hehehe.
"Biar ajalah! ini gaya kekinian" Cengir Bas lagi semakin sok ganteng. Cengar-cengir ngak jelas sama cewe-cewe yang memandangnya, sambil menyilangkan kedua tangannya di dada sok Cool lah. Biasalah Play boy cap kabel.hehehe.
"Sudah..sudah! Bising banget!" Mau makan ngk?! Hardik Lee melerai keributan ke dua temannya yang kadang-kadang suka aneh ngk jelas.
"Ya...ya... makan...makan!" sahut kedua duo kwek..kwek itu kompakan.
"Kamu kok ikut..ikutan sih" Lian kumat lagi
"Siapa yang ikutan, itu namanya kita sehati jawabnya.kompakkan ngituloh...wuuh!" hardik bas lagi.Ngk ngerti kenapa temannya yang "sebiji" itu sewot banget.wk...wk...sebiji ngitu loh. Melihat mereka ribut Lee mulai melototi mereka. Dia jadi kurang Fokus mengamati wanita yang agak jauh dari pandangannya itu.
" Eit...eit mau kemna mreka" Gerutu Lee tiba-tiba bangkit dari duduknya.Reflek juga ke dua temannya kaget.
"Ada apa...bos?" Bas langsung dalam posisi bersiaga. ke dua tangannya seolah-olah mau bersilat.
"Tangan loh...Norak!" hardik Lian lagi sewot, sambil melihat sekeliling.Cewe-cewe mulai senyum-senyum melihat tingkahnya. Lee langsung berlari keluar.Kedua temannya langsung bergegas menyusulnya.
"Kenapa boss?" tanya mereka mengerutkan dahi ngk ngerti. Bete banget sih bos kok mendadak aneh ngitu pagi nech pikir mereka.
"Kalian mau ikut ngk,atau nanti kujemput?" Lee buru-buru keluar dan pergi ke mobilnya yang terparkir ngk jauh dari mereka.Ngk berapa lama dia balik lagi.Membuat ke dua temannya ngakak.
" Yach sono pergilah bos" Cerocos mereka sambil menggerakkan tangan. "hus...hus...hus...." Seolah-olah ngusir ayam.
"Sialan" gerutu Lee dalam hati lihat tingkah ke dua temannya yang menyadari Ia melupakan kunci mobil yang sedang dipegang Bastian. Kedua Temannya ini memang kadang buat kelakar diwaktu yang ngak tepat. Itu yang sering buat Lee sering bete sama mereka. Walau kadang-kadang Ia menikmati juga.Haha..haa.Sok jaim namanya.
"Kunciiii...!" Bentaknya tegas ngk sabaran.Bastian nyalinya ciut. Buru-buru dikeluarkannya dari sakunya dan diberikannya.
"Ntar aku jemput kalian yach! Makan aja dulu sono yang kenyang!" Lee setengah berlari sambil berteriak kencang pada ke dua temannya itu, membuat kedua temannya melongo.
Belum sempat mereka menjawab. Mobil Lee sudah kayak mau terbang aja.Muter sana-muter sini asal aja.Kyaknya orang yang mengemudinya buru-buru sekali atau kala ngak agak kesambetlah.
__ADS_1
"Untung...untung... si bos ngk nabrak mobil yang lain," gerutu Bas merasa deg..degaan melihat cara Bos nya membebaskan mobilnya dari parkiran.
"Ia..." Jawab Lian masih ikut terperanjat merasa aneh bosnya biasanya ngk pernah gitu.
"Mau kemana sih si bos itu." Mereka terheran-heran.
"Biarin ajalah! Si bos memang kadang suka aneh." Jawab Bas sambil masuk lagi ke dalam tempat makan itu yang disusul Lian lagi. Sementara cewe-cewe kembali lagi memandangi mereka.
☆☆☆
Sementara Lee jantung nya agak deg..degan mengikuti mobil yang ada di depannya.
"Yach Tuhaaaaan! ada apa dengannku kok jadi penguntit begini yach" Ia merasa sedikit malu menyadari kekonyolannya menguntit orang. Seolah-olah seorang suami yang menguntit istri yang pergi selingkuh.ha..
ha..
Trus apa yang diharapkan?.Mengharapkan melihat mereka bermesraan?."No...no..
no!" Sejenak ia mikir.Lalu tersenyum setelah dapat Inspirasi apa yang akan ia lakukan.
"Ngak usah takut! Keluargaku baik-baik kok.Mereka akan memperlakukanmu dengan baik kok tuan putri yang maniiiis!" gombal derin sambil mencubit dagu meila lembut membuat Meila tersenyum kecil melihat ekspresi Derin yang sok manja itu.
"hmmm...gimnaa yach...ngk usah ikut memangnya ngk apa-apa yach?ntar aku kasih kamu sesuatu aja bang.
"atau kita bisa rayakan di tempat lain berdua aja" Meila berusaha bernego.
"No...no...no..." Derin menggoyang-goyangkan telunjuknya tegas.
"Kamu harus ikutlah yach Mel. Aku tidak berharap hadiah darimu nona maniiis!.Aku cuma mau kamu datang dan aku mau kenalin kamu sama keluargaku itu aja" ujarnya membujuk.
Akhirnya meila mengiyakan karena tak tega melihat wajah Derin yang memelas.
"Kok berhenti disini?" tanya Meila.
__ADS_1
"Sebentar yach, atau kamu ikut?" tanya Derin.
"Mau apa?" Meila heran kenapa mereka berhenti. dilihatnya keluar. Sebuah toko roti.
"Kita beli makanan kecil dulu yach buat ibu kos sama teman-temanmu"ujar Derin sambil memarkirkan mobilnya
"yeeeh ngk usah" Tolak Meila.
"Ibu kos aja kok dipikiri amet, ntar kebiasaan" sambung meila lagi.
Dia ingat banget ibu kosnya agak matre.Siapa yang punya anak siapa pula yang matre.Setiap ada teman-teman pria anak-anak kostnya datang, dia ngarep banget mereka bawa upeti atau sesajen kali.hahaha..
dengan tampang yang dibuat sok galak.Dari caranya mungkin para cowok pada mikir "memangnya kami datang nech mau melamar, cuma mau berkunjung aja kalee...bu kos Jangan lebay donk!" Mungkin itu umpat mereka dalam hati.
Nach daripada cari masalah sama bu kos yang sok galak,mereka bawa tentenganlah.Icak-icaknya sogokanlah atau bahasa gaulnya "Suap" hehe...hee. Nach kala sudah ada aroma-aroma sesuatu itu, yang datang nenteng sesuatu minimal kantogan kreseklah.Tuh bu kos senangnya minta ampun.Senyum langsung tersungging di wajahnya.padahal belum mastiin itu kresek isinya apa (siapatahu aja ada yg ngerjain aja pura-pura bawa plastik kresek rupanya isinya Zonk alias bukan makanan atau upeti lainnya, ha...ha...ha...mikirnya kejahuan)
Nach kala anak cowo yang berkunjung udah dipastiin bawa sesuatu pasti ngomongnya langsung manis banget ngalahi madu.
"Cari siapa yach deeek" katanya sok-sok dibuat lembut padahal ngk cocok juga.karena biasanya logatnya ketus n sedikit kasar. Biasanya sambil memandang dengan ekpresi dingin dan mengamati dari bawah sampai atas Ia berkata, "Cari siapa?!" lalu si Cowo yang datang takut-takut jawab "Cari Meila tante."
Nach karena si cowo ngk bawa kresek plastik.cuma bawa badan n nyali doang tuh Bu kos langsung jawab lebih ketus n galak lagi.
"Meila ngk ada!" ujarnya dengan tampang minta digebuki bagi yang melihatnya.hahaha.
"Maaf ya bu Kos...Saya kok bisa ngawur begini" tiba-tiba Meila tersadar dari Fantasinya mengenai Ibu kos nya
"Ada apa?,kok jadi melamun..." Derin tersenyum melihat wajah Meila
"Iya ngk apa-apa kita beli buat ibu kosmu Meila.Biar dia senang"ujar derin lagi sambil turun dari mobil dan membukakan pintu Meila.Dia menyadari kala Meila ngk suka sama cara ibu kosnya itu.Dari awal juga derin menyadari kala harus menemui Meila yach begitu caranya.Lagian pikirnya bukankah ibu kos juga adalah orang tua yang harus dihormati dan dibuat senang.Sama seperti orangtua sendiri.Apa susahnya cuma membawakan makanan.hmm derin memang pria murah hati.
"Yuk masuk," ajaknya sambil menggandeng tangan meila. Darah meila seketika seakan naik keatas.Terkesima.belum pernah derin menggandeng tangannya.Selama ini mereka berjalan beriringan saja.tidak sampai disitu Derin juga merangkul bahunya memasuki toko kue itu. Meila sebentar memukul pipinya.Seolah-olah menyuruh dirinya sadar untuk tidak terpesona atau jatuh dalam perangkap pesona derin.
"Kamu tidak boleh jatuh cinta Meilaaa! pleaseeee,.apalagi derin juga tidak menembakmu"teriaknya dalam hati.
__ADS_1
Meila heran juga,apa sih posisinya di hati Derin.Kenapa sudah hampir sebulan kenal derin belum juga menembaknya?.Sebenarnya dia senang derin tidak menyatakan cinta.jadi Dia tidak terbeban dengan kedekatan mereka,tapi dia binggung juga biasa laki-laki kala sudah suka langsung buru-buru menyatakan cinta.Tapi ini kok beda.
☆☆☆