CINTA DENGAN EMPAT PRIA

CINTA DENGAN EMPAT PRIA
SATU HARI BERSAMA DIA


__ADS_3

Waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba.Meila dan Ibu Miska sudah terbang ke Ibukota. Sebenarnya pertemuan ini diatur Farrel untuk Lee dan Meila.Lee hendak membuat kejutan untuk gadis itu. Ia berencana melamar Meila dengan caranya sendiri.Tapi Meila belum menyadari hal itu.Ia hanya tahu keberangkatannya kesana untuk menemani Ibu Miska jalan-jalan. Sebenarnya mumpung lagi disana Ia berniat menghubungi kekasihnya.Entah kenapa Ia merasa Lee lah kekasih sejatinya.Meski mereka terpisah jauh dan Derin menemaninya selama ini.Tapi Ia masih merasakan hatinya condong kepada Lee.Memang beberpa hari ini Dia merasa heran kenapa Lee tidak ada menghubunginya.Ingin rasanya Ia meneleponnya dan memberi tahu bahwa Ia di Jakarta namun Ia takut semua itu nanti justru akan merepotkannya karena Ia sedang dengan Ibu Miska.Lagian Ia juga merasa tidak enak dengan Wanita tua yang sudah Ia anggap seperti Ibu keduanya itu.


Farrel menjemput mereka di bandara. Ia telah kembali dari Korea.Wajahnya berseri-seri bahagia demi melihat Meila. Begitu bertemu Ia langsung memeluknya erat dan mengacak-acak rambut gadis itu.


"Kamu sehat kan Mel.Kamu baik-baik aja kan?" berbagai pertanyaan Ia lontarkan


"Kenapa kamu kelihatan kurusan?" Ia bertanya lagi.Ia masih asik mengamati tubuh Meila. Hal itu membuat Ibunya heran.Farrel biasanya sangat mencemaskannya.Ini hanya sekedar saja menanyakannya.Sepertinya Ia lebih mengkhawatirkan gadis itu.Kini ibu Farrel menyadari sesuatu. Pelan-pelan Ia bertanya


"Apa kamu masih berpacaran dengan Desi?" tanya Ibunya tiba-tiba.Membuat fokus Farrel pada Meila sejenak terhenti.Farrel heran mengapa Ibunya justru menanyakan Desi pacarnya.


"Tentu masih Ma," ujarnya sedikit heran akan pertanyaan Mamanya yang diluar ekspetasinya.


"Memangnya kenapa Ma?tumben menanyakan dia.Apa mama sekarang sudah merestui kami dan mau menemui dia mumpung disini?" selidik Farrel yang membuat mamanya tertawa sinis.


"Aku menanyakannya justru supaya kamu jangan mengganggu acara liburan Mama dengan membawanya menemui kami" ujar Ibunya lagi.Padahal sang Mama hanya ingin tahu apakah anaknya masih berpacaran apa tidak soalnya Ia sudah lihat gelagat berbeda.Sikap Farrel ke Meila dan cara memandangnya berbeda. Ibu Miska yang selaku sudah tua dan sudah banyak memakan manis asam dunia (ceeh gitulah kira-kira.hehehe) Ia tahu dari cara anaknya memandang ada gelagat berbeda, sepertinya Ia mulai menyukai gadis itu.


"Aman itu ma." Farrel berkata mantap sambil memamerkan senyum indahnya.Tubuhnya yang tegap dan Atletis sangat terekspos dengan balutan kaus oblong putih yang ngepas dibadannya.Mereka berjalan bersama sambil tangannya mengandeng tangan mamanya.Beberpa pramugari dan pilot menyapa mereka.Meskipun Ia memakai pakaian biasa sepertinya Ia tetap dikenali.


"Wah kakak sepertinya disini sangat Familiar yach?" Seloroh Meila.


"Tentu donk" ujarnya percaya diri membuat Mamanya dan Meila tersenyum dan menyadari jika Pria itu begitu Familiar di Bandara Ibukota tersebut.Sepertinya para Pramugari mengidolakannya.Mereka berbisik-bisik setelah menegor Farrel.Mungkin mereka membicarakan Meila dan Mamanya.dalam hati mereka mungkin baru menyadari "Oh teryata mereka adalah keluarga pilot itu." Meila hanya tertawa menyadari sikap pramugari-pramugari di bandara.


Kini Farrel telah membawa Ia dan mamanya ke Apartemennya.Memang mamanya ngotot mereka kesana saja ketimbang di Hotel. Mama mengatakan jika hari ini mereka beristirahat saja dulu esok baru jalan-jalan karena ia akan menemui teman lamanya di Jakarta.Farrel dan Meila berkata akan menemani namun Ibunya ngotot Ia akan berangkat sendiri.Ia menyuruh Meila beristirahat saja dulu.


Apartemen Farrel cukup luas namun cuma ada dua kamar tidur.Mama Farrel menyuruh Meila tidur dikamar Farrel dengan alasan Ia mendengkur jika tidur takut gadis itu terganggu dan Ia mengatakan untuk sementara Farrel bisa tidur disofa.Farrel tidak masalah justru Meila yang merasa tidak enakan.


"Ngak apa-apa Mel.Aku bisa tidur disofa kok, jangan sungkan" ujar Farrel. terpaksa Meila menyanggupinya meski berat. Setelah meletak barang-barang dikamar mereka makan siang bersama. Rupanya Farrel telah menyiapkan aneka makanan. Habis makan Ibu Miska buru-buru pergi tanpa istirahat. Meila heran kenapa wanita itu sepertinya tidak lelah.

__ADS_1


"Meila istirahat aja dulu ya Nak.Ibu da kangen berat nich ama kawan ibu.Bsok kita baru jalan-jalan ya nak" ujar Ibu Farrel sambil menepuk pundak Meila. Gadis itu hanya menganguk polos.Binggung juga.


"Titip Meila ya Farrel, jaga baik-baik. Kala ntar malam mama belum pulang siapatahu aja mama nginap bawa dia jalan-jalan yach," perintah mamanya.


"Siap boss" jawab Farrel dengan gaya hormat.


"Aku ikut aja ama Ibu" ujar Meila tiba-tiba.Ibu Miska mengatakan ngak usah lebih baik Meila istirahat, karena wanita itu ngotot terus menolak, Meila tidak dapat berkata apa-apa.


"Maklum yang akan Mama temui ini teman lamanya.Teman dekatnya dari kecil yang udah pindah kesini.Setiap ke sini Ia pasti duluan menemui temannya itu.Bahkan sering nginap disana karena sudah sama-sama janda itu" Farrel memberi keterangan berusaha mengusir kebingungan gadis itu. Meila akhirnya maklum.Karena situasi seperti itu Farrel akhirnya memiliki celah untuk mengatakan agar mereka bertemu Lee.


"Nach kala ntar malam mama ngk pulang


Kamu temui Lee aja" ujar Farrel tiba-tiba. Meila sampai terkejut mendengarnya.Farrel begitu berapi-api sangking semangatnya.


"Kalian ntar malam bisa berkencan kan.Pas sekali malam minggu" ujarnya lagi membuat seolah-olah semua itu seperti tidak direncanakan sebelumnya.Akhirnya Meila menyadari jika Farrel memang mendukungnya sebagai seorang teman atau adik. Buktinya dia sangat bersemangat.


"Nach untuk bertemu dengan kekasih Meila harus di Make Over dulu yach" pinta Farrel.Ia mengajak Meila berbelanja sebentar.Meila awalnya menolak karena Ia pikir tidak apa-apa bertemu tanpa harus kesalon dulu dan berbelanja pakaian.Namun Ia tidak bisa menolak karena Farrel mendesak terus.


Meila sih binggung Ia yang akan kencan kenapa Farrel yang sibuk.Ia mengekor saja.Setelah belanja beberapa potong pakaian di Mal. Farrel mengajak Meila kesalon yang letakknya di Mal itu juga.Gadis itu disuruh memanjakan diri Lulur Refleksi dan perawatan lainnya. Farrel dengan sabar menunggunya. Meila sampai melihat Farrel terngantuk-ngantuk menunggunya. Ia semakin menyadari Farrel adalah Pria yang sangat baik.


"Kak udah selesai," ujar Meila sambil menepuk pundak Farrel. Farrel tergagap dikucek nya matanya. Hampir saja ia tertidur di sofa ruang tunggu salon. Sebelumnya ia sudah membayar semua biaya perawatan Meila.


"Makasih ya kak.ngapain harus begini" ujar Meila lagi. Farrel tertawa dan mencubit gemes pipi gadis itu.


"Ngak apa-apa gadis kecil." Ia terseyum manis dan begitu takjub akan dandanan gadis itu.Ia sudah kelihatan begitu semakin Fress karena beberapa rangkaian perawatan SPA.


"Nich gk perlu mandi lagi deh da bolak balik berendam" selorohnya.Farrel tertawa.

__ADS_1


"Ia tinggal gosok gigi dirumah" Farrel ikut berkelakar lagi membuat Meila tertawa.


"Apa kita perlu menonton mumpung masih disni?" Farrel menawarkan.Meila hendak menolak lagi namun Ia sungkan karena Farrel sudah menemaninya sedari tadi.


"Meila ketemunya jam tujuh malam sama Lee yach,aku sudah menghubunginya.Masih ada beberapa waktu.


"Mau nonton atau langsung pulang?" Farrel bertanya.


"Yach udah nonton aja kak," jawabnya membuat Farrel tersenyum lebar.Digandengnya Meila ke Bioskop.Meila merasa aneh.Saat Farrel mengandengnya darahnya seakan tersirap keatas.


"Perasaan apa ini yach" pikirnya.Farrel betul-betul memperlakukannya seperti Tuan Putri. Begitu menonton Film mata Meila tidak tertahan. Farrel membiarkannya tidur dipundaknya.Tangannya juga masih menggengam tangan kanan gadis itu.Meila merasakan tangannya digengam terus.Entah kenapa ia tidak menolak.Malah ia merasa sangat nyaman.Sampai Film usai baru ia terbangun.


Farrel tertawa meilhat si Putri tidur.Kini mereka pulang menuju apartemennya asik berbincang dimobil lagi-lagi gadis itu tertidur


"Yach tidur lagi" serunya saat menyadari Meila tidak menanggapi omongannya.Sampai di Apartemen Meila masih ngorok dan gadis itu tidak menyadari meskipun Farrel telah menggendongnya. Satpam Apartemen heran melihat Meila dalam gendongan Farrel.


"Dia adikku yang baru tiba dengan orangtuaku dari kampung.Dia ngantuk berat karena kecapean keliling Jakarta nich" ujarnya pada pak satpam yang awalnya mendelik curiga. Namun akhir nya percaya-percaya aja.


"Mel...Mel...rupanya lu kala tidur kayak batu" serunya menyadari gadis itu berat juga.Sampai pinggangnya mau encok.Kini Ia merebahkan gadis itu didipannya.Saat mau pergi keluar kamar tiba-tiba tangan Meila menarik telapak tangannya.


"Jangan pergi...aku mencintaimu"


DEG...


Jantung Farrel rasanya mau copot. "Apa kata-kata itu untukku" pikirnya. Sepertinya Meila bermimpi.


"Mel...Mel..." ujarnya namun gadis itu diam.Kamu mencintai siapa tanyanya.Rupanya Meila sedang bermimpi bertemu dengan Lee tapi Farrel justru berpikir semua itu untuknya.Ia melihat bibir Meila terbuka.Ingin rasanya Ia menciumnya.lagi-lagi ia menahan hasratnya dan buru-buru meninggalkan gadis itu untuk istirahat sejenak sebelum malamnya akan menemui kekasihnya.

__ADS_1


__ADS_2